Internet Iran Lumpuh, Starlink Elon Musk Sediakan Koneksi Gratis

Irmanon Riandina . January 15, 2026


Foto: bloomberg.com 

Teknologi.id - Pemadaman internet berskala besar kembali terjadi di Iran dan menjadi sorotan dunia internasional. Di tengah terputusnya akses komunikasi bagi jutaan warga, layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk disebut mulai menyediakan koneksi gratis bagi pengguna di negara tersebut. Langkah ini membuka kembali jalur informasi dari Iran ke dunia luar, meski tidak lepas dari berbagai tantangan dan risiko.

Sejumlah akun Starlink di Iran yang sebelumnya tidak aktif dilaporkan kini kembali terhubung ke jaringan satelit. Biaya langganan layanan tersebut juga digratiskan, sehingga terminal Starlink yang sudah ada dapat langsung digunakan tanpa proses administrasi tambahan. Menurut Ahmad Ahmadian, Direktur Eksekutif lembaga Holistic Resilience, penggunaan Starlink di Iran kini dapat dilakukan dengan sangat sederhana. Selama terminal satelit ditempatkan di area dengan pandangan terbuka ke langit, koneksi bisa langsung berjalan.

Baca juga: Strategi Iran Putus Starlink! Gunakan Jammer Militer demi Redam Revolusi Digital

Dalam beberapa hari belakangan, akses internet di Iran dihentikan secara luas oleh otoritas setempat. Kebijakan ini disebut para pengamat sebagai salah satu pemutusan jaringan digital paling masif yang pernah terjadi di negara tersebut. Pemadaman dilakukan saat aksi protes berlangsung di berbagai wilayah. Akibat terputusnya komunikasi, proses pelaporan menjadi terhambat, sehingga jumlah korban meninggal yang diperkirakan telah menembus angka 1.800 orang dikhawatirkan masih belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Isu Internet Tak Lepas dari Politik Global

Di sisi lain, pemadaman internet di Iran berlangsung bersamaan dengan gelombang demonstrasi besar. Pengamat menilai, pemutusan jaringan digital menjadi salah satu cara pemerintah mengendalikan arus informasi. Kondisi ini menyulitkan pemantauan situasi di lapangan.

Sementara itu, Trump secara terbuka menyerukan agar para demonstran Iran terus melawan rezim yang berkuasa. Ia bahkan menyatakan bahwa seluruh opsi dukungan Amerika Serikat, termasuk langkah militer, tetap tersedia. Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa isu akses internet di Iran tidak hanya bersifat teknologi, tetapi juga kepentingan politik.

Harapan Baru yang Masih Terbatas


Foto: Getty Images 

Meski langkah Starlink disambut positif oleh aktivis dan pegiat hak asasi manusia, dampaknya diperkirakan masih terbatas. Dari sekitar 92 juta penduduk Iran, hanya sebagian kecil yang memiliki akses ke perangkat Starlink. Selain itu, faktor teknis dan keamanan turut membatasi penggunaannya.

Ahmadian menyebut bahwa dalam beberapa kasus, Starlink menjadi satu-satunya sarana untuk mengirimkan informasi keluar dari Iran. Foto, video, dan laporan situasi dapat disebarkan ke media internasional meski jalur internet konvensional sepenuhnya terputus.

Baca juga: Iran Lumpuh Total! Akses Internet Diputus Redam Protes Massa Akibat Krisis Ekonomi

Pemerintah Iran Lakukan Gangguan Sinyal

Iran memiliki kemampuan untuk mengganggu sinyal Starlink. Pemerintah setempat dilaporkan menggunakan berbagai metode salah satunya adalah dengan teknik "jamming". Pakar pemantauan jaringan dari firma Kentik, Doug Madory, menjelaskan bahwa pemerintah Iran pada dasarnya membangun sistem penyaringan internet yang sangat ketat.

“Penguasa Iran menciptakan ‘Great Firewall versi mereka sendiri, yang memblokir segalanya kecuali lalu lintas yang disetujui. Ia menambahkan, memutus akses internet di Iran relatif mudah karena hanya ada dua perusahaan utama yang menghubungkan negara tersebut ke jaringan global.

Risiko di Balik Penggunaan Starlink

Penggunaan Starlink di Iran bukan tanpa konsekuensi hukum. Layanan ini tidak memiliki izin resmi dan telah dinyatakan ilegal oleh pemerintah. Setelah konflik singkat antara Iran dan Israel tahun lalu, kepemilikan serta penggunaan perangkat Starlink bahkan dikriminalisasi. Meski demikian, laporan menunjukkan adanya lonjakan permintaan perangkat Starlink. Mahsa Alimardani, peneliti teknologi di organisasi HAM Witness, memperkirakan jumlah penerima Starlink di Iran kini mencapai 50.000.

Selain Starlink, Amerika Serikat sebelumnya mendukung berbagai teknologi untuk menembus sensor digital, seperti VPN dan perangkat lunak anti-pembatasan. Namun, pendanaan untuk program-program tersebut sempat dikurangi dalam beberapa tahun terakhir.

Situasi di Iran menunjukkan bahwa internet bukan lagi sekadar fasilitas komunikasi, melainkan bagian penting dari perjuangan di era modern. Di tengah pembatasan ketat dan risiko besar, koneksi satelit seperti Starlink menjadi simbol perlawanan digital sekaligus pengingat bahwa arus informasi sulit sepenuhnya dibungkam.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(ir/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar