Kolaps Silicon Valley Bank Guncang Industri Teknologi

Teknologi.id . March 13, 2023

Foto: NBC Los Angeles

Teknologi.id - Silicon Valley Bank (SVB), salah satu bank terbesar di AS, telah ditutup oleh pemerintah California dan kini diambil alih kendalinya. Ini merupakan kegagalan bank terbesar sejak krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu.

Kolapsnya bank ini mengguncang dunia keuangan dan membuat para pelaku industri teknologi, terutama startup yang menjadi klien SVB, merasa tidak yakin mengenai nasib uang mereka. Banyak startup, termasuk yang beroperasi di luar AS, menyimpan uang mereka di SVB yang merupakan pemain kunci dalam komunitas teknologi dan modal ventura.

Menurut laporan CNBC, pada akhir Desember 2022, SVB memiliki total aset sekitar USD 209 miliar dan total simpanan USD 175,4 miliar. 

Baca juga: CEO di Silicon Valley Kebanyakan Orang India, Kok Bisa?

SVB mengalami kesulitan akibat menurunnya pendanaan di sektor teknologi dan startup selama setahun terakhir serta kebijakan Federal Reserve yang agresif dalam menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi. Kebanyakan klien SVB adalah startup dan perusahaan teknologi yang membutuhkan banyak uang tunai.

Selama setahun terakhir, banyak dari mereka menarik uang dari SVB, meningkatkan tekanan pada bank tersebut, dan akhirnya mengalami kepanikan yang menyebabkan kolaps. Samir Kaji, seorang mantan bankir yang telah bekerja selama sekitar 20 tahun di industri, menyatakan bahwa

SVB merupakan mercusuar komunitas startup selama empat dekade dan dianggap sebagai salah satu institusi yang terlalu besar dan kuat untuk gagal.

Baca juga: Silicon Valley Versi Indonesia Dibangun, Siap Jadi Rumah Startup Indonesia

Beberapa perusahaan teknologi terdampak oleh kejatuhan SVB. Roku, pembuat perangkat streaming, menyimpan sekitar USD 487 juta atau 26% dari cadangan kasnya di SVB.

Akibatnya, saham Roku turun 10%, meskipun mereka optimis bahwa saldo kas yang tersisa masih cukup untuk tahun depan.

Sementara itu, beberapa startup yang bergantung pada SVB mengalami kepanikan. Beberapa khawatir tidak bisa membayar karyawan dan yang lain mencari bank lain untuk menggantikan SVB.

(dwk)

Share :