Houthi Yaman Targetkan Kabel Bawah Laut, Internet Dunia Terancam Putus

Azriel Agustian . February 09, 2024

Foto : helpnetsecurity.com

Teknologi.id – Kabel bawah laut merupakan kabel yang digunakan terutama untuk tujuan komunikasi karena dapat mengirimkan sinyal secara instan. Kabel ini telah dianggap sebagai kabel terbaik untuk telekomunikasi.

Melansir dari One India dan TeleGeography, kabel bawah laut diletakkan di dasar laut antara stasiun darat untuk membawa sinyal telekomunikasi melintasi samudera, dan lautan. Kabel bawah laut pertama yang dipasang pada tahun 1850-an masih sebatas membawa lalu lintas telegrafi.

Kabel modern menggunakan teknologi serat optik untuk membawa data digital, yang meliputi telepon, Internet, dan lalu lintas data pribadi. Sehingga, transmisi data dapat bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat melalui serat kaca tipis ke reseptor di ujung kabel lainnya. Serat kaca ini dibungkus dengan lapisan plastik, terkadang kawat baja untuk perlindungan

Perusahaan telekomunikasi milik pemerintah Yaman yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa pemberontak Houthi akan menyabotase jaringan kabel internet bawah laut di Laut Merah.

Foto : oceannews.com

Telah Di Peringatkan PBB

Seperti dilansir dari The Guardian, Selasa (6/2/2024), kabel sangat penting dalam operasi internet Barat, dan transmisi data keuangan. Peringatan itu diposting setelah saluran aplikasi Telegram yang terkait dengan kelompok Houthi menerbitkan peta kabel serat optik di sepanjang dasar Laut Merah. Peta tersebut disertai dengan pesan: “Ada peta kabel serat optik internasional yang menghubungkan seluruh wilayah di dunia melalui laut. Ternyata Yaman berada di lokasi yang strategis karena adanya jalur internet yang menghubungkan seluruh benua melalui perairan tersebut (Laut Merah).”

Perusahaan Telekomunikasi Yaman mengatakan bahwa mereka telah melakukan upaya diplomatik, dan hukum selama beberapa tahun terakhir untuk membujuk aliansi telekomunikasi global agar tidak berurusan dengan Houthi.

Menurutnya, tindakan tersebut akan memberikan pengetahuan kepada kelompok pemberontak dan misi lainnya tentang cara kerja kabel bawah laut. Diperkirakan Laut Merah bertanggung jawab atas 17% lalu lintas internet dunia melalui jaringan pipa serat optik.

Baca Juga : AS dan Inggris Bombardir Houthi di Yaman , Imbas Konflik Israel-Hamas?

Foto : voaindonesia.com 

Potensi Houthi

Analisis tersebut memperingatkan potensi perubahan strategi Houthi di Laut Merah, dari menargetkan pengiriman barang jadi mengincar arus informasi global. Dalam analisis itu, analis Emily Milliken di Askari Defense & Intelligence yang berbasis di Washington mencemaskan kabel bawah laut sebagai korban berikutnya Houth.

"Mereka dapat menyesuaikan strategi untuk mengincar target baru, dan mungkin lebih penting, kabel telekomunikasi bawah laut di selat Bab el-Mandeb," tulisnya. Dia merujuk postingan Telegram yang dilaporkan berafiliasi dengan Houthi, membagikan peta kabel bawah laut. Kabel itu tak hanya menghubungkan Yaman tapi juga seluruh benua.

"Bahkan kerusakan sebagian pada kabel bawah laut dapat menghilangkan akses internet di wilayah yang luas, sehingga menyebabkan gangguan ekonomi besar bagi seluruh negara," tulisnya. Itu karena ketergantungan dunia dan perekonomian global terhadap akses internet.

Baca juga: Gabung AS dan Inggris, Singapura Ikut Perangi Houthi di Timur Tengah

Saat ini, Houthi tak punya teknologi kapal selam untuk mencapai perairan dalam yang biasanya dilalui kabel. Namun, perairan relatif dangkal di wilayah tersebut membuat potensi ancaman cukup tinggi.

Perusahaan telekomunikasi Yaman mengutuk ancaman tersebut. Yemen Telecom pun mendesak kelompok telekomunikasi untuk tidak bekerja sama dengan Houthi, dalam rangka mencegah mereka memperoleh pengetahuan tentang kabel bersangkutan.

Desember silam, Kementerian Telekomunikasi dan Teknologi Informasi yang dikuasai Houthi di Yaman membantah tudingan tersebut. Dikatakan serangan terhadap kapal-kapal Israel yang mereka anggap sebagai musuh, tidak berlaku bagi mereka yang melakukan pekerjaan pada kabel bawah laut.

Houthi sendiri sekarang sedang diserang oleh Amerika Serikat, dan Inggris, setelah mereka menyerang beberapa kapal dagang sebagai solidaritas terhadap pejuang Hamas.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(aa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar