Drone Pembunuh Tanpa Pilot, Canggih Namun Mengerikan

Muhammad Iqbal Mawardi . June 02, 2021

Foto: Wallpaper Flare

Teknologi.id – Seperti yang kita ketahui, di era saat ini drone merupakan salah satu senjata andalan di medan perang. Kian hari, teknologi drone semakin maju dengan hadirnya drone tanpa pilot.

Bukti kecanggihan dari teknologi drone ini tercatat dalam laporan PBB yang merinci sebuah insiden pada tahun 2020. Tahun 2020 lalu sekelompok pemberontak Libya diserang oleh pesawat tak berawak yang bertindak secara otonom.

Laporan tersebut menerangkan kemunculan kendaraan udara tempur tak berawak dan sistem senjata otonom mematikan. Drone ini menyerang pemberontak tanpa masukan atau perintah dari manusia.

Insiden ini tentu menandai pertama kalinya mesin bertindak sendiri untuk menargetkan manusia. Tak ada kematian yang dilaporkan, namun pesawat tak berawak tersebut sarat dengan bahan peledak dan sangat mampu membuat korban berjatuhan.

Baca juga: Korea Utara Buat Drone Pengintai yang Mematikan

Panel Ahli Dewan Keamanan PBB di Libya, quadcopters Kargu-2 dikerahkan di negara Afrika Utara tersebut pada Maret 2020. Drone Kargu-2 dapat diterbangkan oleh operator manusia atau mereka dapat menggunakan kamera on-board dan kecerdasan buatan untuk mencari target secara mandiri. Ketika sudah cukup dekat, drone kemudian meledak saat terkena pemicu.

Berdasarkan laporan tersebut, pasukan Haftar mundur dari Tripoli ketika mereka diburu dan terlibat dari jarak jauh oleh drone Kargu-2. Begitu mundur, mereka terus menerus menjadi sasaran drone dan sistem senjata otonom yang mematikan tersebut.

"Saya meyakini kita bisa memiliki pasukan sebanyak 120.000, di mana 30.000 di antaranya mungkin robot, siapa yang tahu?," ujarnya.

Ia mengatakan, modernisasi pada dasarnya berarti akan menggantikan beberapa kemampuan. Sejauh ini, kebijakan Kementerian Pertahanan Inggris adalah bahwa hanya manusia yang dapat menembakkan senjata.

Namun Angkatan Darat Inggris sendiri telah berupaya melakukan perekrutan selama beberapa tahun dan mungkin saja dalam beberapa dekade mendatang, teknologi diperlukan untuk menutup celah yang ditinggalkan oleh tentara manusia. Jadi di masa depan, kita mungkin akan mendengar lebih banyak tentang insiden drone atau mesin yang menyerang orang tanpa pengawasan manusia.

(MIM)

Share :