Ilmuwan Kembangkan Bubble Bots, Robot Mikro yang Antar Obat Langsung ke Sel Kanker

Irmanon Riandina . February 05, 2026


Foto: Caltech

Teknologi.id - Pengobatan kanker selama puluhan tahun identik dengan terapi agresif yang berdampak luas pada tubuh pasien. Obat-obatan kuat memang mampu menekan pertumbuhan sel kanker, namun sering kali harus dibayar dengan rusaknya jaringan sehat. Kondisi inilah yang mendorong para peneliti mencari cara baru agar terapi bisa bekerja lebih tepat sasaran. Salah satu pendekatan paling menjanjikan kini datang dari pengembangan mikrorobot medis berukuran sangat kecil.

Tim ilmuwan dari California Institute of Technology (Caltech) memperkenalkan teknologi yang disebut bubble bots, yakni robot mikroskopis berbentuk gelembung yang dirancang untuk beroperasi di dalam tubuh manusia. Berbeda dari metode konvensional, mikrorobot bubble bots ini ditujukan untuk membawa obat langsung menuju sel kanker, bukan menyebarkannya ke seluruh sistem tubuh.

Masalah utama dalam terapi kanker saat ini adalah distribusi obat yang sulit dikendalikan. Ketika obat masuk ke aliran darah, zat aktifnya dapat menjangkau hampir seluruh organ. Akibatnya, sel sehat ikut terdampak, memicu berbagai efek samping seperti kerontokan rambut, mual, hingga gangguan organ menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Bubble bots dikembangkan untuk memutus pola tersebut dengan pendekatan pengantaran obat yang lebih terarah dan terkontrol.

Baca juga: Ilmuwan Israel Ciptakan Testis Buatan, Solusi Atasi Kemandulan Pria!

Dua Cara Mengarahkan Bubble Bots di Dalam Tubuh

Teknologi bubble bots bekerja dengan memanfaatkan robot berukuran mikroskopis yang mampu bergerak di dalam tubuh manusia. Berdasarkan laporan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Nanotechnology pada 2025 serta publikasi resmi Caltech pada 2026, para peneliti mengembangkan dua metode utama untuk mengarahkan pergerakan robot ini menuju sel tumor.

  • Metode pertama adalah navigasi eksternal berbasis magnet. Dalam sistem ini, bubble bots dilengkapi dengan nanopartikel magnetik yang memungkinkan dokter mengendalikan arah geraknya menggunakan medan magnet dari luar tubuh. Selama proses tersebut, posisi robot dapat dipantau secara real-time dengan bantuan ultrasonografi (USG), sehingga pergerakannya tetap berada dalam jalur yang aman dan akurat.
  • Metode kedua justru mengandalkan kemampuan navigasi mandiri yang jauh lebih canggih. Pada sistem ini, bubble bots dilapisi enzim katalase, sebuah komponen biologis yang memungkinkan robot merespons lingkungan kimia di dalam tubuh. Tanpa dikendalikan secara langsung, robot dapat bergerak sendiri menuju area yang memiliki karakteristik khas tumor.

Jejak Kimia Tumor Jadi Penunjuk Arah

Kemampuan ini berkaitan dengan fakta biologis bahwa sel kanker menghasilkan hidrogen peroksida dalam kadar lebih tinggi dibandingkan jaringan normal. Ketika enzim katalase bereaksi dengan zat tersebut, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan dorongan gerak. Proses ini tidak hanya membuat robot bergerak, tetapi juga mengarahkan perjalanannya menuju sumber hidrogen peroksida yang lebih pekat, yakni tumor itu sendiri.

Wei Gao, profesor teknik medis di Caltech, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan mikrorobot bekerja tanpa bantuan pencitraan tambahan atau kendali eksternal. Menurutnya, bubble bots dapat mengenali “jejak kimia” tumor dan secara otomatis menyesuaikan arah pergerakan, layaknya sistem navigasi alami.

Baca juga: Pacu Jantung Tanpa Baterai, Temuan Baru Ilmuwan China Bisa Bertahan Seumur Hidup

Pendekatan Baru yang Lebih Ramah untuk Tubuh


Foto: freepik

Keunggulan lain dari bubble bots adalah material penyusunnya yang bersifat biokompatibel. Bahan ini dirancang agar tidak memicu reaksi berbahaya dan dapat diterima oleh tubuh. Hal tersebut menjadi faktor penting sebelum teknologi ini dapat melangkah ke tahap uji klinis pada manusia.

Jika berhasil diterapkan, mikrorobot ini memungkinkan pelepasan obat dengan dosis tinggi langsung di pusat tumor, tanpa membebani organ lain. Inovasi ini menumbuhkan harapan bahwa terapi kanker di masa depan dapat berlangsung minim risiko dan jauh lebih ramah bagi tubuh pasien. Pendekatan presisi ini berpotensi meningkatkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi penderitaan pasien akibat efek samping.

Meski masih berada dalam tahap penelitian lanjutan, kehadiran bubble bots memberikan gambaran baru tentang masa depan pengobatan kanker. Alih-alih menyerang tubuh secara menyeluruh, terapi bisa dilakukan dengan presisi tinggi, layaknya misi mikro yang dijalankan oleh robot-robot pintar di dalam tubuh manusia. Bagi dunia medis, inovasi ini menjadi sinyal kuat bahwa era pengobatan kanker yang lebih aman dan terarah semakin dekat.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(ir/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar