Samsung Solve for Tomorrow 2026 Dibuka, Pelajar dan Mahasiswa Bisa Daftar

Yasmin Najla Alfarisi . April 22, 2026

Foto: Samsung

Teknologi.id -  Samsung Electronics Indonesia kembali membuka pendaftaran bagi ajang inovasi tahunan, Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026. Program ini merupakan wadah strategis bagi generasi muda Indonesia, mulai dari pelajar SMA/SMK/MA sederajat hingga mahasiswa aktif (D3/D4/S1), untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pendaftaran resmi dibuka mulai 28 April hingga 29 Mei 2026 melalui situs resmi Samsung Solve for Tomorrow.

Lebih dari sekadar kompetisi, SFT 2026 dirancang sebagai platform pengembangan ide dan keterampilan inovatif. Peserta akan dibekali dengan kurikulum pembelajaran komprehensif, mulai dari metode Design Thinking, pelatihan AI Amplification, hingga sesi mentoring langsung bersama para ahli di bidangnya. Rangkaian ini bertujuan membekali talenta muda dengan kemampuan problem solving yang krusial di masa depan.

"Tahun ini, kami kembali mengundang generasi muda Indonesia untuk berani mengambil langkah dan menghadirkan solusi nyata melalui teknologi. Samsung Solve for Tomorrow bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah perjalanan untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan pola pikir inovatif yang dapat membawa dampak luas bagi masyarakat," ujar Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Baca juga: Resmi Rilis di Indonesia, Ini Perbedaan Utama Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G

Dua Tema Utama Inovasi

Tahun ini, Samsung membawa dua tantangan utama yang harus dipilih oleh para peserta. Pertama adalah Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Sustainability via Technology). Tema ini berfokus pada penerapan konsep ekonomi sirkular. Melalui pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math), peserta didorong menciptakan inovasi yang mampu menjaga dan memulihkan lingkungan, dengan menekankan pada sistem minim limbah serta regenerasi material.

Tema kedua adalah Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga (Social Change through Sport & Tech). Tema ini mengajak anak muda menggabungkan elemen olahraga dan teknologi untuk mendorong inklusivitas. Fokus utamanya adalah menciptakan akses olahraga yang lebih merata, khususnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas, guna membangun masa depan yang lebih setara.

Pengembangan Jejaring dan Keterampilan Profesional

Lebih jauh lagi, partisipasi dalam program ini membuka akses jejaring yang luas di industri teknologi. Para peserta tidak hanya berinteraksi dengan mentor ahli, tetapi juga membangun relasi dengan sesama inovator muda dari berbagai latar belakang pendidikan di seluruh pelosok nusantara. Jaringan ini menjadi aset berharga bagi pengembangan karier mereka di masa depan, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana berkolaborasi dalam tim multidisiplin untuk menyelesaikan masalah kompleks yang menuntut pemikiran kritis dan adaptabilitas tinggi.

Dengan meningkatnya ketergantungan pada solusi digital di tahun 2026, program seperti SFT menjadi krusial dalam menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan kebutuhan industri nyata. Ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk menguji ide mereka di tingkat nasional, mendapatkan validasi dari para praktisi, dan menyempurnakan solusi yang mungkin saja menjadi dasar bagi startup atau inovasi teknologi mereka di masa depan.

Jejak Prestasi dan Dampak Nyata

Foto: Samsung

Antusiasme terhadap SFT terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan 2025 lalu, tercatat 2.603 pendaftar dengan 2.274 peserta yang lolos ke tahap penyisihan dari 647 tim. Kesuksesan ini terbukti dengan prestasi membanggakan Tim Labmino dari Universitas Indonesia yang berhasil menjadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador.

"Mengikuti Samsung Solve for Tomorrow menjadi pengalaman yang mengubah cara kami melihat potensi diri. Perjalanan ini membuktikan bahwa ide yang berangkat dari kepedulian dapat berkembang menjadi solusi nyata," ungkap Anthony Edbert Feriyanto dari Tim Labmino.

Senada dengan itu, Kadek Nandana Tyo Nayotama, alumni SFT 2025 dari Universitas Brawijaya, merasakan manfaat besar program ini. Bersama timnya, Hackie Chan, ia mengembangkan Pantara, sebuah platform berbasis AI dan Machine Learning untuk pengelolaan bahan pangan segar secara efisien.

"SFT mengajarkan kami untuk benar-benar memahami masalah sebelum membangun solusi. Sesi mentoring dan AI Amplification Workshop sangat membentuk kemampuan berpikir kritis saya," tambah Tyo.

Baca juga: Samsung Galaxy A57 5G Hadir di Indonesia, Desain Tipis dan Performa AI Lebih Cepat

Pengakuan atas Komitmen Pendidikan

Konsistensi Samsung dalam menyelenggarakan program pendidikan seperti SFT dan Innovation Campus (SIC) telah membuahkan apresiasi luas. Samsung baru saja menerima penghargaan dari Detikcom sebagai "Penggerak Talenta Digital" serta pengakuan dalam Uzone Choice Awards 2026 untuk kategori "ESG Award Next-Gen Social Movement".

Penghargaan ini mempertegas dedikasi Samsung dalam menghadirkan inisiatif yang selaras dengan aspirasi generasi muda. SFT bukan hanya tentang mencari pemenang, tetapi tentang membentuk problem solver masa depan yang tangguh, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah melalui teknologi.



Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(yna/sa)

Share :