Foto: ChatGPT
Teknologi.id - Bagi banyak pengguna internet, iklan pop-up adalah gangguan klasik yang sulit dilupakan. Iklan ini kerap muncul mendadak, menutupi layar, dan memaksa pengguna menghentikan aktivitasnya hanya untuk mencari tombol tutup. Tak jarang, pop-up justru membawa pengguna ke laman lain tanpa izin, termasuk situs ilegal seperti judi online, yang membuat pengalaman berselancar di internet semakin menjengkelkan.
Menariknya, sosok di balik lahirnya iklan pop-up justru ikut mengakui bahwa inovasi tersebut adalah sebuah kesalahan besar. Ethan Zuckerman, pencipta teknologi iklan pop-up, secara terbuka menyampaikan penyesalannya dan menyebut temuannya sebagai salah satu “dosa besar” dalam sejarah internet.
“Pada akhirnya, kami malah menciptakan salah satu alat yang paling dibenci dalam dunia periklanan, yaitu iklan pop-up,” tulis Zuckerman. Ia bahkan secara gamblang mengakui bahwa dirinya adalah orang yang menulis kode untuk membuka jendela iklan tersebut. “Saya minta maaf. Niat kami sebenarnya baik,” lanjutnya.
Baca juga: Bahaya Clickjacking! 6 Game Ini Manfaatkan AI untuk Klik Iklan Tanpa Kamu Sadari
Awal Mula Iklan Pop-Up Lahir

Foto: akoenksembilantujuh.com
Ethan Zuckerman menelusuri kembali asal-usul kemunculan iklan pop-up ke penghujung dekade 1990-an. Saat itu, ia menjadi bagian dari tim Tripod.com, sebuah layanan yang menyediakan ruang bagi pengguna untuk membuat dan mengelola halaman pribadi mereka sendiri. Layanan ini cukup populer di kalangan anak muda dan fresh graduate, seiring berkembangnya budaya personal website di era awal internet.
Pada awal berdirinya, Tripod tidak sepenuhnya mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan utama.
Berbagai model bisnis sempat dicoba, mulai dari layanan berlangganan berbayar, penjualan produk, hingga kerja sama dengan penerbit buku dan majalah. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan pendanaan dan tekanan bisnis, model berbasis iklan perlahan menjadi pilihan paling realistis untuk menjaga kelangsungan perusahaan.
Masalah kemudian muncul ketika Tripod ingin menarik pengiklan besar. Banyak perusahaan enggan memasang iklan jika tampil langsung di dalam halaman pengguna, terutama jika halaman tersebut mengandung konten sensitif. Untuk menjawab kekhawatiran itu, tim Tripod mulai memikirkan cara agar iklan tetap muncul tanpa terlihat menyatu dengan isi halaman.
Dari situlah konsep iklan pop-up tercetus. Iklan ditampilkan di jendela terpisah yang menumpuk di atas halaman utama. Menurut Zuckerman, pemicu langsungnya datang dari kepanikan sebuah perusahaan otomotif besar. Perusahaan tersebut keberatan karena iklannya muncul berdampingan dengan konten dewasa. Pop-up dianggap sebagai solusi “aman” agar iklan tetap tampil tanpa terlihat memiliki hubungan langsung dengan konten halaman.
Zuckerman pun menulis kode untuk membuka jendela baru dan menjalankan iklan di dalamnya. Tanpa disadari, keputusan itu menjadi titik awal lahirnya iklan pop-up yang kemudian menyebar luas di internet.
Dampak Panjang yang Tak Terduga
Kini, Zuckerman mengakui bahwa dampak jangka panjang dari inovasinya jauh lebih besar dari yang pernah ia bayangkan. Iklan pop-up tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju era internet berbasis pelacakan data.
Upaya menampilkan iklan yang dianggap “lebih sesuai” secara perlahan mengubah cara kerja internet. Perusahaan mulai mengumpulkan berbagai jejak digital pengguna, mulai dari halaman yang sering dikunjungi hingga pola perilaku saat berselancar. Data-data tersebut kemudian diolah dan dijadikan kepentingan bernilai ekonomi, tanpa banyak disadari oleh pengguna itu sendiri.
Menurut Zuckerman, perubahan ini menjadi titik balik penting dalam sejarah internet. Ruang digital yang sebelumnya terasa terbuka dan spontan lambat laun berkembang menjadi sistem yang penuh pengamatan. Aktivitas online tidak lagi sekadar interaksi bebas, melainkan bagian dari mekanisme besar yang melibatkan kepentingan bisnis, teknologi, dan kekuasaan. Inovasi yang awalnya dirancang untuk menopang model usaha akhirnya membentuk kerangka industri iklan digital saat ini, yang kerap dipersoalkan karena dianggap terlalu jauh mencampuri privasi pengguna.
Baca juga: Capek dengan Iklan di Android? Ini Cara Blokir Paling Efektif di 2026
Permintaan Maaf Zuckerman

Foto: ted.com
Atas semua dampak tersebut, Zuckerman pun menyampaikan permintaan maafnya kepada para pengguna internet. Pengakuan itu menjadi pengingat bahwa sebuah inovasi teknologi, meski lahir dari niat baik, tetap bisa membawa konsekuensi besar yang membentuk arah internet hingga hari ini.
Kisah di balik lahirnya iklan pop-up menjadi pengingat bahwa sebuah inovasi teknologi tidak selalu berakhir sesuai harapan. Apa yang awalnya dirancang sebagai jalan keluar bagi persoalan bisnis justru meninggalkan jejak panjang terhadap cara internet bekerja hari ini.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)

Tinggalkan Komentar