Heboh! Akun @DetektifFiktif di Twitter Bongkar Kejanggalan Jouska

Nimas Disri . August 03, 2020

Foto: Teknologi.id 

Teknologi.id - Huru-hara kasus Jouska masih terus berlanjut. Kali ini, tak hanya para korban yang bersuara, tapi juga netizen Twitter yang sepertinya geram dengan kasus ini. Salah satunya akun @DetektifFiktif di Twitter yang baru saja bergabung di Twitter sejak Juli 2020 tetapi sudah memiliki 13 ribu lebih pengikut. 

Baca Juga: Deretan Unggahan Kontroversial Jouska, Ngopi Rp 47 Juta hingga Biaya Persalinan Rp 166 Juta

Akun anonim ini memberikan pendapatnya sejak kasus Jouska terkuak. Pada 22 Juli, @DetektifFiktif menyarankan pengikutnya untuk memeriksa kembali pernyataan resmi CEO Jouska, Aakar Abyasa, yang dinilai normatif. 



Setelah cuitan pertama di tanggal 22 Juli, akun ini terus-menerus memberikan update dan juga hipotesis terhadap kasus ini. Uniknya, salah satu dari dua hipotesis yang ditulis Detektif Fiktif pada 24 Juli, benar-benar terjadi pada 3 Agustus. 



Dan kemarin (3/8), saat CEO Jouska mengirimkan email kepada masing-masing klien yang berisi permintaan maaf dan komitmen terbuka, akun ini juga turut berkomentar dan memberikan pandangannya. Dalam email tersebut, Aakar berjanji akan menitikberatkan pada pemberian solusi bagi para klien.

"Pertama-tama, saya dengan ini memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para klien atas kerugian yang dialami bersama pada portfolio investasi masing-masing, khususnya sehubungan dengan transaksi investasi saham. Saya menyadari adanya ketidaknyamanan yang dialami para klien sehubungan dengan hal tersebut," tutur Aakar dalam email kepada para kliennya. 

Detektif Fiktif mengomentari surat ini dengan membeberkan beberapa kejanggalan serta pesan-pesan untuk para klien yang akan menghadapi Jouska. 



Selain itu, akun ini juga pernah menyampaikan logikanya terkait keputusan pembelian saham LUCK dan mismanagement Amarta Investa/Mahesa. Detektif Fiktif berujar bahwa kerugian yang dialami klien disebabkan oleh keputusan pembelian saham LUCK yang direkomendasikan oleh Jouska, bukan Amarta Investa/Mahesa. Berdasarkan fakta yang diuraikan, Detektif Fiktif menyampaikan konklusi bahwa yang bersalah tetaplah Jouska dan akan mengorek terus sampai Jouska benar-benar terbuka tentang masalah yang sebenarnya. 



Tak hanya sebatas rentetan kasus yang menyerang Jouska saja yang dibahas, tetapi juga masalah penggantian nama sang CEO, Aakar Abyasa Fidzuno. Topik ini sempat hangat di akun Detektif Fiktif karena ia mengulik lebih lanjut data dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara milik Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Portal tersebut menampilkan keterangan permohonan ganti nama dari Ahmad Fidyani, yang diketahui sebagai nama asli Aakar Abyasa. 



Baca Juga: Terkuak, Izin Usaha Jouska Ternyata Lembaga Kursus?

Belum jelas siapa dalang di balik akun Detektif Fiktif ini. Namun kehadirannya di Twitter, memberikan angin segar bagi para korban dan netizen yang penasaran dengan kelanjutan kasus Jouska. Sampai kemarin, akun ini masih terpantau aktif dan melayani komentar dari beberapa pengikutnya. 

(nd)
Share :