Gara-gara Virus Corona, Game Plague Inc Mendadak Populer Lagi

Teknologi.id . January 27, 2020

Plague Inc
Foto: YouTube JFlare

Teknologi.id - Game Plague Inc. yang telah dirilis sejak 2012 lalu kini mendadak populer kembali sejak kemunculan wabah virus Corona. 

Plague Inc yang merupakan game simulasi penyebaran wabah virus yang digunakan pada suatu daerah atau negara, dilaporkan mengalami lonjakan jumlah unduhan yang signifikan dan kini menjadi aplikasi paling laris di App Store China.

Tampaknya banyak orang mengunduh game yang dikembangkan oleh studio game Inggris, Ndemic Creations, ini untuk mencari cara menghadapi virus mematikan yang misterius ini tersebut.

Baca juga: Segera Hapus! 30 Aplikasi Kamera di Play Store Ini Bisa Curi Data Ponselmu

Dalam game bergenre real time strategy ini, para pemain bisa memilih satu jenis virus atau bakteri berbahaya lalu merancang cara agar virus/bakteri tersebut menyebar ke seluruh dunia dengan cepat sehingga akhirnya memusnahkan seluruh umat manusia.

Pemainnya pun harus mengatur strategi untuk menghadapi langkah dari pemerintah dan peneliti untuk melawan ancaman global tersebut.

Ini bukan pertama kalinya popularitas Plague Inc melejit berbarengan dengan merebaknya virus yang merisaukan dunia. Pada 2014 lalu jumlah download Plague Inc juga naik drastis saat virus Ebola menyebar cepat di Afrika Barat dan menewaskan lebih dari 11.000 orang.

Vaughan mengatakan naiknya popularitas Plague Inc dipicu oleh rasa ingin tahu orang tentang cara penyakit menular di Bumi.

"Setiap kali ada wabah penyakit baru, kami melihat adanya peningkatan jumlah pemain, karena banyak orang mencari cara untuk mempelajari bagaimana wabah itu bisa menyebar dan untuk memahami kompleksitas penyebaran virus," tulis Ndemic Creations, pembuat game tersebut, dalam keterangannya, dikutip dari Cnet, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Channel YouTube Calon Sarjana Hilang, Buntut Kasus Plagiarisme?

Sementara itu hingga saat ini, korban wabah virus Corona di China terus bertambah. Data terakhir yang diterima dari otoritas China menyebutkan sudah 80 orang meninggal dan 2.300 lainnya terinfeksi.

Sebanyak 1.230 dokter dan perawat dari seluruh negeri juga dikerahkan, dengan rumah sakit baru dikebut pembangunannya agar bisa digunakan dalam 8 hari ke depan. 

Selain di China, patogen dengan kode 2019-nCov tersebut juga menyebar ke 12 negara. Antara lain Jepang, Vietnam, hingga AS.

(dwk)

Share :