Instagram Batasi Akun Repost, Konten Original Kreator Kini Diprioritaskan

Yasmin Najla Alfarisi . May 06, 2026

Foto: Social Media Today

Teknologi.id -  Fenomena di mana unggahan ulang (repost) mendapatkan interaksi yang jauh lebih ramai dibandingkan konten aslinya akan segera berakhir di Instagram. Jejaring sosial milik Meta ini secara resmi mulai menerapkan aturan main baru yang dirancang untuk mengutamakan kreator original sekaligus membatasi jangkauan akun agregator yang hanya mengandalkan konten milik orang lain tanpa memberikan kontribusi kreatif.

Instagram secara terbuka menyatakan bahwa para kreator original adalah "jantung" dari platform mereka. Melalui pembaruan algoritma terbaru ini, konten yang benar-benar dibuat secara mandiri akan mendapatkan prioritas distribusi yang lebih luas di berbagai kanal rekomendasi seperti Explore. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi nyata agar mereka yang berkreasi mendapatkan kredit dan traksi yang layak atas kerja keras mereka.

Baca juga: Instagram Perbarui Fitur Insights, Kreator Kini Bisa Tahu Alasan Konten Sepi Views

Sistem Penalti Tegas bagi Akun Agregator

Mulai minggu ini, Instagram mengambil langkah berani dengan tidak lagi merekomendasikan foto maupun unggahan carousel dari akun-akun agregator di halaman Explore dan kanal rekomendasi lainnya. Akun agregator diidentifikasi sebagai akun yang secara konsisten mengunggah ulang konten pihak ketiga tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi audiens.

Instagram akan melakukan penilaian secara berkala setiap bulan untuk memantau perilaku setiap akun. Jika dalam periode 30 hari terakhir ditemukan pola bahwa sebagian besar konten yang diunggah adalah hasil repost tanpa modifikasi kreatif, akun tersebut akan dikategorikan sebagai agregator dan dikenakan penalti berupa penurunan jangkauan (reach). Meski demikian, Instagram menekankan bahwa kebijakan ini tidak akan memengaruhi bagaimana konten ditampilkan kepada para pengikut (followers) setia yang sudah ada.

Standar Konten Original: Lebih dari Sekadar "Asal Comot"

Untuk membantu para pengguna, Instagram memberikan panduan yang sangat mendetail mengenai kriteria yang membedakan antara konten original dan konten "asal comot".

Yang Dianggap Konten Original:

  • Konten foto atau video yang diambil dan diedit sendiri sehingga mencerminkan visi kreatif personal sang kreator.
  • Konten hasil desain mandiri, termasuk di dalamnya adalah panduan how-to, infografis, atau cerita visual yang unik.
  • Konten yang memanfaatkan materi pihak ketiga namun diolah kembali secara material dengan tambahan yang signifikan.
  • Teks overlay yang memberikan nilai edukasi atau hiburan baru, bukan sekadar teks yang menjelaskan apa yang sudah terlihat di layar.
  • Takarir atau caption yang menyertakan informasi baru, wawasan (insight), atau perspektif bermakna yang memperkaya konten tersebut.

Yang Tidak Dianggap Original dan Berisiko Penalti:

  • Mengunggah ulang karya orang lain secara mentah tanpa adanya masukan kreatif yang berarti.
  • Hanya menambahkan elemen visual sederhana seperti stiker, GIF, bingkai, atau logo tanpa adanya konteks baru yang kuat.
  • Takarir yang sifatnya murni deskriptif atau sekadar memberikan kredit teks kepada pemilik asli tanpa tambahan nilai.
  • Menyertakan subtitle atau transkrip audio yang hanya menyalin kata-kata dalam bahasa yang sama dengan audio asli.

Baca juga: Instagram Instants Hadir! Foto Tanpa Edit Cuma Bisa Dilihat Sekali

Dampak Strategis dan Rekomendasi bagi Kreator

Kebijakan ini merupakan perluasan sukses dari sistem yang sebelumnya telah diterapkan pada fitur Reels sejak tahun 2024. Berdasarkan laporan Meta pada paruh kedua tahun 2025, jumlah penayangan dan waktu menonton Reels original di Facebook meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi alasan kuat bagi Instagram untuk memperluas kebijakan tersebut ke format foto dan carousel guna memotivasi kreator untuk terus berbagi karya asli.

Bagi kreator yang ingin tetap membagikan karya orang lain secara aman, Instagram sangat menyarankan penggunaan fitur resmi seperti Collabs, Remix, atau membagikannya melalui Instagram Story. Penggunaan alat resmi ini dianggap sebagai cara terbaik untuk memberikan atribusi yang tepat kepada pemilik asli sambil tetap memastikan konten tersebut memiliki peluang distribusi yang sehat di ekosistem Instagram.

Selain untuk meningkatkan kepuasan kreator, langkah tegas Meta ini juga berfungsi untuk memperkaya basis data mereka dengan konten yang benar-benar baru dan orisinal. Data orisinal ini sangat penting bagi Meta untuk melatih sistem kecerdasan buatan (AI) mereka agar mendapatkan input yang lebih luas dan berkualitas tinggi dari perilaku pengguna yang otentik.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(yna/sa)

Share :