Bos Xiaomi Prediksi Harga HP Terus Naik, Konsumen Diminta Jangan Menunda Beli

Teknologi.id . May 28, 2026

Foto: Quartz

Teknologi.id - Industri smartphone diperkirakan akan menghadapi kenaikan harga dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya biaya komponen penting, terutama chip memori dan penyimpanan yang menjadi bagian utama dalam sebuah ponsel.

Peringatan tersebut datang dari CEO Lei Jun saat peluncuran Xiaomi 17 Max di China. Ia menyebut pengguna yang berencana mengganti ponsel dalam waktu dekat sebaiknya tidak terlalu lama menunda pembelian karena harga smartphone diprediksi akan terus meningkat.

Menurut Lei Jun, lonjakan harga memori sudah mulai dirasakan industri teknologi sejak tahun lalu. Bahkan, biaya komponen diperkirakan masih akan naik setidaknya hingga dua tahun ke depan. Situasi ini membuat produsen smartphone harus menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin besar.

Baca juga: Mulai September 2026, WhatsApp Tak Bisa Dipakai di Sejumlah HP Android Ini

Harga Memori Jadi Penyebab Utama Harga HP Naik

Chip memori menjadi salah satu komponen paling penting dalam smartphone modern. Komponen ini digunakan untuk RAM maupun penyimpanan internal. Ketika harga memori naik, biaya produksi perangkat otomatis ikut meningkat.

Lei Jun menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut tidak hanya berdampak pada smartphone, tetapi juga berbagai perangkat elektronik konsumen lainnya. Meski begitu, Xiaomi mengaku masih berusaha menjaga harga produknya tetap kompetitif.

Perusahaan disebut melakukan berbagai langkah efisiensi, mulai dari optimalisasi teknologi internal hingga peningkatan rantai pasok agar kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen.

Namun, Xiaomi juga mengakui bahwa menjaga harga smartphone tetap stabil akan semakin sulit jika harga memori terus naik dengan kecepatan seperti sekarang.

Harga HP Premium Bisa Tembus Rp 26 Juta

Sebelumnya, Presiden Xiaomi Group Lu Weibing juga menyampaikan prediksi serupa. Ia memperkirakan harga smartphone flagship dari vendor China bisa menembus 10.000 yuan atau sekitar Rp 26 jutaan pada akhir 2026.

Lu Weibing menyebut kenaikan harga memori kemungkinan masih berlangsung hingga akhir 2027, bahkan berpotensi berlanjut sampai 2028 jika kondisi pasar belum stabil.

Dampaknya mulai terlihat di pasar China. Sejak Maret 2025, harga smartphone di negara tersebut dilaporkan naik sekitar 200 hingga 400 yuan akibat mahalnya harga komponen.

Baca juga: SIM Digital Resmi Hadir, Pengendara Kini Bisa Tunjukkan SIM Lewat HP

Konsumen Disarankan Tidak Menunda Beli HP Baru

Melihat tren tersebut, konsumen yang memang sudah berencana membeli smartphone baru disarankan mempertimbangkan upgrade lebih cepat. Jika harga komponen terus naik, kemungkinan besar harga HP di berbagai kelas, termasuk flagship dan mid-range, juga akan ikut meningkat.

Kondisi ini bisa membuat konsumen harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan spesifikasi yang sama di masa mendatang.

Selain itu, tren penggunaan AI di smartphone, kapasitas baterai besar, kamera lebih canggih, dan penyimpanan yang semakin besar juga ikut mendorong kebutuhan komponen memori yang lebih tinggi. Hal tersebut membuat potensi kenaikan harga smartphone semakin sulit dihindari.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)


author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar