Mengenal 6 Level Valuasi Perusahaan Startup Digital

Kemala Putri . February 19, 2019
    Foto: Salesflare Blog
Teknologi.id - Debat calon presiden 2019 yang kedua adalah asal mula dari ramainya pembicaraan startup unicorn di Indonesia. Dalam debat tersebut, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo melontarkan pertanyaan mengenai bagaimana cara memajukan industri startup unicorn dalam negeri kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ternyata Unicorn hanyalah satu level dalam level valuasi perusahaan startup digital. Terdapat total 6 level perusahaan startup digital. Berikut selengkapnya.

6 Level Valuasi Perusahaan Startup Digital

1. Cockroach

Level pertama dalam tingkatan startup adalah Cockroach. Perusahaan yang disebut sebagai Cockroach ini merupakan perusahaan yang masih kecil atau baru saja dirintis. Sehingga nilai valuasi yang dimiliki oleh perusahaan ini masih terbilang sedikit. Meski nilai valuasi masih kecil, perusahan dalam kategori ini biasanya ulet dan juga giat untuk tetap mempertahankan perusahannya. Perusahaan di level ini bisa menarik para angel investor untuk mengikutsertakan modalnya sehingga valuasinya membesar. Biasanya para angel investor ini akan diberi imbalan obligasi koncersi atau ekuitas kepemilikan.

2. Ponies

Level selanjutnya adalah level Ponies. Istilah Ponies digunakan bagi sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi hingga USD 10 juta atau berkisar Rp 140 miliar. Perusahaan dalam level ini adalah perusahaan yang telah berhasil mengembangkan startup miliknya. Jika perusahaan di level ini mampu mempertahankan dan menaikkan nilai valuasinya, maka para angel investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modal agar nilai valuasi menjadi lebih besar.

3. Centaurs

Level berikutnya yaitu Centaurs. Centaurs merupakan makhluk dalam kisah mitologi Yunani yang memiliki badan kuda namun berkepala manusia. Istilah Centaurs digunakan bagi sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi hingga USD 100 juta atau sekitar Rp 1,40 triliun. Tentu saja jika perusahaan ini dapat bertahan dengan nilai valuasi hingga USD 100 juta, maka para investor kelas besar pun akan tertarik untuk mananamkan modal. Karena semakin banyak modal yang ada dalam perusahaan tersebut, kemungkinan untuk menambah nilai valuasi pun semakin besar.

Baca juga: Siapa Saja Unicorn Indonesia dan Siapa List Investornya? 

4. Unicorn

Unicorn adalah perusahaan perintis yang valuasinya mampu menembus US$ 1 miliar (setara sekitar Rp 14,1 triliun). Di Indonesia sendiri telah ada empat startup yang menyandang status unicorn yaitu Go-Jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia.

5. Decacorn

Level Decacorn merupakan level bagi perusahaan yang memiliki nilai valuasi sebesar USD 10 miliar setara dengan Rp 140 triliun. Tentu saja perusahaan yang telah mencapai level ini merupakan perusahaan besar. Xiaomi, Uber, Airbnb, Dropbox, WeWork, sampai SpaceX, adalah sejumlah startup yang sudah bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS, walaupun valuasi tersebut kadang bisa terpangkas oleh berbagai hal. Untuk startup dari Indonesia, sudah ada satu startup yang siap menjadi startup decacorn, yaitu Go-Jek. Dengan pendanaan terbarunya dari Google, Tencent dan JD.com, valuasi Go-Jek saat ini mencapai USD 9,5 miliar. Selain itu, apabila perusahaan startup telah mencapai level ini, maka akan semakin sulit untuk mencari para investor. Hal ini tentu saja para investor harus memiliki kapasitas dana yang besar.

6. Hectocorn

Perusahaan startup yang memiliki level Hectocorn ini merupakan perusahaan yang memiliki nilai valuasi sebesar USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.400 triliun. Tentu saja perusahaan ini merupakan perusahaan level dunia. Jika dilihat berdasarkan valuasi, maka Apple, Google, Microsoft, Facebook, Oracle, dan Cisco adalah perusahaan dunia yang telah mencapai level Hectocorn. Perusahaan yang mampu mencapai level ini biasanya lahir hanya 1 hingga 3 perusahaan saja untuk setiap tahunnya. Itulah 6 level valuasi perusahaan startup digital. Semoga artikel ini dapat menambah wawasanmu. (DWK)
Share :