Surat Terbuka Pecatur ‘Grand Master’ Terkait ‘Dewa Kipas’

Fabian Pratama Kusumah . March 15, 2021

Foto: Kompasiana

Teknologi.id - Pecatur putri Indonesia dengan gelar Grand Master, Irene Kharisma Sukandar, meminta publik Tanah Air untuk bijak dalam menyikapi polemik Dewa_Kipas.

Dewa_Kipas merupakan nama akun yang dipakai pecatur online Indonesia, Dadang Subur, untuk bermain catur di aplikasi dan situs Chess.com.

Akun Dewa_Kipas diblokir tidak lama setelah Dadang Subur mengalahkan pecatur Amerika Serikat dengan gelar International Master, Levy Rozman, yang menggunakan nama akun GothamChess.

Baca juga: GothamChess Gembok Akun Twitter & IG, Gara-gara Netizen RI?

Kronologi akun Dewa_Kipas diblokir oleh Chess.com kemudian diceritakan oleh putra Dadang Subur, Ali Akbar, melalui akun sosial media pribadinya.

Menurut Ali Akbar, akun Dewa_Kipas diblokir karena dilaporkan oleh para pendukung GothamChess yang tidak terima dengan kemenangan Dadang Subur.

Ali Akbar juga menyebut banyak dari pendukung GothamChess yang menuduh Dadang Subur bermain curang untuk meraih kemenangan.

Belum lama ini, Levy Rozman memilih memblokir atau menutup akses penonton dari Indonesia yang ingin menyaksikan video di akun YouTube pribadinya.

Baca juga: Tenang Netizen, Dadang Subur dan GothamChess Sudah Berdamai

Terkini, Ali Akbar sudah meminta netizen Indonesia untuk menghentikan serangan terhadap Levy Rozman atau GothamChess.

Sebab, Ali Akbar menyebut Levy Rozman sudah meminta maaf secara pribadi maupun mewakili penggemar GothamChess kepada Dadang Subur atas polemik yang terjadi.

Polemik Dewa_Kipas atau Dadang Subur semakin membesar ketika pihak PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) mengadakan konferensi pers virtual dengan tajuk "Edukasi Catur Daring dan Problematikannya dari Kasus Dewa Kipas" pada Jumat (12/3/2021).

Dalam konferensi pers tersebut, PB Percasi membedah data grafik permainan Dewa_Kipas selama bermain di Chess.com.

PB Percasi menemukan ada kejanggalan dalam grafik permainan dan akurasi langkah Dewa_Kipas terutama pada perode 22 Februari sampai 2 Maret 2021.

Baca juga: Klarifikasi Dadang 'Dewa Kipas' Terkait Pemblokiran Akunnya

Kejanggalan yang dimaksud adalah grafik permainan Dewa_Kipas yang stabil di puncak dengan persentase rata-rata akurasi langkah mencapai 90 sampai 99 persen.

Menurut PB Percasi, data itu tidak normal karena grafik permainan pecatur hebat sekalipun pasti naik turun dengan batas bawah dan atas rata-rata akurasi langkah pasti lebar.

Sebagai perbadingan, PB Percasi juga menjabarkan data milik atlet catur Indonesia seperti Irene Kharisma Sukandar yang memiliki akurasi langkah terendah 45 persen dan tertinggi 95 persen.

PB Percasi menilai keputusan Chess.com untuk memblokir akun Dewa_Kipas pasti dibuat setelah meninjau aturan yang berlaku.

Atas dasar itu, PB Percasi menyayangkan sikap netizen Indonesia yang terus menyerang Chess.com dan Levy Rozman atau GothamChess.

Baca juga: Kalahkan Gamer Catur Dunia, Orang Indonesia Ini Diblokir

Dikutip dari Kompas hari Senin 15 Maret 2021, Irene Kharisma Sukandar menulis surat terkait video podcast Deddy Corbuzier dengan bintang tamu Dadang Subur dan anaknya, Ali Akbar, yang tayang pada Sabtu (13/3/2021).

