
Foto: Pixabay
Teknologi.id - China semakin serius memasuki era baru industri antariksa komersial. Setelah lama dikenal kuat dalam misi ilmiah dan militer, kini Negeri Tirai Bambu mulai membuka pintu bagi wisata luar angkasa. Langkah ini ditandai dengan dibukanya pemesanan tiket penerbangan suborbital oleh InterstellOr, perusahaan antariksa komersial asal Beijing. Tak hanya menawarkan pengalaman menembus batas atmosfer Bumi, InterstellOr juga secara terbuka mengumumkan harga tiket yang harus dibayar calon wisatawan antariksa.
InterstellOr Resmi Masuk Bisnis Wisata Antariksa
InterstellOr merupakan perusahaan antariksa swasta yang didirikan pada Januari 2023 dan berbasis di Beijing. Meski terbilang muda, perusahaan ini didukung oleh tim teknis yang memiliki pengalaman panjang di program antariksa berawak China. Dengan bekal tersebut, InterstellOr kini mulai menggarap pasar wisata luar angkasa suborbital yang sebelumnya didominasi perusahaan Barat.
Sebagai langkah awal, InterstellOr telah membuka reservasi tiket penerbangan, meskipun jadwal terbang resminya masih menunggu proses pengujian dan sertifikasi. Strategi ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun ekosistem wisata antariksa sejak tahap pengembangan awal.
Baca juga: Siapkan Rp4 Miliar! Hotel Pertama di Bulan Resmi Buka Reservasi untuk Kaum Sultan
Kapsul CYZ1, Wahana Wisata Menuju Tepi Angkasa
Pada 22 Januari 2026, InterstellOr memperkenalkan kapsul awak CYZ1 (ChuanYueZhe 1) versi eksperimental skala penuh. Kapsul ini dirancang khusus untuk membawa penumpang melintasi Garis Karman, batas imajiner antara atmosfer Bumi dan luar angkasa yang berada di ketinggian sekitar 100 kilometer.
Dalam penerbangan suborbital tersebut, penumpang akan merasakan kondisi mikrogravitasi selama beberapa menit. Momen tanpa bobot inilah yang menjadi daya tarik utama wisata luar angkasa, sebelum kapsul kembali memasuki atmosfer dan mendarat dengan sistem peredam khusus yang kini masih terus diuji oleh perusahaan.
InterstellOr menargetkan penerbangan berawak pertamanya bisa terlaksana pada 2028, apabila seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai rencana.
Harga Tiket Fantastis dengan Pengalaman yang Eksklusif

Foto: Getty Images
Mengutip laporan Space, harga tiket wisata luar angkasa yang ditawarkan InterstellOr dipatok sekitar 3 juta yuan per orang, atau setara dengan Rp 7,3 miliar. Untuk mengamankan kursi, calon penumpang diwajibkan membayar uang muka sebesar 10 persen dari total harga tiket. Meski tergolong sangat mahal, harga tersebut sejalan dengan tarif wisata suborbital global.
Pengalaman menembus batas angkasa dan melihat lengkungan Bumi dari ketinggian ekstrem dinilai sebagai pengalaman eksklusif yang hanya bisa dirasakan segelintir orang.
Selebritas Jadi Daya Tarik Awal
Untuk menarik perhatian publik, InterstellOr menggandeng aktor ternama China, Johnny Huang Jingyu, sebagai penumpang selebritas pertama. Johnny dijadwalkan terbang dengan nomor penumpang 009, sebuah simbol promosi yang kuat bagi perusahaan.
Selain itu, InterstellOr juga mengumumkan bahwa Lin Xiaoyan, seorang penyair China-Amerika, akan menjadi perempuan Tionghoa perantauan pertama yang mengikuti penerbangan luar angkasa bersama mereka. Kehadiran figur publik ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap proyek ambisius tersebut.
Baca juga: Perang Baru Musk vs Bezos: Adu Cepat Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa!
China Ikuti Jejak Perusahaan Barat
Langkah InterstellOr menempatkan China dalam peta persaingan wisata antariksa global. Sebelumnya, perusahaan Amerika Serikat seperti Blue Origin milik Jeff Bezos telah lebih dulu mengoperasikan penerbangan suborbital singkat dengan membawa selebritas dan tokoh publik.
Tak hanya InterstellOr, persaingan di dalam negeri China juga diprediksi semakin ketat. Perusahaan lain seperti CAS Space dan Deep Blue Aerospace tengah mengembangkan teknologi roket dan kapsul yang dapat digunakan kembali untuk layanan serupa.
Dengan semakin banyaknya pemain, wisata luar angkasa yang dulu hanya ada dalam fiksi ilmiah kini perlahan berubah menjadi industri nyata. Meski masih terbatas untuk kalangan tertentu, kehadiran paket wisata antariksa dari China menjadi sinyal bahwa perlombaan menuju angkasa kini memasuki babak baru.
Meski saat ini masih berstatus pengalaman eksklusif dengan harga fantastis, langkah ini menandai awal era baru di mana perjalanan ke luar angkasa perlahan beralih dari misi negara menjadi pengalaman komersial bagi masyarakat luas.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)