Bukan GPU, Menambang Kripto ini Gunakan Memori, Mau Coba?

Fabian Pratama Kusumah . April 19, 2021

Foto: ICO Drops

Teknologi.id – Menambang mata uang kripto (cryptocurrency) membutuhkan spesifikasi hardware komputer yang tinggi terutama kartu pengolah grafis (GPU).

Hal tersebut membuat GPU menjadi langka di pasaran dan harganya pun melonjak tajam. Tak hanya GPU, kini memori (HDD/SSD) juga terancam langka karena untuk menambang kripto.

Hal ini disebabkan oleh satu mata uang kripto anyar bernama "Chia" yang ternyata bisa dikumpulkan menggunakan ruang kosong dalam memori.

Menurut penggagasnya, Bram Cohen, pengguna bisa mengalokasikan sejumlah kapasitas memori yang kosong sebagai "tempat" untuk menambang Chia.

Baca juga: Harga Dogecoin Meroket, Elon Musk: To the Moon!

Sebagai contoh, apabila terdapat SSD berkapasitas 1 TB, maka mereka bisa mengalokasikan 500 GB via software khusus untuk mengumpulkan Chia.

Dalam kondisi ini, ruang penyimpanan 500 GB tersebut tidak bisa dipakai untuk menyimpan file seperti foto, video, dan lain sebagainya.

Namun, ketika proses penambangan sudah selesai, ruang yang dipakai untuk menambang Chia tadi bisa dialokasikan kembali ke fungsi utamanya, yaitu menyimpan berbagai file.

Berkat tidak menggunakan GPU, maka penambangan Chia diklaim tidak membutuhkan listrik yang tak begitu banyak dan disebut lebih ramah lingkungan.

Sebagai informasi, Chia sendiri saat ini belum bisa didapatkan dan dibeli oleh pengguna secara luas.

Baca juga: Platform Jual Beli Kripto Coinbase Melantai di NASDAQ

Namun, sejumlah pengguna dikabarkan sudah bersiap memborong komponen tersebut karena takut Chia benar-benar membuat HDD/SSD langka.

Hal ini kabarnya sudah terjadi di Hong Kong, di mana salah satu media lokal, HKEPC memantau bahwa penjualan memori berkapasitas 4 TB hingga 8 TB di kawasan tersebut meningkat drastis.

Hal ini bisa menyebabkan memori menjadi langka seperti GPU dan harganya pun akan naik tajam terutama jika pemborongan memori terus meningkat.

Dikutip dari Kompas, HKEPC memprediksi peningkatan harga bisa berkisar 200 dolar Hong Kong (sekitar Rp370.000) hingga 600 dolar Hong Kong (sekitarRp 1,1 juta).

Baca juga: Nvidia Buat GPU Khusus untuk Penambang Kripto Bernama CMP

Selain itu, Jiahe Jinwei, salah satu produsen media penyimpanan asal China mengaku bahwa stok SSD NVMe berkapasitas 1 TB dan 2 TB buatan mereka malah sudah habis terjual.

Jinwei lantas berencana mencegah para penambang ini memborong komponen storage yang ditujukan untuk konsumen.

Jinwei berencana membuat SSD khusus para penambang, seperti konsep CMP (Cryptocurrency Mining Processor) dari Nvidia yang dikhususkan untuk para penambang.

(fpk)

Share :