Layanan perbankan digital yang lancar hampir selalu bertumpu pada sesuatu yang tidak terlihat: operasional yang andal dan risiko yang terkelola. Bagi bank yang melayani dua provinsi sekaligus, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dengan wilayah luas dan kondisi jaringan yang tidak seragam, fondasi itu menentukan seberapa jauh transformasi digital bisa dirasakan nasabah. Di Bankaltimtara, tanggung jawab tersebut berada pada Yenny Israwati, Direktur Operasional dan Manajemen Risiko.
Latar Belakang: Audit, Risiko, dan Teknologi
Yenny lahir pada 1977 dan berlatar belakang akuntansi dari Universitas Gadjah Mada, serta menempuh magister komputer di Universitas Bina Nusantara. Pengalamannya mencakup audit, perpajakan, hingga manajemen risiko. Ia sebelumnya menjabat Direktur Operasional dan Manajemen Risiko untuk periode 2023–2027, dan namanya kembali tercantum dalam susunan direksi yang ditetapkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bankaltimtara pada 23 April 2026 di Samarinda. RUPS yang sama menetapkan Romy Wijayanto sebagai Direktur Utama menggantikan Muhammad Yamin.
Kombinasi akuntansi, risiko, dan ilmu komputer relevan untuk portofolio yang menyatukan operasional dan manajemen risiko: setiap layanan digital baru perlu berjalan stabil sekaligus aman dan dapat dipertanggungjawabkan.
Fondasi Digital yang Sudah Berjalan
Bankaltimtara telah membangun lapisan layanan digital yang cukup lengkap. Aplikasi mobile banking DG by Bankaltimtara menyediakan login biometrik, transfer, pembayaran, QRIS, tarik tunai tanpa kartu, top-up e-wallet, dan pembukaan deposito secara daring. Di sisi pedagang, DGQRIS Bankaltimtara menerima transaksi QRIS, termasuk pembayaran lintas negara masuk (cross-border inbound) dari Thailand dan Malaysia. Bank juga mengembangkan PayKaltimtara, EDC, layanan Agen Laku Pandai, dan sistem pembayaran nontunai.
Di balik layanan itu, bank menyusun rencana pengembangan teknologi informasi untuk lima tahun ke depan. Pada 2026, upaya tersebut diakui lewat Tribun Kaltim Award untuk kategori Bank Regional Terbaik dalam Transformasi Digital, yang diterima Yenny.
Literasi dan Keamanan: Digital yang Dipercaya
Transformasi digital tidak cukup dengan menambah fitur. Dalam program Bankaltimtara Mengajar di SMAN 2 Balikpapan pada 24 November 2025, Yenny menyebut tujuannya mendidik pelajar agar cerdas mengelola keuangan dan bijak berteknologi. Materi yang disampaikan mencakup kebiasaan menabung, perilaku konsumtif, risiko transaksi digital, dan keamanan data, sementara DG by Bankaltimtara dan PayKaltimtara diperkenalkan sebagai sarana transaksi nontunai yang aman.
Pendekatan ini sejalan dengan jalur pelajar yang terus diperluas bank. Hingga Juni 2026, sekitar 72.166 pelajar memiliki rekening Simpanan Pelajar (SimPel) di Bankaltimtara, dan bank menerima KEJAR Award 2026 dari OJK untuk wilayah Kalimantan.
Menjangkau Wilayah dan Pembangunan Daerah
Sebagai bank pembangunan daerah, jangkauan layanan sama pentingnya dengan teknologi. Saat peresmian Jembatan Nibung di Kutai Timur pada 24 Februari 2026, Yenny menegaskan kesiapan bank memberi dukungan pendanaan bagi pembangunan daerah, sambil menunjuk jaringan KCP Kelas III Kaubun yang berdekatan dengan jembatan tersebut untuk memudahkan akses layanan perbankan bagi warga dan pelaku usaha.
Dasar finansialnya cukup kuat. Per Mei 2025, total aset Bankaltimtara mencapai Rp48,5 triliun, dengan kredit tersalur Rp20,7 triliun dan laba bersih Rp381 miliar dalam lima bulan pertama. Per 23 April 2026, modal disetor tercatat Rp7,96 triliun, dengan 16 pemegang saham dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara.
Tantangan ke Depan
Semakin banyak layanan digital berarti semakin tinggi tuntutan pada keandalan sistem dan pengelolaan risiko. Layanan harus tetap lancar di wilayah dengan kualitas jaringan berbeda, transaksi QRIS dan pembayaran daerah perlu aman dan mudah diaudit, dan setiap fitur baru harus dikembangkan cepat tanpa mengorbankan kontrol. Keberhasilan agenda Yenny pada akhirnya diukur dari seberapa konsisten nasabah di Kalimantan merasakan layanan yang andal dan aman, dari kota besar hingga daerah pesisir

Tinggalkan Komentar