
Foto: ChinaEVhome
Teknologi.id – Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, mulai memanfaatkan tenaga robot humanoid—mesin yang dirancang menyerupai bentuk tubuh manusia—di fasilitas pabrik pembuatan kendaraan listrik mereka. Rencana operasional ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing, di sela-sela pameran teknologi Mobile World Congress (MWC) di Barcelona.
Xiaomi saat ini mengerahkan dua unit robot humanoid di lini produksinya. Kedua robot tersebut diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan serangkaian tugas mekanis fisik, seperti memasang mur pada komponen mobil hingga memindahkan barang.
Mampu Mengimbangi Ritme Produksi 76 Detik
Dalam uji coba operasionalnya, pihak Xiaomi mengklaim bahwa tugas-tugas perakitan tersebut dapat diselesaikan oleh robot hingga 90 persen hanya dalam kurun waktu tiga jam. Lu Weibing menyoroti bahwa tantangan terbesar dalam penerapan robotika di lantai pabrik adalah menyelaraskan kecepatan mesin dengan ritme lini produksi manusia.
Menurut data perusahaan, pabrik mobil Xiaomi memproduksi satu unit kendaraan baru setiap 76 detik dari jalur perakitan. Lu Weibing mengonfirmasi bahwa kedua robot humanoid yang diuji coba tersebut mampu mengimbangi kecepatan kerja perakitan yang padat itu.
Meski memiliki performa yang menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas dan mengambil alih pekerjaan yang sulit dilakukan manusia, operasional ini masih berstatus uji coba. "Robot di lini produksi kami tidak melakukan pekerjaan resmi, lebih seperti para pekerja magang saja," jelas Lu Weibing.
Baca juga: Hyundai Resmi Pakai Robot Humanoid di Pabrik, Produksi Massal Dimulai 2028
Proyeksi Pasar Triliunan Dolar dan Latar Belakang Tiongkok

Foto: Perplexity
Langkah Xiaomi ini merupakan cerminan dari masifnya investasi perusahaan-perusahaan asal China di sektor robotika. Saat ini, banyak perusahaan di negara tersebut yang gencar mengembangkan teknologi ini, salah satunya Deep Robotics yang baru saja melakukan penawaran saham perdana (IPO).
Dari sisi valuasi, firma analisis RBC Capital Market memperkirakan pasar robot humanoid global akan menyentuh angka 9 triliun dolar AS pada tahun 2050, dengan 60 persen pangsa pasar dipegang oleh China. Lu Weibing sendiri menyatakan optimismenya terhadap bisnis ini, meskipun ia menilai proyeksi pasar saat ini masih terlalu dini untuk dipastikan.
Di internal Xiaomi, perusahaan sebenarnya telah memperkenalkan robot humanoid bernama CyberOne pada tahun 2022, namun unit tersebut belum dipasarkan secara komersial.
Baca juga: Waspada 'Humanoid Bubble'! Sisi Gelap di Balik Mewahnya Industri Robot Masa Depan
Demonstrasi Keluwesan Robot Humanoid China
Selain untuk kebutuhan pabrik, perkembangan robot humanoid China juga dipamerkan dalam ruang publik, seperti pada program CCTV Spring Festival Gala saat Tahun Baru Imlek. Dalam acara tersebut, empat perusahaan robotika—Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab—mendemonstrasikan peningkatan sistem keseimbangan dan keluwesan robot mereka.
Lebih dari selusin robot buatan Unitree mampu memperagakan gerakan kungfu secara luwes, mengayunkan tongkat, hingga melakukan lompatan salto dengan stabil. Robot-robot ini juga terekam mampu memegang pedang untuk melakukan gerakan menyerupai tari pedang tradisional. Sementara itu, robot Noetix dan MagicLab tampil dalam segmen komedi serta tarian sinkronisasi.
Di balik demonstrasi hiburan tersebut, pengembangan sistem kontrol gerak yang luwes dan kemampuan koordinasi banyak robot merupakan fondasi utama bagi penerapan industri nyata di pusat logistik maupun pabrik manufaktur. Namun untuk saat ini, implementasi komersial di dunia nyata masih terbatas pada proyek-proyek percontohan berskala khusus.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)