Akibat Serangan Israel, 9 Situs Arkeologi di Gaza Terancam Hancur

Silviya Zukhruf Aini . November 17, 2023

situs sejarah

Foto: DailyMail

Teknologi.id - Dampak yang terjadi akibat dari serangan Israel ke Palestina menimbulkan kerusakan besar di sejumlah wilayah Palestina. Tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa, tetapi juga terjadi kerusakan besar di bagian infrastruktur, serta situs-situs penting seperti situs sejarah, arkeologi, dan budaya yang terancam hancur akibat serangan Israel tersebut.

Lokasi situs bersejarah tersebut banyak terdapat dalam zona evakuasi utara, di mana warga sipil Palestina telah diberi instruksi oleh para Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk melarikan diri sebagai persiapan untuk serangan skala penuh.

Dikutip dari DailyMail, seorang arkeolog Prancis yang telah bekerja di Palestina selama beberapa dekade bernama Jean-Baptiste Humbert, mengatakan bahwa meskipun tidak ada seorang pun yang dengan sengaja menghancurkan situs-situs bersejarah, tetapi kondisi yang terjadi di Palestina telah menyebabkan hilangnya warisan budaya di wilayah tersebut.

Humbert juga menambahkan kepada DailyMail, "Masyarakat Gaza peka terhadap warisan budayanya, tetapi penghancuran yang dilakukan oleh pasukan penjajah selama lima puluh tahun terakhir berarti bahwa prioritas penting seperti memberi makan, merawat, dan mendidik penduduk telah mengesampingkan warisan budaya yang kerap menjadi sebuah kemewahan bagi negara-negara maju."

Baca juga: Elon Musk Beri Kritik Soal Israel-Hamas: Membunuh Hamas Justru Menambah Jumlah Mereka 

Juru Bicara UNESCO mengungkapkan keprihatinannya terhadap konservasi beberapa situs bersejarah di Gaza karena kurangnya kebijakan publik untuk melindungi mereka.

"Semua situs warisan Israel dan Palestina saat ini berisiko mengalami kerusakan. UNESCO tentu saja sangat prihatin dengan dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh konflik ini terhadap warisan budaya di Palestina dan Israel", jelas pihak UNESCO.

Ada sembilan situs bersejarah yang terancam hancur akibat serangan tersebut, yaitu:

1. Gereja Saint Porphyrius

situs1

Foto: DailyMail

Gereja ini merupakan gereja tertua yang dibangun di kawasan kota Zaytun dan telah berdiri sejak tahun 1150-an. Dibangun oleh Tentara Salib, gereja Ortodoks Yunani ini mengambil namanya dari uskup Gaza pada abad ke-5 yang makamnya terletak di sudut timur laut. 

Gereja tersebut biasanya memberikan pelayanan berupa perlindungan bagi seluruh umat dari berbagai agama selama terjadinya konflik. Namun kini, gereja tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan rudal yang menewaskan banyak orang.

Sebuah rudal yang menghantam gereja telah menewaskan beberapa orang yang berlindung di dalamnya dan meruntuhkan bangunan di sebelahnya. | Foto: DailyMail

Baca juga: RS Indonesia di Gaza Dibombardir Rudal Israel, 11 Serangan dalam Sehari 

2. Tell Umm Amer (Biara St. Hilarion)

Foto: DailyMail

Biara ini merupakan salah satu Biara Kristen terbesar di Timur Tengah, dibangun untuk didedikasikan untuk St. Hilarion, Bapak Monastisisme Palestina. Bangunan pertama di situs ini telah berdiri sejak 1.600 tahun yang lalu, tepatnya didirikan pada tahun 400 Masehi.

Letak biara ini tersembunyi di antara bukit pasir pantai sejauh 10 km di sebelah selatan Kota Gaza, sisa-sisa Tel Umm Amer, atau Biara St. Hilarion, berdiri selama empat abad dari akhir Kekaisaran Romawi hingga Periode Umayyah.

Pada masa kejayaannya, biara ini melayani para peziarah dan pedagang yang menyebrangi tanah suci dari Mesir menuju Lebanon dan Suriah Modern, yang berhenti untuk beristirahat dan menikmati pemandian bergaya Romawi.

Namun, biara tersebut runtuh akibat gempa bumi pada abad ke-7. Kemudian, pada tahun 1999, para arkeolog lokal menemukan biara tersebut dan menggalinya. 

