Capek dengan Iklan di Android? Ini Cara Blokir Paling Efektif di 2026

Wildan Nur Alif Kurniawan . January 20, 2026


Foto: Freepik

Teknologi.id – Pernahkah Anda sedang asyik membaca artikel atau menonton video, lalu tiba-tiba layar ponsel tertutup oleh iklan pop-up yang sulit ditutup? Masalah iklan yang menyerang perangkat Android telah menjadi salah satu keluhan paling umum bagi pengguna digital saat ini. Di tahun 2026, metode pengiriman iklan menjadi semakin canggih—tidak hanya muncul di dalam peramban, tetapi juga bisa menyusup ke bilah notifikasi, layar kunci, bahkan menutupi aplikasi lain secara agresif.

Iklan-iklan ini sering kali berasal dari tiga sumber utama: pengaturan peramban yang tidak terproteksi, fitur sistem bawaan pabrikan yang dipersonalisasi, serta aplikasi pihak ketiga yang mengandung adware. Untuk mengembalikan kenyamanan dan keamanan perangkat, diperlukan langkah-langkah pembersihan yang sistematis.

Proteksi dari Sisi Peramban (Google Chrome)

Google Chrome merupakan gerbang utama masuknya iklan melalui situs web yang nakal. Banyak situs menggunakan skrip otomatis untuk memunculkan jendela baru atau notifikasi palsu.

  • Blokir Pop-up: Buka Chrome, masuk ke Setelan > Setelan Situs > Pop-up dan pengalihan. Pastikan fitur ini dinonaktifkan untuk mencegah situs membuka jendela baru tanpa izin.
  • Filter Iklan Mengganggu: Masih di Setelan Situs, pilih menu Iklan mengganggu. Fitur ini akan memblokir iklan pada situs yang diketahui sering menampilkan promosi yang menyesatkan atau menghalangi konten.
  • Kendali Notifikasi: Banyak iklan muncul di bilah status karena pengguna tidak sengaja menekan tombol "Izinkan" pada situs web tertentu. Anda bisa masuk ke Setelan Situs > Notifikasi dan matikan semua situs yang tidak Anda kenali.

Baca juga: ChatGPT Gratis Mulai Pasang Iklan, OpenAI Pastikan Data Pengguna Tetap Aman

Membersihkan Sistem dari Adware dan Aplikasi Berbahaya

Jika iklan muncul bahkan saat Anda tidak membuka peramban, kemungkinan besar ada aplikasi yang bertindak sebagai "parasit".

  • Audit Izin Aplikasi: Di tahun 2026, Android memberikan kontrol lebih ketat pada fitur Display over other apps (Tampilkan di atas aplikasi lain). Iklan yang muncul tiba-tiba saat Anda di layar utama biasanya menggunakan izin ini. Masuk ke Pengaturan > Aplikasi, lalu periksa izin setiap aplikasi. Nonaktifkan "Allow display over other apps" untuk aplikasi yang mencurigakan.

  • Gunakan Safe Mode: Jika Anda bingung mencari pelakunya, masuklah ke Safe Mode (Mode Aman). Dalam mode ini, semua aplikasi pihak ketiga dinonaktifkan. Jika iklan berhenti muncul di Safe Mode, berarti pelakunya adalah aplikasi yang baru saja Anda instal. Anda bisa menghapus aplikasi tersebut saat masih dalam mode ini.

  • Optimalkan Play Protect: Pastikan fitur Google Play Protect aktif melalui Play Store. Fitur ini secara berkala memindai perangkat dari aplikasi yang berperilaku seperti malware atau adware.

Baca juga: Iklan di Instagram Terasa “Nyambung” dengan Obrolan? Ini Penjelasan Bos Instagram

Menghapus Iklan Bawaan Sistem (Samsung & Xiaomi)

Beberapa pabrikan ponsel menyertakan "layanan rekomendasi" yang sebenarnya adalah iklan sistem.

  • Untuk Pengguna Samsung: Masuk ke Samsung Account > Privacy > Customization Service. Matikan opsi "Customization this phone" untuk berhenti menerima konten promosi yang didasarkan pada kebiasaan Anda.

  • Untuk Pengguna Xiaomi (MIUI/HyperOS): Xiaomi dikenal memiliki sistem iklan terintegrasi. Masuk ke Sandi & Keamanan > Otorisasi dan pencabutan, lalu matikan opsi msa (MIUI System Ads). Selain itu, masuk ke pengaturan aplikasi individu seperti Tema atau File Manager dan matikan opsi "Tampilkan rekomendasi".


Foto: datascriptmall

Senjata Pamungkas: Private DNS

Cara paling efektif dan canggih di tahun 2026 untuk memblokir iklan secara global di seluruh sistem ponsel (termasuk di dalam game dan aplikasi) adalah dengan menggunakan Private DNS. Metode ini bekerja dengan menyaring trafik internet Anda dan membuang permintaan dari server iklan.

  1. Buka Pengaturan > Koneksi > More Connection Settings.

  2. Pilih Private DNS.

  3. Pilih opsi Private DNS provider hostname.

  4. Masukkan alamat: dns.adguard-dns.com atau penyedia tepercaya lainnya.

  5. Simpan. Setelah aktif, sebagian besar banner iklan di situs web dan aplikasi akan menghilang secara otomatis tanpa perlu menginstal aplikasi ad-blocker pihak ketiga yang sering kali menguras baterai.

Menghilangkan iklan di Android bukan hanya soal kenyamanan visual, tetapi juga soal menjaga performa perangkat dan kuota data. Iklan yang berjalan di latar belakang terus-menerus akan membebani RAM dan mempercepat pengurasan daya baterai. Dengan mengombinasikan pengaturan browser, audit izin aplikasi, dan penggunaan Private DNS, Anda dapat menciptakan ekosistem ponsel yang bersih, cepat, dan aman dari ancaman siber yang sering kali bersembunyi di balik iklan menarik.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(WN/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar