Setiap kali nasabah menggesek kartu, menarik tunai di ATM, atau membuka aplikasi untuk membayar tagihan, ada infrastruktur teknologi yang bekerja di belakang layar. Di bank bjb, tanggung jawab menjaga agar semua itu berjalan cepat dan stabil kini berada di tangan seorang direktur yang khusus membidangi teknologi informasi: Muhammad As’adi Budiman.
Teknologi Naik Kelas di Struktur Direksi
As’adi menduduki posisi Direktur Teknologi Informasi setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) bank bjb untuk tahun buku 2025. Rapat itu menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama, Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama, serta pembagian dividen Rp900 miliar. Perubahan struktur direksi dilakukan sehubungan dengan meningkatnya peran strategis teknologi informasi dalam mendukung transformasi bank, termasuk penguatan aspek digital dan tata kelola perusahaan.
Hasilnya terlihat pada susunan direksi. Direktur Teknologi Informasi kini berdiri sebagai jabatan tersendiri, sementara Herfinia memimpin bidang operasional. Sebelumnya, kedua bidang itu berada dalam satu portofolio, yaitu Direktur Operasional dan Teknologi Informasi yang dijabat Ayi Subarna. Pemisahan ini memberi ruang bagi teknologi untuk mendapat fokus penuh di level direksi.
Pondasi Bisnis yang Tumbuh
Beban yang dipikul infrastruktur IT sebanding dengan skala bisnis bank. Pada semester I 2026, bank bjb membukukan laba bersih Rp783 miliar, tumbuh 58,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset konsolidasi mencapai Rp228,2 triliun, penyaluran kredit dan pembiayaan Rp140,4 triliun, dan dana pihak ketiga Rp160,9 triliun. Di sisi digital, pembukaan rekening tabungan lewat aplikasi DIGI bank bjb mencapai sekitar 12.000 rekening baru setiap bulan.
Infrastruktur untuk Jutaan Transaksi Setiap Hari
Pengakuan atas kerja sistem ini datang pada ajang PRIMA Awards 2026. Bank bjb meraih lima penghargaan kategori Titanium Awards: Best Acquiring Bank All Features, Best Acquiring Bank ATM, Best Issuing Bank All Features, Best Issuing Bank ATM, dan Highest Transaction in Digital Channels. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh As’adi, didampingi Pemimpin Divisi Digital Banking Arfandy dan Pemimpin Divisi Jaringan dan Layanan Iwan Prastyo.
Penghargaan acquiring menunjukkan jaringan merchant dan ATM yang makin luas dan didukung sistem yang andal. Penghargaan issuing mencerminkan kualitas layanan kartu untuk pembayaran, tarik tunai, dan transaksi digital. Adapun penghargaan transaksi di kanal digital menandakan makin banyak nasabah memakai layanan digital bank untuk aktivitas keuangan sehari-hari.
Dalam keterangan resminya, bank bjb menyebut terus memperkuat kapasitas infrastruktur teknologi informasi agar mampu mendukung jutaan transaksi setiap hari, sekaligus meningkatkan keandalan sistem supaya transaksi tetap cepat, stabil, dan mudah. Inilah inti dari peran Direktur Teknologi Informasi: membuat sistem yang terus dibebani volume tinggi tetap bisa diandalkan.
DIGI bank bjb: Satu Platform, Banyak Layanan
Di sisi layanan, bank terus mengembangkan aplikasi DIGI bank bjb dengan menambah dan menyempurnakan fitur, serta memperbaiki tampilan dan pengalaman pengguna agar lebih intuitif dan sederhana bagi berbagai segmen nasabah. Ke depan, bank berencana mengintegrasikan berbagai kanal dan layanan digital ke dalam platform DIGI secara bertahap, sehingga nasabah dapat mengakses beragam layanan lewat satu platform yang terintegrasi dan mulus. Pengembangan itu disebut tetap mengedepankan keamanan, keandalan sistem, serta perlindungan data nasabah sesuai ketentuan yang berlaku.
Teknologi sebagai Penopang Kerja Sama
Sistem yang andal juga menjadi syarat untuk menggandeng mitra baru. As’adi hadir mewakili bidang teknologi pada penandatanganan kerja sama bank bjb dengan KAI Commuter untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital transportasi publik, serta pada kerjasama penyaluran tunjangan kinerja personel SESKOAU yang disepakati pada Juli 2026. Kerja sama semacam ini bergantung pada integrasi sistem antarinstitusi yang aman dan stabil, sehingga kesiapan infrastruktur IT sama pentingnya dengan kesepakatan bisnisnya.
Tantangan ke Depan
Peningkatan volume transaksi digital berarti tekanan yang terus naik pada kapasitas, keamanan, dan ketahanan sistem. Integrasi kanal ke dalam satu platform DIGI juga menuntut perencanaan matang agar peralihan tidak mengganggu layanan yang sudah berjalan. Di titik inilah kemampuan tim teknologi bank diuji: mengembangkan fitur baru secepat kebutuhan nasabah, tanpa mengorbankan stabilitas.

Tinggalkan Komentar