3. Qalaat Barquq

Foto: DailyMail

Qalaat Baruq merupakan benteng yang terletak di Khan Younis, Gaza Selatan, yang dibangun pada abad ke-14 pada masa pemerintahan Mamluk Sultan Barquq. Mulanya, benteng ini digunakan oleh para pedagang yang melakukan perjalanan antara Damaskus dan Kairo, dan dijaga ketat sepanjang waktu.

Kini, fasad depan dan salah satu menaranya masih berdiri, sementara sebagian besar struktur bangunannya telah diubah menjadi ruang tamu dan pertokoan.

Baca juga: Israel Pede Mampu Lumpuhkan Terowongan Hamas Pakai Robot dan Alat Peledak 

4. Qasr Al-Basha


Foto: DailyMail

Banyaknya nama Qasr al-Basha menjadi bukti dari sejarah panjangnya dan aktivitas internasional selama puluhan tahun di Gaza. Qasr al-Basha didirikan oleh Sultan Zahir Baibars yang bertujuan sebagai benteng pertahanan ketika melawan Tentara Salib dan Invasi Mongol. 

Pada abad ke-13, bangunan ini dikenal juga sebagai Istana Istana Pasha, Kastil Radwan, atau Benteng Napoleon, pernah menjadi pusat kekuasaan bagi semua orang mulai dari Ottoman hingga Inggris.

Saat ini, benteng tersebut digunakan sebagai museum budaya dari berbagai artefak yang ditemukan di Gaza. Perubahan dari benteng menjadi gudang arkeologis tersebut dibantu dengan Dana Pembangunan PBB.

5. Masjid Agung Al-Omari

Foto: DailyMail

Masjid Agung Al-Omari telah berdiri sejak lebih dari 700 tahun yang lalu dan merupakan masjid tertua dan terbesar di Jabaliya, serta menjadi tempat ibadah bagi sekitar 1.000 warga Gaza. Namun di tahun 2014, masjid tersebut rusak parah akibat serangan udara yang dilakukan oleh pasukan Israel ketika memasuki wilayah Gaza.

Baca juga: Pemerintah China Bantah Telah Menghapus Israel dari Peta Digital Baidu dan Alibaba 

6. Rumah Al-Ghussein

Foto: DailyMail

Rumah Al-Ghussein dibangun pada abad ke-18 oleh keluarga kaya Al-Ghusseini. Pada masa Mandat Inggris, bangunan ini merupakan rumah konsul Inggris. Rumah tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak bangunan bersejarah di Gaza yang mengalami kerusakan dan pembusukan akibat krisis yang sedang berlangsung.

7. Hammam al-Sammara

Foto: DailyMail

Hammam al-Sammara telah ada sejak 1320 M dan dibangun oleh masyarakat Samaria, yaitu cabang Yudaisme Kuno. Hammam al-Sammara merupakan tempat pemandian bergaya Turki yang digunakan oleh penduduk setempat sebagai sauna.

Selama 700 terakhir, situs tersebut telah rusak dan tidak dapat diperbaiki. Namun kini setelah berhasil dipulihkan, Hammam al-Sammara menjadi satu-satunya pemandian tradisional yang aktif di Gaza.

8. Pemakaman Romawi Ard-al-Moharbeen

Foto: DailyMail

Pemakaman ini mulanya ditemukan oleh kru konstruksi yang akan mengerjakan proyek perumahan dekat kamp pengungsian Jabalia. Kemudian pada Juli 2023, dilakukan penggalian dengan dana dari British Council. Pemakaman ini berukuran lebih dari 43.0000 kaki persegi, berisi setidaknya 130 makam yang berasal dari antara tahun 200 SM hingga 200 M.

Baca juga: Iron Dome Error, Rudal Israel Berbalik Arah dan Hantam Rumah Sakit di Tel Aviv 

Selain itu, ditemukan oleh para arkeolog dua peti mati dari timah yang diukir dengan indah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa elit Romawi pernah dimakamkan di sini.

Namun, situs pemakaman tersebut mengalami kerusakan berat dan berada dalam ancaman kehancuran yang parah, yang disebabkan oleh pengeboman Israel di wilayah Gaza.

9. Situs Arkeologi Tel Rafah

Foto: DailyMail

Pada perbatasan selatan Gaza dengan Mesir, terdapat situs arkeologi terbesar yang merupakan bekas pemukiman kuno dari Era Kanaan. Situs arkeologi tersebut bernama Tel Rafah. Berdasarkan hasil penggalian di Tel Rafah, ditemukan koin, bot, dan kaca yang telah dibuat sejak tahun 1400 SM. Situs Arkeologi Tel Rafah tidak banyak dieksplorasi sebab kurangnya sumber daya dan terbatasnya dukungan pemerintah.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(sza)

Share :