Jadi Media Sosial Paling Banyak Pelanggaran Data Penggunanya, Berikut 5 Daftarnya!

Foto: Unsplash.com/dole777


Teknologi.id - Masalah pelanggaran data (data breach) tentunya merupakan hal yang mengkhawatiran dan berbahaya bagi para pengguna. Seiring dengan kemajuan teknologi, media sosial saat ini merupakan platform yang digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia digunakan sebagai alat interaksi, berbagi konten, serta sumber informasi.

Saat ini, media sosial juga telah tersedia berbagai macam. Selain dampak positif yang hadir, tentunya ada dampak negatifnya dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang kalian ketahui, secara umum pembuatan akun media sosial biasanya mengharuskan penggunanya untuk memasukkan beberapa informasi, termasuk informasi pribadi.Dan dalam kasus platform media sosial, pelanggaran data dalam media sosial bisa saja terjadi. Kemudian, berdasarkan laporan Proxyrack ternyata ada 5 media sosial yang paling banyak terkena dampak dari kasus ini dan merugikan para penggunanya.

Apa itu Pelanggaran Data (Data Breach)?

Pelanggaran data (data breach) melansir dari Norton ialah mengacu pada insiden di mana informasi rahasia atau informasi yang dilindungi terungkap, seperti pencurian atau kehilangan nomor jaminan sosial, kartu kredit atau nomor rekening bank, informasi kesehatan pribadi, kata sandi, bahkan hingga email. Hal ini dapat dilakukan sengaja atau tidak disengaja. Oleh karena itu, pihak yang tidak bertanggung jawab dapat memiliki akses ke informasi pribadi penting seseorang dan mengambil keuntungan dari informasi tersebut.

Baca Juga: Cek Berkala, Sekitar 20 Aplikasi Habiskan Baterai dan Memori HP, Berikut Daftarnya!

5 Media Sosial yang Paling Banyak Mengalami Pelanggaraan Data (Data Breach)

Nah, setelah mengetahui apa itu pelanggaran data (data breach), ternyata beberapa perusahaan pernah mengalami kasus ini yang merugikan bagi penggunanya. Berikut adalah 5 peringkat besar media sosial yang paling banyak mengalami pelanggaran data (data breach) berdasakan data dari Proxyrack.

Peringkat 5 Besar Media Sosial yang Mengalami Pelanggaran Data (Data Breach). Foto: Proxyrack


Sekitar bulan September 2022, ada satu kasus populer yang terjadi di Indonesia dimana saat itu Bjorka sempat menjadi perbincangan hangat, karena dia mengklaim bisa mengumpulkan data-data penting pemerintah dan data pribadi warga negara Indonesia. Masyarakat pun terkejut, khawatir terkait data pribadi mereka dapat dengan mudah diretas. Namun, saat itu pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjelaskan bahwa data yang diduga bocor tersebut bukanlah data penting melainkan data umum.

Kembali lagi, dilansir dari Social Media Security Report pada Oktober 2022, ada 5 peringkat atas media sosial yang paling banyak mengalami pembobolan data, berikut daftarnya.

  • Facebook

Peringkat pertama dipegang oleh Facebook, yang memiliki total 8 (delapan) pelanggaran data (data breach) sejak diluncurkan pada tahun 2004. Salah satu kasus yang populer ialah skandal Cambridge Analytica, yang meskipun secara teknis bukan pelanggaran, karena melibatkan perusahaan yang menjual data dari sekitar 87 juta pengguna. Selain itu, ada pelanggaran pada tahun 2013, 2018, dan 2019 menjadi tahun terburuk karena terdapat 4 (empat) pelanggaran data, yang masing-masing mengungkap data jumlah besar.

  • LinkedIn

Selanjutnya, disusul oleh LinkedIn platform milik Microsoft mengalami total 4 pelanggaran. Tercatat mengalami pelanggaran data pertamanya pada tahun 2012, dimana sebelumnua mengklaim sekitar 6,5 juta pengguna terpengaruh sebelum pada tahun 2016 diperbarui perkiraan menjadi 165 juta. Pada tahun 2018 data yang bocor terkait nama, tempat kerja, alamat email pribadi, jabatan, dan tautan profil individu sekitar 66 juta pengguna. Kemudian, pada tahun 2021 terjadi 2 pelanggaran, pada bulan April dimana profil publik dihapus dari data mereka yang dijual secara daring (online) dan pada bulan Juli, terkait menampung data pribadi dan profesional dari pengguna.

  • Twitter

Twitter mengalami pelanggaran data sebanyak 4 (empat), yang merupakan platform mikro-blogging dan media sosial. Pelanggaran ini terjadi pada  tahun 2016 menjadi korban serangan peretas Rusia yang mencuri sekitar 32 juta catatan pengguna. Kemudian, tahun 2018, perusahaan membuat pernyataan kepada 330 juta pengguna untuk mengubah kata sandi mereka karena kesalahan dalam kode situs yang mengekspos mereka untuk sementara. Dan terjadi lagi pada tahun 2020 dan 2022 yang berskala lebih kecil.

  • Yahoo

Yahoo berada di posisi selanjutnya dengan 4 pelanggaran yang mengalami pelanggaran pertama pada tahun 2012, ketika serangan injeksi SQL mengungkapkan nama pengguna dan kata sandi dalam format teks biasa, kemudian diikuti oleh peretasan yang memengaruhi miliaran pengguna pada tahun 2013, dan dua lagi pada tahun 2014 dan 2018.

  • MySpace

MySpace merupakan situs jejaring sosial pertama yang diluncurkan pada tahun 2003. Media sosial ini memiliki 3 pelanggaran data, yang pertama pada tahun 2008, saat sekitar 360 juta data pengguna dicuri dan informasi tersebut dijual pada tahun 2016 ketika informasinya menjadi publik. Pada tahun 2013, sekelompok orang Rusia melakukan pereretasan dan mengungkap jumlah data yang serupa dan informasi ini menjadi publik.

Baca Juga: Hati-Hati, Ada Modus Penipuan Online Melalui "Like" dan "Subscribe" di YouTube

Secara lebih lengkap terdapat 18 media sosial dan hanya 15 yang mengalami pelanggaran data (data breach), bisa kalian lihat pada gambar dibawah ini.

Jumlah Pengguna yang Terkena Dampak Pelanggaran Data (Data Breach)

Foto: Proxyrack

Berdasarkan data diatas, terdapat jumlah pengguna yang terdampak akibat pelanggaran data (data breach). Pada posisi pertama di pegang oleh Yahoo! dengan total jumlah 3.502.910.847 pengguna, disusul posisi kedua oleh Facebook dengan total jumlah 2.108.458.528 pengguna, dan terakhir ada LinkedIn dengan total jumlah 1.056.457.960 pengguna.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(raa)

Share :