
Foto: iStock
Teknologi.id – Persaingan supremasi teknologi global kini memasuki babak baru yang lebih mendalam, merambah langsung ke dalam kendali pikiran manusia. Sementara dunia selama ini lebih banyak terpaku pada inovasi Neuralink besutan miliarder Elon Musk, industri Brain-Computer Interface (BCI) atau antarmuka otak-komputer di China dilaporkan tengah melesat dalam senyap.
Berdasarkan analisis mendalam dari laporan TechCrunch, China kini tidak lagi sekadar berada di fase penelitian laboratorium dasar, melainkan sedang berpacu mengakselerasi teknologi tersebut menuju tahap komersialisasi dan produksi massal. Lompatan masif yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan rintisan (startup) di China ini tidak terjadi secara kebetulan. Kesuksesan transisi dari riset menuju skala industri ini didorong oleh empat faktor krusial yang saling terintegrasi: dukungan kebijakan pemerintah yang sangat kuat, ketersediaan sumber daya uji klinis yang luas, aliran modal investor yang deras, serta dorongan penetrasi ke ranah produk konsumen.
Dukungan Penuh "Top-Down" dari Beijing

Foto: Medium
Sama halnya dengan strategi taktis yang sebelumnya sukses melambungkan industri kendaraan listrik (EV) dan panel surya, pemerintah China menerapkan pendekatan top-down yang sangat solid untuk sektor BCI. Beijing memandang teknologi antarmuka otak-komputer bukan hanya sebagai terobosan medis, melainkan sebagai aset strategis keamanan nasional dan fondasi utama bagi evolusi kecerdasan buatan (AI) di masa depan.
Untuk memuluskan ambisi tersebut, pemerintah China telah menggelontorkan dana khusus ilmu otak (brain science fund) senilai US$165 juta. Lebih dari itu, tujuh kementerian di China secara bersama-sama telah merilis peta jalan (roadmap) nasional yang menetapkan target pencapaian tonggak inovasi teknologi BCI secara mandiri pada tahun 2027. China secara gamblang menargetkan untuk membangun ekosistem industri yang utuh dan mampu bersaing di level global paling lambat pada tahun 2030.
Komitmen ini semakin dipertegas dengan langkah Administrasi Produk Medis Nasional China yang telah merilis standar industri pertama untuk perangkat medis BCI. Regulasi ini secara resmi telah diberlakukan secara efektif pada 1 Januari 2026, memberikan kepastian hukum yang sangat dibutuhkan oleh para pengembang dan investor untuk mempercepat penetrasi produk inovatif mereka ke rumah sakit.
Baca juga: Implan Otak Masuk Era Produksi Massal, Neuralink Siap Skala Industri 2026!
Lompatan Klinis dan Persaingan Sengit dengan Neuralink
Geliat industri BCI China dibuktikan melalui pencapaian operasional klinis yang luar biasa cepat. Salah satu pemain utama di sektor ini, NeuroXess, baru-baru ini menjadi sorotan setelah sukses membuat seorang pasien penderita lumpuh empat anggota gerak (quadriplegia) mampu mengendalikan kursor komputer secara presisi murni menggunakan pikiran. Menariknya, kemampuan adaptasi ini dicapai hanya dalam waktu lima hari pasca-operasi penanaman cip di otak pasien.
Meskipun secara performa cip buatan China masih terus disempurnakan—data awal menunjukkan teknologi NeuroXess memiliki kecepatan transfer neural sekitar 5,2 bit per detik (bps), membuntuti standar 10 bps yang diklaim oleh Neuralink—kecepatan eksekusi uji klinis di China jauh melampaui negara-negara Barat. Hal ini dimungkinkan karena ekosistem medis China ditunjang oleh akses ke basis pasien yang masif, prosedur persetujuan regulasi klinis yang lebih ringkas, serta dukungan asuransi kesehatan yang lebih adaptif terhadap perawatan eksperimental.
Baca juga: Implan Otak Neuralink Elon Musk Dipakai 12 Pasien, Bikin Lumpuh Bisa Gerak Lagi
Menargetkan Pasar di Luar Sektor Medis
Gelombang baru inovasi BCI di China tidak hanya berfokus pada perangkat implan invasif yang memerlukan pembedahan batok kepala, tetapi juga secara agresif mengembangkan perangkat BCI non-invasif (tanpa operasi). Berdasarkan data analis pasar, industri BCI di China yang saat ini bernilai sekitar US$450 juta diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan eksponensial hingga 20 persen setiap tahunnya.
Fokus pengembangan teknologi di China kini mulai berekspansi melampaui sektor rehabilitasi saraf. Para pemodal ventura (venture capital) berlomba-lomba menyuntikkan dana segar ke berbagai proyek rintisan yang bertujuan mengintegrasikan teknologi pembaca pikiran ke dalam perangkat konsumen sehari-hari (IoT). Visi jangka panjang dari industri ini adalah menyematkan sensor pembaca sinyal otak ke dalam kacamata pintar (smart glasses), perangkat headset realitas virtual (VR), hingga earphone nirkabel generasi mendatang.
"Antarmuka otak-komputer memiliki potensi riset yang memengaruhi jauh melebihi layanan kesehatan semata—teknologi ini akan berdampak masif pada AI, robotika, dan produk konsumen interaktif," ungkap analis dari biro investasi yang mengamati pergerakan pasar ini.
Mengunci Ekosistem Teknologi Masa Depan
Melalui pengerahan sumber daya yang masif dan terpusat, China memberikan sinyal peringatan yang tegas kepada dunia: mereka menolak untuk sekadar menjadi pengekor dalam perlombaan teknologi paling menjanjikan di abad ke-21. Transformasi pesat industri BCI China—dari sekadar cetak biru menjadi produk medis yang dapat diuji coba secara nyata—mengindikasikan bahwa hegemoni teknologi antarmuka pikiran-mesin di masa depan sangat mungkin tidak akan dikuasai secara eksklusif oleh perusahaan-perusahaan asal Silicon Valley. Jika akselerasi ini terus dipertahankan, produk konsumen berbasis kendali pikiran buatan China diprediksi akan mengubah cara interaksi manusia dan komputer dalam waktu yang sangat dekat.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)