
Foto: WABetaInfo
Teknologi.id - WhatsApp dilaporkan tengah mengembangkan fitur privasi baru yang memungkinkan pesan terhapus secara otomatis segera setelah dibaca oleh penerima. Fitur yang dijuluki oleh banyak pengamat sebagai sistem “burn after reading” ini disebut sedang diuji coba pada perangkat iOS maupun Android, serta berpotensi menjadi salah satu pembaruan terbesar WhatsApp dalam urusan kontrol privasi percakapan.
Informasi mengenai pembaruan ini pertama kali muncul melalui laporan WABetaInfo, situs yang kerap membocorkan fitur-fitur baru WhatsApp sebelum dirilis secara resmi. Dalam pengujian terbaru pada versi beta WhatsApp di platform TestFlight untuk iOS serta versi Android beta, pengguna nantinya dapat mengatur pesan agar hilang setelah penerima membacanya, bukan hanya berdasarkan hitungan waktu tertentu seperti sistem disappearing messages saat ini.
Baca juga: Makin Mirip IG Stories! WhatsApp Luncurkan Fitur Close Friend di Status
Pergeseran dari Timer Tetap ke Opsi "After Reading"
Selama ini, fitur disappearing messages di WhatsApp bekerja menggunakan basis timer yang tetap. Pengguna bisa memilih agar pesan hilang dalam rentang waktu 24 jam, 7 hari, atau 90 hari. Namun, sistem tersebut dinilai kurang fleksibel karena pesan tetap akan terhapus dari ruang obrolan meskipun penerima belum sempat membuka atau membaca isi chat tersebut.
Lewat pembaruan baru ini, WhatsApp mencoba mengubah pendekatan tersebut untuk memberikan proteksi lebih. Penghapusan pesan kini akan dipicu setelah chat dibuka dan dibaca oleh penerima. Dengan begitu, pihak pengirim mendapat kepastian bahwa pesan sudah dilihat sebelum akhirnya lenyap dari riwayat percakapan.
Fitur tersebut akan hadir melalui opsi baru bernama “after reading” di menu pengaturan durasi pesan default (Default message timer). Setelah pesan dibaca, pengguna dapat menentukan kembali berapa lama pesan tersebut bertahan sebelum otomatis terhapus, dengan pilihan mulai dari 5 menit, 1 jam, hingga 12 jam.
Mekanisme Penghitungan Mundur dan Batas Durasi
Menariknya, sistem timer antara pengirim dan penerima tidak berjalan secara sinkron. Jika pengirim memilih timer 5 menit, pesan akan hilang dari perangkat pengirim setelah 5 menit berlalu sejak dikirim. Namun, apabila penerima belum membuka chat tersebut selama beberapa jam, pesan tetap tersedia di perangkat mereka. Timer baru akan aktif bergerak setelah pesan benar-benar dibuka dan dibaca oleh penerima.
Kendati demikian, WhatsApp juga tetap mempertahankan batas maksimum untuk pesan yang tidak dibuka dalam waktu lama. Jika penerima sama sekali tidak membaca pesan dalam kurun waktu 24 jam, sistem secara otomatis akan menghapus pesan tersebut tanpa menunggu lebih lama lagi. Selain berfungsi menambah lapisan keamanan untuk informasi sensitif atau dokumen sementara, WhatsApp menjelaskan bahwa fitur pesan sementara ini juga berguna sebagai solusi untuk menghemat ruang penyimpanan (storage) pada perangkat.
Baca juga: WhatsApp Web Sempat Down, Pengguna Kebingungan karena Dialihkan ke Facebook
Persaingan Privasi Ekstrem dan Celah Keamanan
Kehadiran fitur ini memperlihatkan bagaimana persaingan aplikasi pesan instan saat ini semakin bergeser ke arah privasi ekstrem. Dalam beberapa tahun terakhir, platform pesaing seperti Signal dan Telegram terus mendorong fitur keamanan dan pesan temporer sebagai nilai jual utama mereka. WhatsApp sendiri selama ini memang memiliki fitur enkripsi end-to-end, tetapi masih dianggap lebih konservatif dibanding rivalnya dalam urusan kontrol privasi percakapan. Langkah terbaru ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pengguna soal keamanan data digital dan jejak percakapan online.
Meski demikian, seperti fitur disappearing messages lainnya, sistem ini tetap memiliki celah keamanan. Pengguna lain masih bisa mengambil tangkapan layar (screenshot), merekam layar, atau memfoto chat menggunakan perangkat lain sebelum pesan menghilang. Dengan kata lain, fitur ini lebih berfungsi mengurangi jejak digital kasual ketimbang menjadi sistem keamanan absolut.
Menurut laporan yang beredar, pengujian fitur ini pertama kali muncul di Android pada April 2026 sebelum akhirnya diperluas ke iOS. Fakta bahwa pengembangannya kini berjalan di dua sistem operasi besar sekaligus menjadi sinyal bahwa peluncuran global kemungkinan sudah semakin dekat. Saat ini, fitur tersebut sudah tersedia untuk beberapa penguji beta (beta testers), dan sejumlah kecil pengguna biasa juga dilaporkan sudah bisa mengujinya melalui versi yang tersedia di App Store. Hingga saat ini, Meta maupun WhatsApp belum memberikan tanggal resmi perilisan global fitur tersebut.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(yna/sa)