Ilmuwan Rusia Bawa Kabar Baik soal Virus Zombie

Teknologi.id . January 11, 2023
Foto: 91mobiles


Teknologi.id - Seorang ahli virologi terkemuka Rusia mengungkapkan bahwa virus zombie atau virus kuno yang beberapa waktu lalu berhasil dihidupkan kembali dari daratan beku atau permafrost di Siberia 'sama sekali tidak berbahaya' bagi manusia.

“Mungkin seseorang ingin menciptakan sensasi sebelum Tahun Baru. Tetapi sebenarnya menemukan virus serupa di permafrost bukanlah hal yang aneh bagi para ilmuwan. Virus ini, yang sebelumnya ditemukan pada bangkai mammoth, mempengaruhi amuba daripada manusia," kata Sergey Netesov, dikutip dari laman Sputnik (Rabu, 11/1/2023). 

Ia juga merujuk pada banyak patogen modern yang menimbulkan ancaman bagi manusia dan belum dieksplorasi oleh para peneliti.

Baca juga: Peneliti Berhasil Hidupkan Virus Mematikan Berusia 50 Ribu Tahun

“Saya tidak akan menyelidiki zaman kuno dan permafrost, lebih memilih untuk fokus pada penyakit manusia saat ini,” tegas ahli virologi ini merujuk ke pandemi Covid-19.

Sergey Netesov mengungkapkan pendapatnya beberapa minggu setelah tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Jean-Marie Alempic dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis menemukan dan menghidupkan kembali serangkaian virus yang belum pernah terlihat sebelumnya dari permafrost Siberia.

Virus amoeba berusia 48.500 tahun adalah salah satu dari 13 yang diuraikan oleh para ilmuwan dalam penelitian mereka, dengan sembilan di antaranya diperkirakan berusia puluhan ribu tahun.

Para peneliti berpendapat bahwa virus zombie tersebut masih berpotensi menjadi patogen menular yang mampu menjadi ancaman signifikan bagi manusia.

Baca juga: Bahaya! Charge HP di Tempat Umum Bisa Ambil Data Pribadi!

Mereka memperingatkan bahwa situasinya akan jauh lebih berbahaya dalam kasus tanaman, hewan, atau penyakit manusia yang disebabkan oleh kebangkitan virus kuno yang tidak diketahui.

“Oleh karena itu, jadi hal yang wajar untuk merenungkan risiko partikel virus kuno tetap menular dan kembali ke sirkulasi dengan mencairnya lapisan permafrost kuno,” ungkap Netesov.

Pemanasan global menyebabkan sebagian besar permafrost atau tanah beku permanen yang menutupi seperempat Belahan Bumi Utara, mencair secara permanen dan tidak dapat dibekukan kembali.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar