2 Insinyur RI Dicurigai Telah Curi Teknologi Pesawat Tempur Korsel

Azriel Agustian . February 07, 2024

Foto : theaviationgeekclub.com

Teknologi.id – Pesawat tempur merupakan pesawat militer yang dirancang terutama untuk pertempuran udara. Dalam konflik militer, peran pesawat tempur untuk membangun superioritas udara dalam ruang pertempuran. Kinerja utama pesawat tempur tidak hanya mencakup daya tembaknya tetapi juga kecepatan tinggi, dan kemampuan manuvernya relatif terhadap pesawat target.

Mengutip dari BBC, CNN, dan juga Kementrian Pertahanan dari sisi persenjataan Angkatan Udara Korsel memiliki 1.595 unit pesawat, 289 unit pesawat latih, 112 unit helikopter penyerang, dan 402 unit pesawat tempur, sedangkan Indonesia jika dibandingkan dengan anggaran pertahanan di kawasan ASEAN, Indonesia memiliki 466 pesawat, di mana dari jumlah tersebut terdapat 48 unit pesawat tempur.

Foto : turdef.com

Indonesia dicurigai telah curi teknologi pesawat tempur KF 21

Sejumlah insinyur asal Indonesia kini tengah diselidiki di Korea Selatan (Korsel). Ini terkait dugaan pencurian teknologi pesawat tempur KF-21 yang sedang dikembangkan di negara itu.

Sebanyak dua teknisi yang dikirim dari Indonesia itu sedang dalam penyelidikan usai diduga berusaha mencuri informasi teknologi terkait proyek pesawat tempur bersama RI-Korsel tersebut

Kabar ini disampaikan badan pengadaan milik negara Jumat (2/2/2024). Menurut Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA), para insinyur yang dikirim ke Korea Aerospace Industries (KAI) kemungkinan menyimpan data pengembangan KF-21 di USB.

Baca JugaWow! Indonesia Jadi Negara Pemilik Satelit Terbanyak se-Asia Tenggara

Foto : theaviationgeekclub.com

Hasil Penyidikan

Laporan menunjukkan keterlibatan dua insinyur dalam dugaan aktivitas tersebut. Para pakar ini bekerja untuk proyek tersebut di Korea Aerospace Industries (KAI). DAPA menyatakan pihak berwenang menangkap mereka pada Januari 2024. Namun, belum ada kejelasan mengenai teknologi pasti yang telah dicuri.

Mereka kedapatan berusaha mengambil file terkait proyek yang disimpan di drive USB, demikian dikutip dari KSB World, Jumat (2/2).

Berdasarkan penyelidikan bersama para pakar itu dilarang meninggalkan Korsel. Investigasi ini melibatkan Badan Intelijen Nasional (NIS), badan pengadaan pertahanan, dan Komando Kontra Intelijen Pertahanan.

Salah satu pejabat DAPA mengatakan penyelidikan fokus terhadap identifikasi dokumen spesifik yang coba dicuri para pakar tersebut.

Dia juga mengatakan USB itu berisi dokumen umum bukan dokumen yang terkait teknologi strategis yang bisa saja melanggar undang-undang rahasia militer atau perlindungan industri pertahanan teknologi.

Baca juga: Koper Pintar Baterai Permanen Dilarang Masuk Pesawat, Begini Regulasi Kemenhub

Karena akses yang terbatas para pakar ke zona rahasia di dalam gedung KAI, penyelidik juga disebut sedang mengkaji kemungkinan ada pihak internal.

KF-21 merupakan proyek bersama Indonesia, dan Korsel. RI sepakat untuk menanggung 20 persen dari total biaya senilai 1,7 triliun won. Nantinya, Indonesia akan menerima prototype, dan dokumen teknologi dari Korsel.

Hingga Januari 2019, Indonesia telah membayar 227,2 miliar won. Namun, pemerintah RI masih menunggak pembayaran sekitar satu triliun won dengan alasan kekurangan anggaran.

Pada Januari 2024, Dedy Laksmono, Direktur Teknologi dan Kementerian Pertahanan Indonesia, mengatakan bahwa Jakarta tetap berkomitmen untuk mengatasi utang terkait dengan pengembangan bersama proyek pesawat tempur KF-21.

Sejak prototipe pertama selesai pada April 2021, KF-21 keenam berhasil terbang tahun lalu. Angkatan Udara Korsel juga berencana untuk memulai produksi jet tempur KF-21 akhir tahun ini. Di 2031 ditarget sebanyak 120  pesawat tempur KF-21 terbuat. 

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(aa)

Share :