"Saya ingin menjelaskan bahwa konferensi pers PB Percasi kemarin dibuat bukan untuk menyerang salah satu pihak mana pun."

"Kami hanya ingin memberi edukasi kepada publik apa itu catur online berdasarkan data yang valid. Silahkan publik menyikapi sendiri data tersebut."

Memperkenalkan kelas premium teknologi.id untuk kalian yang ingin belajar Full Stack Developer, Front End React, Flutter Mobile Development, Back End Python, dan Data Science bersama tech expert dengan materi yang berkualitas serta up to date sesuai yang kalian butuhkan. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan harga terbaik, jangan sampai ketinggalan!

teknologiid events

"Berdasarkan data dan alogaritma Chess.com, akurasi langkah Dadang Subur tidak normal."

"Saya tidak mengerti mengapa masih banyak publik yang membela bahkan sampai menyerang Chess.com dan GothamChess."

"Ini bukan pertama kali Chess.com memblokir akun yang bermasalah. Jadi, penutupan akun Dadang Subur ini tidak perlu dibesar-besarkan."

"Saya hanya ingin meluruskan. Tolong polemik ini dilihat secara menyeluruh. Jangan dibutakan oleh nasionalisme atau faktor lainnya seperti finansial atau apa pun itu,"

Baca juga: Ini Sosok Pak Dadang ‘Dewa Kipas’ yang Kalahkan GothamChess

"Reaksi netizen Indonesia sangat berlebihan dan telah mencoreng nama baik catur Tanah Air."

"Mereka telah membunuh Chess.com dan GothamChess. Itu tindakan yang sangat tidak perlu,"

"Mereka tidak memikirkan kami para atlet catur Indonesia." "Mereka tidak berpikir bagaimana reaksi dunia catur internasional terhadap kami nanti."

"Saya cukup kuat menghadapi tekanan itu karena sudah punya pengalaman." "Namun, bagaimana dengan masa depan generasi penerus catur Indonesia nantinya?"

"Saya tahu pasti ada reaksi pro dan kontra terhadap surat terbuka dan pernyataan saya ini." "Namun, apa yang saya katakan benar dan berdasarkan data yang kredibel,"

 "Jika ada orang yang mempertanyakan nasionalisme saya, saya sudah membawa nama Indonesia di berbagai Kejuaraan Catur Dunia selama puluhan tahun."

"Jangan pertanyakan nasionalisme saya. Polemik ini tidak perlu dilihat dari kaca mata nasionalisme. Data yang ada sudah ada, dan saya mengacu kepada itu."

Baca juga: Pecatur Indonesia: Pemblokiran Akun Dewa Kipas Sudah Tepat

"Saya harap Deddy Corbuzier bisa mengklarifikasi kembali untuk mengubah opini publik menjadi lebih baik."

"Saya tahu GothamChess ini sasaran empuk karena statusnya sebagai orang asing. Namun, netizen Indonesia salah sasaran jika menyerang GothamChess."

"Saya ingin polemik ini segera berakhir. Jika Dadang Subur memiliki kemampuan, saya berharap beliau untuk segera menghubungi PB Percasi. Federasi pasti akan memberi respons yang baik."

"Polemik ini menjadi bukti bahwa atensi publik Indonesia terhadap catur sangat tinggi." "Mari kita bersama-sama membangun dunia catur Indonesia ke arah yang lebih baik."

"Selama ini, saya merasa catur Indonesia dianaktirikan di negeri sendiri." "Padahal, Indonesia memiliki banyak pecatur muda bertalenta yang akan menjadi masa depan catur Tanah Air."

Pada akhir surat, Irene berharap pada pemerintah agar polemik ini menjadi kesempatan untuk membangun dunia catur indonesia menjadi lebih baik.

"Saya harap Pemerintah Indonesia menggunakan momentum ini untuk membangun, mengembangkan, dan memperhatikan olahraga Tanah Air khususnya catur,” tutupnya.

(fpk)

teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler