Facebook Gunakan AI untuk Lawan Perubahan Iklim

Indah Mutia Ayudita . October 14, 2020

Foto: PCMag

Teknologi.id - Jejaring sosial Facebook bekerja sama dengan Universitas Carnegie Mellon untuk menerapkan penggunaan energi dari matahari dan angin.

Hasil pembuangan dari kedua sumber daya alam ini jauh lebih bersih daripada hasil pembakaran dengan menggunakan bahan bakar fosil yang menyumbang polusi udara dan pemanasan global.

Perubahan iklim terus menjadi perhatian, khususnya setelah terjadi gelombang panas (heat wave) dan kebakaran hutan di banyak tempat di dunia.

Permasalahan utama yang masih harus dipecahkan para peneliti adalah kebutuhan untuk menyimpan energi sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan karena angin tidak selalu berhembus dan matahari tidak selalu bersinar.

Baca juga: Engage, 'Game Boy' yang Bertenaga Matahari

Baterai bisa menjadi solusi, namun Facebook menyebutkan metode ini terlalu mahal, terlebih jika dibutuhkan jaringan yang besar.

Solusi lain yang diusulkan adalah pengubahan energi surya dan angin menjadi bahan bakar lain seperti hidrogen atau etanol. Proyek ini dikenal sebagai Proyek Katalis Terbuka.

Tujuannya adalah untuk menemukan katalis dengan biaya rendah yang akan digunakan untuk mempercepat reaksi kimia, memungkinkan penyimpanan energi dengan harga yang lebih murah.

Proses menemukan katalis ini lebih sulit karena ada banyak kemungkinan kombinasi elemen.

Baca juga: Facebook Beri Bantuan UKM Indonesia, Ini Persyaratannya

Facebook mengatakan AI bisa digunakan untuk membantu memprediksi interaksi atom lebih cepat daripada simulasi yang dilakukan di laboratorium.

Dengan bantuan AI, prosesnya bisa dipercepat menjadi hanya beberapa detik ketimbang berhari-hari di laboratorium.

Jika proyek ini berhasil, peneliti dapat mendorong penggunaan energi yang bisa diperbaharui karena akan menghemat biaya untuk menyimpan energi untuk penggunaan di masa mendatang.

Di sebagian negara, listrik dihasilkan dengan menggunakan energi matahari secara konsisten karena lebih murah daripada harus menggunakan batu bara atau gas pada pembangkit listrik.

"Karena kebutuhan energi terus meningkat dan perubahan iklim semakin mendesak, masalah ini menawarkan kesempatan untuk memajukan AI yang akan memiliki dampak pada dunia nyata secara signifikan," kata Ilmuwan Riset Facebook Larry Zitnick dalam sebuah posting blog.

(im)

teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya

Berita Terpopuler