Gamer dan AI Berperan dalam Peningkatan Pemetaan Sel dan Protein

Porsche Newsroom

Membuat peta yang menunjukkan ratusan ribu gambar mikroskopis sel manusia, tim peneliti internasional bekerja dengan komunitas game dan dengan kecerdasan buatan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih rinci tentang pola protein yang diatur dalam sel.

Kemajuan ini dilaporkan oleh kolaborasi antara KTH Royal Institute of Technology, CCP Games dan Massively Multiplayer Online Science. Studi ini diterbitkan dalam edisi September Nature Biotechnology.

Para peneliti melaporkan bahwa gamer atau “ilmuwan sipil”, meningkatkan sistem AI yang digunakan untuk memprediksi lokalisasi protein pada tingkat subselular.

“Kombinasi crowdsourcing dan AI menyebabkan peningkatan klasifikasi pola protein subselular dan identifikasi pertama kali dari 10 anggota baru dari struktur seluler yang dikenal sebagai batang dan cincin” ujarEmma Lundberg, seorang peneliti dari KTH yang memimpin Cell Atlas, bagian dari Human Protein Atlas di pusat penelitian sains Sciense for Life.

Lundberg mengatakan data tersebut secara aktif diintegrasikan ke dalam database Human Protein Atlas yang tersedia untuk publik dan akan menjadi sumber daya bagi para peneliti di seluruh dunia yang bekerja menuju pemahaman yang lebih besar tentang sel manusia, protein dan perkembangan penyakit.

Para peneliti bermitra dengan Massively Multiplayer Online Science dan CCP Games untuk mengintegrasikan analisis lokalisasi protein dari gambar Human Protein Atlas langsung ke EVE Online, sebuah game online massively multiplayer yang populer.

Permainan mini yang dihasilkan bernama “Project Discovery” menampilkan avatar Lundberg, menjadikannya salah satu ilmuwan hidup pertama yang ditampilkan dalam game online.

Ini dimainkan oleh lebih dari 300.000 ilmuwan sipil dalam EVE Online yang bersama-sama menghasilkan lebih dari 33 juta klasifikasi gambar pelokalisasi subselular protein, sebuah prestasi yang dipuji sebagai tonggak sejarah dalam sains sipil.

Foto: SciLifeLab

Kemampuan ilmuwan sipil ditandingkan dengan sistem AI untuk memprediksi lokalisasi subselular protein dari gambar yang disebut Alat Anotasi Seluler Lokalisasi (Loc-CAT).

Loc-CAT adalah alat umum pertama untuk annotating protein dengan beberapa lokalisasi dari gambar dan generalisasi di sejumlah besar tipe sel, menyediakan alat yang berguna dalam mempelajari sel dan perilaku mereka di masa depan.

Meskipun Loc-CAT mengungguli pemain Project Discovery untuk banyak kelas protein umum, data agregat pemain dari EVE Online mampu lebih baik dalam mengidentifikasi kelasifikasi langka dan mampu memberikan keterangan pola baru yang tidak ada pada data pelatihan.

Dengan menggabungkan anotasi pemain dengan pendekatan pembelajaran mesin, transfer pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kinerja Loc-CAT secara signifikan.

“Saya percaya bahwa menghubungkan tugas-tugas ilmiah ke dalam permainan komputer akan menjadi pendekatan yang umum digunakan di masa depan untuk memanfaatkan kekuatan pemrosesan otak manusia, sehingga dengan cepat dapat dimanfaatkan dalam bidang sains skala besar,” ujar Lundberg.

“Kami berterima kasih kepada semua ilmuwan sipil yang berpartisipasi dalam proyek ini dan untuk penemuan yang mereka buat” sambungnya.

Foto: eve online project discovery

Di samping keberhasilan proyek ini, masih ada ruang besar yang perlu diperbaiki. Para peneliti mengumumkan Human Protein Atlas 2018 Challenge pada Kaggle (www.kaggle.com/competitions) mulai 17 September. Tantangan ini akan melibatkan analisis gambar untuk mengklasifikasikan pola protein subseluler dalam sel manusia.

Ribuan dolar hadiah akan diperebutkan dan kontribusi peserta akan membantu mendorong bidang protein biologi untuk terus menjemput masa depan.

Baca juga: Nanoteknologi Vs Virus, Peneliti Memperkenalkan Senyawa Antiviral

 

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *