
Foto: Mashable Indonesia
Teknologi.id - Harga sejumlah smartphone Xiaomi di Indonesia resmi naik pada Januari 2026. Kenaikan ini terjadi di berbagai lini, mulai dari seri flagship Xiaomi 15T hingga seri entry-level Redmi dan Poco. Lonjakan harga berkisar antara Rp100.000 hingga Rp500.000 per unit, dengan Xiaomi 15T Pro mencatat kenaikan tertinggi.
Mengapa Harga Xiaomi Naik di Awal 2026
Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ia menyebut fluktuasi nilai tukar mata uang, ketentuan pajak dan regulasi, biaya logistik, serta kondisi operasional di setiap pasar sebagai alasan utama. Menurutnya, penentuan harga dilakukan secara berkala agar tetap mencerminkan kondisi riil dan mendukung investasi berkelanjutan pada kualitas produk serta inovasi.
Faktor Global yang Menekan Industri Smartphone
Kenaikan harga di Indonesia sejalan dengan pernyataan Presiden Xiaomi Global, Lu Weibing, yang sebelumnya telah memberi sinyal adanya penyesuaian harga pada 2026. Ia menuturkan bahwa lonjakan harga chip memori menjadi salah satu pemicu utama. Permintaan chip meningkat tajam karena kebutuhan server kecerdasan buatan (AI) yang digunakan perusahaan teknologi untuk membangun data center. Kondisi ini menimbulkan tekanan besar pada rantai pasok komponen.
Baca Juga: Garansi Update Selama 5 Tahun Cek Daftar Smartphone mu yang Mendapat HyperOS 3!
Dampak Kenaikan Harga bagi Konsumen
Kenaikan harga smartphone tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan konsumen. Xiaomi menegaskan bahwa setiap penyesuaian dilakukan dengan pertimbangan matang terhadap dinamika pasar lokal, ekspektasi konsumen, serta peta persaingan. Perusahaan tetap berpegang pada prinsip menghadirkan produk dengan harga jujur dan nilai terbaik. Artinya, meski harga naik, Xiaomi berusaha menjaga keseimbangan antara performa, kualitas, dan keterjangkauan.
Daftar Model yang Mengalami Penyesuaian Harga
Pantauan di situs resmi Xiaomi Indonesia menunjukkan bahwa kenaikan harga terjadi di berbagai lini produk. Berikut beberapa model yang mengalami penyesuaian per Januari 2026:
Daftar Model Xiaomi yang Mengalami Kenaikan Harga (Januari 2026)
Xiaomi 15T 12/256 GB
- Harga baru Rp7.499.000 (naik dari Rp6.999.000)
Xiaomi 15T 12/512 GB
- Harga baru Rp7.999.000 (naik dari Rp7.499.000)
Xiaomi 15T Pro 12/512 GB
- Harga baru Rp10.499.000 (naik dari Rp9.999.000)
Redmi 15C 6/128 GB
- Harga baru Rp1.749.000 (naik dari Rp1.599.000)
Redmi 15C 8/256 GB
- Harga baru Rp1.949.000 (naik dari Rp1.799.000)
Redmi A5 4/128 GB
- Harga baru Rp1.399.000 (naik dari Rp1.199.000)
Poco C85 6/128 GB
- Harga baru Rp1.649.000 (naik dari Rp1.549.000)
Poco C85 8/256 GB
- Harga baru Rp1.849.000 (naik dari Rp1.749.000)
Poco C71 4/128 GB
- Harga baru Rp1.399.000 (naik dari Rp1.099.000)
Apakah Ada Kemungkinan Harga Akan Turun Lagi?
Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, tidak memberikan kepastian apakah harga akan kembali turun dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan untuk mencerminkan kondisi riil pasar, termasuk faktor nilai tukar, pajak, biaya logistik, dan operasional.
Secara umum, tren harga smartphone menunjukkan pola penurunan setelah model terbaru diluncurkan. Produsen biasanya menurunkan harga model lama untuk memberi ruang bagi produk baru. Strategi ini membantu menjaga daya tarik pasar sekaligus mengelola stok yang tersisa.
Selain siklus produk, penurunan harga juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Jika harga komponen seperti chip memori kembali stabil, biaya produksi akan menurun sehingga memungkinkan produsen menyesuaikan harga jual. Faktor lain yang berpengaruh adalah fluktuasi nilai tukar mata uang dan kebijakan pajak. Jika kondisi ekonomi membaik, peluang penurunan harga akan lebih besar.
Baca Juga: Mau Upgrade Smartphone, Cek Selengkapnya Flagship Unggulan 2026!
Apa Dampaknya Bagi Pasar di Indonesia?
Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar Xiaomi. Kenaikan harga di berbagai lini menunjukkan bahwa perusahaan harus menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif dengan pesaing. Meski ada tekanan dari biaya global, Xiaomi berusaha mempertahankan posisinya sebagai merek dengan kombinasi harga terjangkau dan spesifikasi tinggi.
Kenaikan harga smartphone Xiaomi di Indonesia pada awal 2026 mencerminkan dinamika pasar global yang penuh dinamika persaingan dan hambatan. Fluktuasi nilai tukar, regulasi, biaya logistik, serta lonjakan harga chip memori menjadi faktor utama. Meski harga naik, Xiaomi berkomitmen menjaga prinsip harga jujur dan nilai terbaik bagi konsumen.
Bagi masyarakat, penyesuaian ini menjadi pengingat bahwa teknologi tidak lepas dari pengaruh ekonomi global. Konsumen di Indonesia tetap memiliki peluang mendapatkan produk dengan kualitas tinggi, meski harus menyesuaikan ekspektasi terhadap harga.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(dim/sa)