Beredar di Dark Web, Jasa Hacker Bobol Kartu Kredit Bertarif Rp 300 Ribuan

Lulua Ashila Wardhono . July 14, 2023



Teknologi.id - Dalam dunia yang saling terhubung sekarang ini, prevalensi hacker dan penipu telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Kemajuan teknologi dan internet membawa banyak manfaat, tetapi juga membuka pintu bagi para kriminal yang ingin mengeksploitasi korban tanpa curiga. Yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya the black market di internet yang dikenal sebagai dark web, di mana orang membayar hacker untuk melakukan kegiatan ilegal. Artikel ini memberikan informasi tentang tren yang mengkhawatirkan ini, membahas jenis-jenis hacker yang dibayar dan berbagai layanan yang mereka tawarkan.

Penyelidikan Mengenai Pertumbuhan Dark Web dan Jasa Peretas

Dark web, bagian tersembunyi dari internet yang tidak dapat diakses melalui search engine konvensional, telah menjadi tempat terkenal untuk kegiatan ilegal. Ini merupakan tempat berkembangnya hacker yang menawarkan layanan mereka kepada penawar tertinggi. Hacker-hacker ini beroperasi secara rahasia, menyembunyikan identitas mereka, dan memberikan jalan bagi individu untuk membeli layanan hacking.


Dalam dunia peretasan, ada berbagai jenis-jenis hacker dan layanan mereka. Beberapa contoh jenis layanan yang diberi termasuk: 

  1. Hacker Akun: Salah satu kategori hacker yang umum ditemukan di dark web adalah hacker akun. Individu-individu ini mengkhususkan diri dalam mendapatkan akses tidak sah ke berbagai akun online, seperti platform streaming dan layanan email. Dengan membayar hanya sekitar Rp30.000, seseorang dapat membayar hacker untuk meretas akun HBO Max, memberikan akses tanpa batas ke konten premium.
  2. Hacker Akun Google: Meretas akun Google merupakan bisnis yang sangat menguntungkan bagi hacker. Dengan membayar sekitar Rp900.000, seseorang dapat menyewa hacker untuk meretas akun Google, yang berpotensi mengakses informasi sensitif, email, dan data pribadi. Akibat dari pelanggaran semacam itu dapat sangat merugikan, seperti pencurian identitas atau akses tidak sah ke informasi rahasia.
  3. Hacker Kartu SIM: Hacker juga menargetkan kartu SIM, memungkinkan mereka untuk menerima panggilan, pesan, dan mengambil alih akun ponsel. Di Amerika Serikat, seseorang dapat membayar sekitar Rp2,2 juta untuk meretas kartu SIM, yang berpotensi memungkinkan hacker melakukan kegiatan penipuan, mengakses data pribadi, atau bahkan mengintersepsi komunikasi sensitif.
  4. Hacker Pengikut Media Sosial: Di era pengaruh media sosial, beberapa individu menggunakan layanan hacking untuk meningkatkan jumlah pengikut mereka. Dengan biaya yang relatif terjangkau sekitar Rp70.000, seorang hacker dapat secara artifisial meningkatkan jumlah pengikut media sosial seseorang. Meskipun ini mungkin terlihat tidak berbahaya dibandingkan dengan kegiatan jahat lainnya, tetapi ini masih mempromosikan perilaku yang tidak etis dan merusak integritas platform media sosial.
  5. Hacker Kartu Kredit: Salah satu layanan yang paling menguntungkan yang ditawarkan hacker adalah meretas kartu kredit. Dengan membayar sekitar Rp1,6 juta, seorang hacker dapat mengakses kartu kredit dengan saldo $5.000. Ini memungkinkan hacker untuk melakukan pembelian tanpa izin, yang menyebabkan kerugian finansial dan berpotensi merusak skor kredit korban.

Konsekuensi menjadi korban hacker dapat sangat mengerikan. Individu dan organisasi menjadi rentan terhadap eksploitasi, mulai dari kerugian keuangan hingga informasi pribadi yang terancam. Untuk melawan ancaman yang semakin berkembang ini, penting untuk mengadopsi langkah-langkah keamanan siber yang kuat, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan otentikasi dua faktor, dan tetap mengikuti perkembangan teknik hacking terbaru.

Baca Juga Hacker Bisa Bobol Sistem Pakai AI dengan 4 Metode Ini!

Selain itu, lembaga penegak hukum dan perusahaan keamanan siber harus bekerja keras untuk melacak dan memproses hukum para hacker di dark web. Kerjasama antara pemerintah, penyedia layanan internet, dan ahli keamanan siber diperlukan untuk membongkar jaringan kriminal ini dan memastikan lingkungan online yang lebih aman.


Hacker dan penipu beradaptasi seiring perkembangan teknologi dan menemukan cara baru untuk mengeksploitasi individu tanpa curiga. Dark web telah menjadi pasar yang berkembang di mana hacker menawarkan layanan mereka dengan harga tertentu. Rentang layanan yang tersedia sangat mengkhawatirkan, mulai dari meretas akun streaming hingga pencurian kartu kredit. Penting bagi individu untuk tetap waspada, mengadopsi praktik keamanan siber yang kuat, dan bekerja secara kolektif untuk menangani ancaman yang semakin berkembang ini. Hanya melalui upaya bersama kita dapat berharap menciptakan lanskap digital yang lebih aman untuk semua orang.


Baca artikel dan berita lainnya di Google News. 


(law)

Share :