ChatGPT Gratis Mulai Pasang Iklan, OpenAI Pastikan Data Pengguna Tetap Aman

Yasmin Najla Alfarisi . January 19, 2026

Foto: OpenAI.

Teknologi.id -  OpenAI resmi mengumumkan akan memulai uji coba iklan di dalam ChatGPT. Hal ini menandakan perubahan besar untuk perusahaannya, dari yang sebelumnya hanya mengandalkan langganan bulanan dan pendanaan dari investor. Tujuannya jelas: OpenAI membutuhkan sumber pendapatan besar untuk membiayai pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generasi selanjutnya, sambil memastikan tool ini masih dapat diakses oleh semua orang secara gratis.

Perusahaan ini berencana untuk memulai uji coba dalam beberapa minggu ke depan, menargetkan secara spesifik pengguna dewasa yang log in di Amerika Serikat dan menggunakan versi gratis atau ChatGPT Go yang baru dirilis. Langkah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjangnya untuk mengelola $1,4 triliun (sekitar Rp23,6 kuadriliun) yang diperkirakan akan dihabiskan OpenAI untuk infrastruktur AI, pusat data, dan supercomputing sampai 2030.

Baca juga: OpenAI Akuisisi Startup Medis Torch, Siap Bawa AI Masuk ke Dunia Kesehatan!

Bagaimana Iklannya Akan Muncul di Chatbot?

Foto: OpenAI.

Salah satu kekhawatiran terbesar pengguna adalah akankah iklan ini mengacaukan antarmuka (interface) atau mengganggu alur percakapan. OpenAI mengatakan kalau iklan ini dirancang untuk menjadi "terpisah dan ditandai dengan jelas". Umumnya, pesan bersponsor akan muncul di bawah respon chatbot, sehingga tidak akan mengganggu saat balasan sedang dibuat.

Aspek inovatif langkah ini adalah relevansi kontekstual. Karena ChatGPT memahami apa yang Anda bicarakan, ia dapat menampilkan "produk bersponsor" yang benar-benar dapat membantu Anda. Misalnya, jika Anda meminta bantuan untuk merencanakan perjalanan mendaki gunung, Anda mungkin akan melihat link bersponsor dari pengecer perlengkapan daki berkualitas tinggi. OpenAI menekankan bahwa iklan ini tidak akan memengaruhi balasan sesungguhnya yang diberikan; masukan dari AI tetap objektif dan tidak "dibeli" pengiklan

Perlindungan Privasi dan Kontrol Pengguna 

Privasi adalah topik yang sensitif, terutama saat pengguna memberikan pendapat pribadi kepada chatbot. OpenAI merespon secara langsung terhadap kekhawatiran ini dengan prinsip ketat. Perusahaan ini berjanji tidak akan pernah menjual data pengguna pada pengiklan pihak ketiga. Tidak hanya itu, percakapan pribadi Anda tidak akan dibagikan pada perusahaan yang membayar untuk memampangkan iklan.

Pengguna juga akan memiliki tingkat kendali penuh dalam pengalaman ini. Anda akan mendapatkan:

  • Melihat alasan kenapa suatu iklan ditunjukkan pada Anda.
  • Menyingkirkan iklan yang tidak membantu Anda dan memberikan umpan balik.
  • Mematikan "personalisasi iklan" jika Anda tidak menginginkan iklan memengaruhi histori percakapan Anda.

Untuk menjamin keamanan, OpenAI tidak akan menunjukkan iklan pada siapapun yang berusia di bawah 18 tahun. Mereka juga memblokir iklan yang berhubungan dengan "topik sensitif" secara ketat, seperti politik, perjudian, kesehatan, kesehatan jiwa, atau untuk menghindari terjadinya kontroversi.

Memperkenalkan ChatGPT Go: Titik Tengahnya

Foto: Kompas.com

Bersamaan dengan munculnya berita akan adanya uji coba iklan, OpenAI telah resmi membawakan ChatGPT ke pasar AS. Mulanya dirilis sebagai percobaan di India, paket ini berharga $8 per bulan (sekitar Rp135 ribu), menjadikannya pilihan yang menarik bagi pengguna yang merasa langganan "Plus" $20 (sekitar Rp338 ribu) terlalu mahal.

ChatGPT Go menawarkan fitur yang lebih baik daripada versi gratisnya, seperti memori yang lebih besar dan lebih banyak kesempatan untuk membuat gambar. Meskipun begitu, pengguna yang berlangganan di sini akan tetap melihat iklan. Jika Anda menginginkan pengalaman bebas iklan yang sepenuhnya, Anda harus meng-upgrade ke tingkat premium seperti Plus, Pro, atau Team.

Baca juga: OpenAI Luncurkan ChatGPT Health: Bisa Terjemahkan Hasil Lab & Rekam Medis

Realita Bisnis

Menjalankan AI tingkat tinggi sangatlah mahal. OpenAI melayani sekitar 800 juta pengguna aktif setiap minggunya, dan memberikan "kecerdasan" bagi orang sebanyak itu secara cuma-cuma menghabiskan miliaran untuk biaya server dan listrik. CEO Sam Altman mengatakan bahwa meskipun perusahaan ini masih berhasil untuk menghasilkan $20 miliar (sekitar Rp338 triliun) pendapatan tahunan, hal ini tidak cukup untuk membangun infrastruktur "kecerdasan super" yang mereka bayangkan.

Meskipun Sam Altman telah mengakui di masa lalu bahwa ia "membenci" iklan, sekarang ia melihatnya sebagai alat yang dibutuhkan. Tanpa iklan, AI kuat mungkin hanya akan tersedia bagi mereka yang mampu membayar biaya bulanan mahal. Dengan memperkenalkan model pendapatan yang beragam ini, OpenAI berharap untuk mendemokratisasi kecerdasan, sehingga dapat diakses semua orang, tanpa memedulikan anggaran mereka.


Baca Berita dan Artikel yang lainnya di Google News.


(yna/sa)


author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar