Pakar BRIN Beri Penjelasan Usai Viral Tornado Rancaekek

Teknologi.id . February 23, 2024
tornado rancaekek
Foto: JawaPos


Teknologi.id - Kejadian cuaca ekstrem di Rancaekek, Jatinangor, Jawa Barat, yang disebut sebagai tornado pertama di Indonesia, telah menjadi perbincangan hangat. Pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, memberikan pandangannya terkait peristiwa tersebut setelah menjadi viral.

Erma adalah salah satu pakar yang menyebut kejadian itu sebagai tornado, meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lebih condong menggunakan istilah puting beliung. Meskipun demikian, Erma tetap mempertahankan pendapatnya bahwa peristiwa itu adalah tornado berskala kecil.


Dia menjelaskan bahwa meteorologi berkaitan dengan skala, di mana puting beliung masuk dalam skala mikro 0-2 km, sedangkan tornado dalam skala meso lebih dari 2 km. Erma menyoroti kesulitan dalam memprediksi puting beliung karena skala mikronya yang sulit terdeteksi dari satelit.

Namun, jika skala tersebut berubah menjadi meso (tornado), maka fenomena tersebut bisa lebih mudah terdeteksi. Untuk memverifikasi kecepatan angin maksimum di Rancaekek, Erma menyarankan pemasangan alat ukur di area terdekat.

Erma juga mengingatkan bahwa fenomena puting beliung sulit diprediksi, kecuali jika skala mikro berubah menjadi meso. Dia merujuk pada penelitiannya sebelumnya tentang puting beliung pada tahun 2009 yang menunjukkan kesulitan dalam memprediksi fenomena tersebut.

Baca juga: Tornado atau Puting Beliung? Beda Pandangan Soal Fenomena di Rancaekek

Selain itu, Erma membandingkan dampak kerusakan antara kasus Rancaekek dan Cimenyan, yang menurutnya lebih luas dan parah. Hal ini menjadi pertama kalinya fenomena small tornado dapat dideteksi dari satelit, sehingga perlu dilakukan rekonstruksi.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menggambarkan peristiwa di sekitar Rancaekek sebagai "fenomena cuaca ekstrem puting beliung." Guswanto mengakui kemiripan visual antara puting beliung dan tornado, namun tornado memiliki intensitas yang lebih dahsyat dengan kecepatan angin yang lebih tinggi dan dimensi yang lebih besar.

Penjelasan dari para pakar ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang perbedaan antara tornado dan puting beliung, serta kompleksitas dalam memprediksi fenomena cuaca ekstrem seperti ini.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

Share :