Implan Otak Masuk Era Produksi Massal, Neuralink Siap Skala Industri 2026!

Yasmin Najla Alfarisi . January 02, 2026

Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Teknologi.id -  Era teknologi brain-computer interface (BCI) tumbuh dengan sangat cepat. Miliarder Elon Musk baru-baru ini mengumumkan startup miliknya, Neuralink, akan memulai produksi besar-besaran dari perangkat implan otaknya di tahun 2026. Rencana ambisius ini menandai perubahannya dari eksperimen medis tingkat awal ke industri global besar.

Operasi Otomatis dan Produksi Massal

Foto: X/ Tangkapan layar akun X @elonmusk.

Dalam sebuah unggahan terbaru di X, Elon mengatakan tahun 2026 akan menjadi tahun penting bagi Neuralink. Bukan hanya meningkatkan angka produksi perangkatnya, perusahaan ini juga berencana untuk beralih ke prosedur bedah yang hampir sepenuhnya otomatis.

Proses ini membutuhkan robot bedah khusus yang memasukkan benang yang sangat tipis (ultra-fine), lebih tipis dari rambut manusia, langsung ke dura (selaput) otak tanpa perlu mengangkatnya. Elon menjelaskan kemajuan ini sebagai pencapaian masif, karena dapat menyederhanakan operasi rumit dan membuatnya lebih aman dan efisien untuk jumlah pasien yang lebih besar. Dengan menyingkirkan keterlibatan manual manusia yang sangat teliti, Neuralink berharap dapat melakukan ribuan pembedahan setiap tahunnya.

Baca juga: Implan Otak Neuralink Elon Musk Dipakai 12 Pasien, Bikin Lumpuh Bisa Gerak Lagi

Terbukti Berhasil dalam Uji Klinis pada Manusia

Foto: Neuralink/ Tangkapan layar video pioneers.

Teknologi Neuralink utamanya dirancang untuk membantu individu dengan kondisi medis yang parah, seperti cedera tulang punggung atau kelumpuhan. Dengan menghubungkan otak manusia secara langsung ke komputer, pasien dapat mengoperasikan alat digital hanya melalui pikiran.

Keberhasilan implan ini sudah ditunjukkan. Sejak uji klinis pada manusia dimulai pada awal 2024, para pasien melaporkan hasil yang mengubah hidupnya. Contohnya, partisipan manusia pertama telah sukses menggunakan impan ini untuk:

  • Bermain video games dan menjelajahi internet.
  • Mengunggah konten di media sosial secara mandiri.
  • Mengendalikan kursor laptop dengan akurat.

Pada September 2025, Neuralink melaporkan 12 orang di dunia dengan kelumpuhan parah telah menerima implannya, yang memperbolehkan mereka untuk mengendalikan baik perangkat digital dan fisik melalui pikirannya. Kelompok pengguna dini ini mewakili penelitian "PRIME", yang berfokus pada uji keselamatan dan fungsi dasar untuk pasien dengan kelumpuhan anggota tubuh.

Menghadapi Rintangan Regulasi dan Pendanaan

Perjalanan menuju 2026 tidak mudah. Di tahun 2022, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat awalnya menolak permohonan Neuralink karena masalah keselamatan. Walau begitu, setelah menyempurnakan protokol dan mengatasi masalah penyusutan benang, perusahaan ini akhirnya menerima lampu hijau untuk uji klinis manusia pada 2024.

Demi mendukung skala besar ini, Neuralink mengamankan pendanaan sebesar $650 juta (sekitar Rp10,8 triliun) di Juni 2025. Modal ini digunakan untuk meningkatkan otomatisasi robot bedah dan memperluas fasilitas produksi. Walau masih ada tantangan, seperti membutuhkan uji coba "penting" sebelum mendapat izin FDA sepenuhnya, FDA memberikan Neuralink gelar "Perangkat Terobosan Baru" dalam pidatonya mengenai teknologi pemulihan, yang mempercepat proses peninjauan.

Panggung Kompetitif: Hardware vs. Software

Meskipun Neuralink utamanya perfokus pada hardware, industri ini juga melihat pertumbuhan di BCI software. Kelompok akademis seperti Braingate dan platform software seperti EMOTIV atau Arctop sedang merancang "middleware" yang mengizinkan  perangkat BCI yang berbeda untuk berkomunikasi dengan sistem operasi standar. Fondasi digital ini memberi kesempatan bagi para developer untuk merancang aplikasi aksesibilitas bahkan sebelum Neuralink mencapai produksi massal. Investor semakin tertarik pada platform yang tidak bergantung pada perangkat keras (hardware-agnostic) yang dapat beroperasi di berbagai perangkat BCI, mirip dengan bagaimana mesin software mengubah perkembangan game.  

Baca juga: Pecahkan Rekor Dunia! Harta Elon Musk Tembus Rp12.500 Triliun

Tidak Hanya Otak: Visi Elon Musk di 2026

Perluasan Neuralink hanya salah satu dari dorongan teknologi Elon Musk yang lebih luas. Tahun ini diposisikan sebagai batu loncatan untuk beberapa perusahan miliknya:

  • SpaceX: Mempersiapkan peluncuran Starship V3 dan melepaskan satelit Starlink V3 untuk internet yang lebih cepat.
  • Tesla: Merencankan produksi massal Cybercab, Tesla Semi, dan robot humanoid Optimus Gen 3.
  • xAI: Memperluas klaster superkomputer "Colossus" di Memphis untuk meningkatkan kapasitas pelatihan AI.
  • The Boring Company: Membuka sistem transit Nashville Loop untuk mengurangi kemacetan perkotaan.

Masa Depan Simbiosis Manusia dan AI

Meski tujuan utama Neuralink adalah medis, untuk membantu mereka yang mengalami kelumpuhan, visi jangka panjang Elon lebih radikal dari itu. Ia berharap untuk dapat menciptakan "simbiosis" antara manusia dan kecerdasan buatan. Dengan menggunakan implan "N1" atau "The Link", yang mengandung ribuan elektroda, Elon membayangkan masa depan di mana kemampuan kognitif manusia dapat ditingkatkan agar dapat bersaingan dengan AI. Di 2026, dunia akan melihat apakah Neuralink akan berhasil melewati regulasi terakhir untuk membwa teknologi "superhuman" ini ke pasar global. 


Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.


(yna/sa)


Share :