5 Algoritma Terbaik yang Harus Diketahui Setiap Programmer

Saat ini, perkembangan teknologi di dunia semakin pesat. Banyak inovasi baru yang diperkenalkan setiap harinya. Keberhasilan program-program karena adanya pengkodean dan juga algoritma yang digunakan untuk mengembangkan program tersebut. Oleh karena itu, jika ingin sebuah program bisa sukses dan lengkap, diperlukan sebuah algoritma yang tepat dan akurat.

Algoritma adalah langkah-langkah yang disusun secara tertulis dan berurutan untuk menyelesaikan suatu masalah.  Sedangkan Algoritma Pemrograman adalah langkah-langkah yang ditulis secara berurutan untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer.

Dalam pemrograman yang sederhana, algoritma merupakan langkah pertama yang harus ditulis sebelum menuliskan program. Masalah yang dapat diselesaikan dengan pemrograman komputer adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan perhitungan matematik.

Kali ini, Teknologi.id akan membahas 5 algoritma terbaik yang harus diketahui oleh setiap programmer. Berikut daftarnya:

Hashing Algorithms

Hashing adalah sebuah string dari karakter menjadi nilai yang merepresentasikan string aslinya. Menurut bahasanya, hash berarti memenggal dan kemudian menggabungkan. Hashing digunakan sebagai metode untuk menyimpan data dalam sebuah larik (array) agar penyimpanan data, pencarian data, penambahan data dan penghapusan data dapat dilakukan dengan cepat.

Ide dasarnya adalah menghitung posisi record yang dicari dalam larik, bukan membandingkan record dengan isi pada larik. Fungsi yang mengembalikan nilai atau kunci disebut fungsi hash dan larik yang digunakan disebut tabel hash. Secara teori, kompleksitas waktu (T(n)) dari fungsi hash yang ideal adalah O(1). Untuk mencapai itu setiap record membutuhkan suatu kunci yang unik

Search Algorithms

Pencarian (searhing) merupakan proses yang sangat penting dalam pengolahan data. Proses pencarian adalah menemukan nilai atau data tertentu di dalam sekumpulan data yang bertipe sama.

Algoritma pencarian (search algorithms) adalah algoritma yang menerima sebuah Kata kunci (key), selanjutnya ada langkah-langkah tertentu untuk mencari rekaman dengan kata kunci tersebut. Setelah proses pencarian dilaksanakan, maka diperoleh salah satu dari dua kemungkinan, yaitu data yang dicari ditemukan atau tidak ditemukan. Algoritma ini terbagi menjadi 2 macam yaitu sequential search dan binary search

Sort Algorithms

Algoritma Pengurutan (Sort Algorithms) adalah kumpulan langkah sistematis atau secara berutan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Salah satu contoh dari algoritma untuk langkah ini adalah sorting (pengurutan). Sorting dapat didefinisikan sebagai pengurutan sejumlah data berdasarkan nilai tertentu. Pengurutan dapat dilakukan dari nilai terkecil hingga ke nilai terbesar (ascending) atau sebaliknya.

Algoritma ini dibagi menjadi dua macam yaitu Comparasion Sort (Bubble Sort, Selection Sort, Insertion Sort, Merge Sort, Quick Sort) dan Non-Comparasion Sort (Radix Sort, Counting Sort). Comparasion Sort adalah algoritma yang dalam proses pengurutannya melakukan pembandingan antar data. Non-Comparasion Sort adalah algoritma pengurutan dimana dalam prosesnya tidak melakukan perbandingan antar data.

Dynamic Programming Algorithms

Dynamic Programming merupakan salah satu teknik perancangan algoritma yang dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan yang sangat kompleks dengan memecah permasalahan tersebut menjadi banyak sub-permasalahan. Perbedaan utama Dynamic Programming dengan Divide and Conquer adalah pada Dynamic Programming kita menggunakan kembali hasil kalkulasi sub-masalah yang telah dilakukan sebelumnya.

Kegunaan utama dari Algoritma ini adalah untuk menyelesaikan masalah optimasi. Permasalahan optimasi artinya permasalahan yang mencari nilai terbaik, baik maksimal maupun minimal, dari sebuah solusi. Salah satu contoh paling praktis dalam penerapan DP model ini adalah algoritma untuk membuat teks rata tengah.

Link Analysis Algorithms

Pada algoritma link analysis berdasar pada dua asumsi, yaitu tautan yang disampaikan oleh seseorang dan halaman yang dikutip oleh halaman tertentu dan mungkin memiliki topik yang sama. Pada umumnya dalam perhitungan link analysis, web dianggap sebagai unit terkecil dalam pembangunan graf web.

Dengan demikian, setiap link pada setiap web akan dianggap sama, tanpa memperhitungkan letak dari link tersebut. Akibatnya, link yang terletak pada block yang kecil kemungkinannya untuk mendapat perhatian dari user akan mendapat bobot yang sama pula, dibandingkan dengan block yang terletak di tengah halaman web yang memiliki kemungkinan untuk mendapat perhatian oleh user.

Sebagai solusinya, muncul metode block level link analysis yang memilah bagian web menjadi satuan block. Dengan demikian, setiap satuan block mendapat bobot yang berbeda, sehingga link yang berada pada block yang lebih besar dan memungkinkan untuk mendapat perhatian lebih dari user akan mendapatkan bobot yang lebih besar pula.

Jadi, apakah kalian tertarik menggunakan deretan algoritma ini? nst

Baca Juga: Ingin Jadi Programmer? Pelajari 7 Tips Terbaik Berikut Ini!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *