Iswadi Ayub dan Transformasi Digital Bank Sulselbar melalui ATM PRIMA 72 karakter

firman . November 04, 2026

Title: Header - Description: Kantor Bank Sulselbar dan Iswadi Ayub

Bagi sebagian besar nasabah, teknologi bank terasa paling nyata saat mereka berdiri di depan mesin ATM, memindai kode QRIS di warung, atau membayar retribusi daerah tanpa antre. Di Bank Sulselbar, pengalaman-pengalaman itu berada di bawah tanggung jawab Iswadi Ayub, Direktur Operasional dan Teknologi Informasi (TI), yang harus memastikan layanan tetap luas jangkauannya, cepat, dan terutama aman.

Memimpin Operasional dan TI sejak 2023

Iswadi ditetapkan sebagai Direktur Operasional dan TI periode 2023–2027 dalam RUPS Luar Biasa Bank Sulselbar pada 12 Mei 2023, menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Yulis Suandi sebagai pelaksana tugas. Yulis kemudian menjadi Direktur Utama, dan pada 2025 seluruh jajaran direksi bank diisi putra daerah. Agenda TI yang tercantum dalam laporan tahunan bank mencakup QRIS, virtual account, smart teller, dan marketplace digital, serta penyelarasan TI dengan kegiatan bisnis agar penerapan perbankan digital mendukung pertumbuhan.

ATM PRIMA: Akses yang Luas sebagai Fondasi

Digitalisasi tidak menggantikan kebutuhan akan akses yang sederhana. Menurut informasi di situs resmi bank, kartu ATM Bank Sulselbar tergabung dalam jaringan ATM Bersama dan ATM PRIMA, sehingga nasabah dapat memeriksa saldo, menarik tunai, dan mentransfer di puluhan ribu mesin di luar jaringan bank sendiri. Transaksi debit juga dapat dilakukan lewat EDC BCA yang tersambung ke jaringan PRIMA. Bank Sulselbar juga tercantum sebagai mitra bank resmi dalam daftar Jaringan PRIMA.

Bank daerah ini juga sudah cukup lama mengedepankan ATM sebagai wajah layanan. Pada 2020, Bank Sulselbar meresmikan galeri ATM berkonsep milenial yang disebut yang pertama di kalangan bank pembangunan daerah. Bagi bank yang melayani Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, ekosistem bersama seperti PRIMA berarti nasabah tidak terbatas pada lokasi mesin milik bank.

Keamanan Data: Dari Kejahatan Siber hingga Layanan Inklusif

Semakin banyak kanal berarti semakin besar permukaan risikonya. Pada Hari Pelanggan Nasional 4 September 2025, Bank Sulselbar mengangkat tema kejahatan siber dan menggelar podcast edukasi tentang perlindungan data di era digital serta kesetaraan layanan bagi penyandang disabilitas. Iswadi menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data dan menyampaikan komitmen bank untuk memperkuat keamanan data, meningkatkan transparansi informasi, menyempurnakan layanan pengaduan, dan terus mengedukasi masyarakat.

Digitalisasi Keuangan Daerah: KKI, TP2DD, dan Koperasi ASN

Bank daerah punya peran khusus: menjadi mitra pemerintah daerah dalam mengelola penerimaan dan belanja. Di Sidrap, Bank Sulselbar bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dalam program TP2DD dan Kartu Kredit Indonesia (KKI), instrumen pembayaran nontunai untuk belanja APBN/APBD yang dirancang membuat pengelolaan keuangan daerah lebih cepat, transparan, dan tercatat dalam sistem. Sidrap dinilai sebagai TP2DD terbaik 2025, dan Iswadi menyebut capaian itu bukti kolaborasi pemerintah daerah dan perbankan.

Pada 29 September 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga menjajaki kerja sama digitalisasi KPN Koperasi ASN Panca Daya, mulai dari pendaftaran anggota dan simpan pinjam hingga pelaporan keuangan secara real-time. Iswadi menyatakan komitmen bank menghadirkan solusi digital yang aman dan andal untuk koperasi tersebut.

Kinerja 2026: Laba Pulih, QRIS Jadi Fokus

Kinerja bank menunjukkan dua fase. Pada 2025, laba bersih tercatat Rp571,10 miliar, lebih rendah dibanding Rp657,66 miliar pada 2024, dengan aset Rp33,26 triliun. Memasuki 2026, laba semester I mencapai Rp308,39 miliar atau tumbuh 24,59 persen secara tahunan, sementara Unit Usaha Syariah membukukan laba Rp51,73 miliar. Bank juga meraih Top Digital Corporate Brand Award 2026.

Arah layanan digital semakin jelas pada Hari Pelanggan Nasional 2026 yang bertema pengalaman QRIS, transaksi mudah, dan UMKM berkembang. Di Barru, wakil bupati menyebut QRIS membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM, sejalan dengan penegasan Iswadi bahwa bank terus mendorong transformasi digital dan penguatan UMKM lewat layanan elektronik dan pembayaran QRIS.

Tantangan ke Depan

Ekosistem yang semakin luas menuntut disiplin yang makin tinggi. Layanan yang terhubung ke jaringan bersama, QRIS, dan sistem pemerintah daerah harus tetap tersedia dan aman, edukasi nasabah perlu mengejar modus kejahatan siber yang terus berubah, dan integrasi dengan pemerintah daerah di dua provinsi perlu berjalan konsisten. Ukuran keberhasilannya sederhana: nasabah dan pemerintah daerah merasa transaksi digital cepat sekaligus tepercaya.



author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar