Token Kripto IDM Rilis Pekan Depan, ini kata Bappebti

Fabian Pratama Kusumah . October 22, 2021

Foto: Proactive Investors

Teknologi.id - Saat ini mata uang kripto kembali menjadi primadona. Naiknya koin andalan dari kripto yaitu Bitcoin beberapa waktu lalu tembus rekor di harga 66.000 dolar AS atau sekitar Rp931 juta per keping.

Tidak hanya itu, aktivitas bursa kripto di DeFi (Decentralize Finance) maupun exchange semakin ramai dan menunjukkan peningkatan.

Mata uang kripto buatan Indonesia juga bakal meramaikan pasar koin digital. Token kripto dengan nama IDM akan dirilis pada 28 Oktober 2021 mendatang.

Token ini bakal memperoleh catatan tersendiri karena merupakan buatan dalam negeri. Hal ini juga disambut oleh pemerintah.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar, Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tirta Karma Senjaya menjelaskan, aset kripto di dalam negeri memang belum banyak. Pihaknya pun menyambut baik kehadiran aset kripto tersebut.

"Aset kripto dalam memang belum banyak ya, tentu saja kami menyambut baik bila produk anak bangsa bisa turut berandil dalam perdagangan aset kripto di dalam negeri ke depan," katanya, seperti dikutip Detik, Jumat (22/10/2021).

Meski begitu, dia mengatakan, untuk dapat listing di exchanger dan terdaftar sebagai aset kripto yang ditetapkan Bappebti ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi.

Baca juga: Cara Mudah Memulai Trading Kripto untuk Pemula

"Salah satunya telah dilakukan penilaian risiko dan analisis hirarki proses (AHP) dan sebagainya oleh Tim Bappebti dan exchanger karena bursa belum terbentuk, sedangkan bila bursa sudah terbentuk penilaian akan bersama bursa dan komite aset kripto yang nantinya dibentuk," jelasnya.

Maraknya aset kripto ini sendiri diharapkan dapat memberikan dampak positif khususnya pada pertumbuhan ekonomi digital.

"Dampak riil kripto dalam negeri ini apalagi bila masuk dalam 500 besar dunia coin market cap, maka tentu saja akan membantu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di mana semakin berkontribusi yang meningkat terhadap GDP dari tahun ke tahun," jelasnya.

(fpk)

Share :