Ilmuwan Temukan Cara Ubah Debu Bulan Jadi Oksigen

Teknologi.id . January 21, 2020


Oksigen
ESA–A. Foto: Conigili via Engadget


Teknologi.id - Baru-baru ini ilmuwan menemukan cara mengubah debu Bulan menjadi oksigen.

Adalah ilmuwan dari Badan Antariksa Eropa (ESA) yang pertama kali mempunyai gagasan tersebut. Bahkan saat ini peneliti ESA sudah berhasil menciptakan perangkat purwarupa yang dapat mengekstraksi oksigen dari debu bulan, atau yang lebih dikenal dengan regolith.

Temuan ini akan menjadi penemuan yang berharga, pasalnya oksigen yang merupakan syarat utama untuk manusia dapat bertahan hidup di ruang hampa tidak tersedia di Bulan. Selama ini para astronot harus membawa oksigen dalam jumlah yang banyak dari Bumi.

Baca juga: Batal, Facebook Tak Jadi Sisipkan Iklan di WhatsApp

Sebenarnya oksigen merupakan unsur pembentuk yang paling melimpah di regolith Bulan, terdiri dari 40 hingga 45% dari bobotnya. Masalahnya adalah, ia bukan dalam bentuk yang dapat dihirup manusia. Oksigen di Bulan terkunci di dalam mineral oksida.

Maka dari itu, seperti dikutip dari Engadget, Selasa (21/1/2020) ESA membuat pabrik prototipe yang dapat menghasilkan oksigen dari debu Bulan. Tak hanya di situ, pabrik tersebut juga memungkinkan untuk menciptakan bahan bakar.

Pabrik ini menggunakan metode yang disebut elektrolisis garam cair, yang melibatkan penambahan debu Bulan ke semangkuk garam kalsium klorida cair dalam pemanasan hingga 950 derajat Celcius.

Kemudian, arus listrik diterapkan ke dalam campuran tersebut, sehingga menarik oksigen keluar dari debu. Garam cair bertindak seperti elektrolit, memungkinkan oksigen unutk melewatinya dan kemudian berkumpul di anoda sehingga siap digunakan.

Baca juga: Kalahkan Dokter, AI Google Lebih Akurat dalam Mendeteksi Kanker Payudara

Lokasi pabrik oksigen ini diketahui berada di dalam laboratorium Pusat Penelitian dan Teknologi Ruang Angkasa Eropa di Belanda.

Ke depannya, ESA masih terus mengembangkan penemuan ini dengan mencari tim yang merancang "pilot plant", dan menargetkan pada pertengahan 2020-an sudah dapat dioperasikan di Bulan.

(dwk)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya