DELL-E: Robot Pengantar Paket BRIN yang Bisa Masuk Area Terlarang!

Yasmin Najla Alfarisi . February 06, 2026

Foto: Tangkapan Layar YouTube BRIN Indonesia

Teknologi.id -  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat kemandirian teknologi nasional melalui pengembangan inovasi robotika terbaru yang menyasar efisiensi distribusi. Kali ini, para periset dari Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN memperkenalkan DELL-E (Delivery Enhanced for Logistics & Last-mile Express). Robot pengantar barang otonom ini dirancang khusus untuk melayani pengiriman di lingkungan dengan akses terbatas (restricted area) guna memecahkan masalah logistik yang selama ini sulit dijangkau kurir konvensional.

Inovasi ini lahir sebagai jawaban atas kebutuhan layanan logistik yang menuntut kecepatan, keamanan, dan efisiensi tinggi. DELL-E difokuskan untuk menangani pengiriman last-mile hingga last-meter, sebuah istilah industri untuk tahap akhir pengiriman barang langsung ke tangan konsumen. Hal ini menjadi krusial di area-area terkontrol yang sering kali memiliki aturan keamanan ketat bagi pihak eksternal.

Baca juga: Robot GrowHR: Humanoid Lunak yang Bisa Menyusut, Berenang, dan Jalan di Atas Air

Menjawab Tantangan Pengiriman di Kawasan Terbatas

Selama ini, kawasan seperti perumahan tertutup (gated community), apartemen mewah, perkantoran, kampus, hingga kawasan industri dan fasilitas pemerintahan memiliki protokol keamanan berlapis. Kurir logistik dari perusahaan ekspedisi umumnya hanya diperbolehkan mengantar paket hingga pos satpam atau titik serah tertentu. Kondisi tersebut memaksa penerima barang untuk berjalan kaki cukup jauh guna mengambil paketnya sendiri, yang dinilai tidak efisien secara waktu dan tenaga, terutama di kawasan yang luas dengan mobilitas internal yang kompleks.

Roni Permana Saputra, periset PRMC BRIN, menjelaskan bahwa DELL-E hadir untuk memangkas ketidakefisienan tersebut dengan mengambil alih tugas pengantaran internal. Dengan adanya robot ini, beban kerja manusia, baik kurir maupun petugas keamanan, dapat dikurangi, sementara konsistensi waktu pengiriman dapat lebih terjamin karena terhindar dari variabel kelelahan manusia.

"DELL-E dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi layanan logistik, menjaga konsistensi waktu pengiriman, serta meminimalkan risiko kesalahan dan kontak langsung dalam distribusi barang di lingkungan terkontrol," ujar Roni dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Teknologi Navigasi Canggih dan Sistem Keamanan QR Code

Agar dapat bergerak secara mandiri tanpa bantuan manusia, DELL-E dibekali dengan sistem navigasi multi-sensor yang sangat kompleks. Teknologi ini mengintegrasikan sensor LiDAR (Light Detection and Ranging) untuk pemetaan 3D secara presisi, Inertial Measurement Unit (IMU) untuk memantau orientasi serta pergerakan robot, dan GPS untuk koordinasi lokasi global. Kombinasi ketiga sensor ini memungkinkan DELL-E melakukan pemetaan area secara akurat, merencanakan rute perjalanan mandiri, serta mendeteksi sekaligus menghindari rintangan statis maupun dinamis yang ada di jalur perjalanannya.

Selain kecanggihan navigasi, aspek keamanan barang di dalam kabin juga menjadi prioritas utama pengembang. DELL-E dilengkapi dengan sistem autentikasi khusus berbasis pemindaian QR Code. Mekanisme ini memastikan bahwa kunci elektronik pada kabin penyimpanan barang hanya dapat terbuka oleh penerima sah yang memegang kode tersebut di ponsel mereka. Proses kerja robot ini dimulai dari pemesanan melalui aplikasi berbasis server, penentuan lokasi tujuan melalui peta digital, hingga penentuan rute otomatis. Pengguna pun dapat memantau posisi robot secara real-time melalui koneksi internet layaknya melacak ojek online.

Baca juga: Aturan Baru 2026: Registrasi SIM Card Wajib Rekam Wajah, Simak Cara Daftarnya

Hasil Uji Coba dan Proyeksi Ekosistem 'Smart City'

Foto: Roni Permana dan DELL-E, tangkapan layar YouTube BRIN Indonesia

DELL-E telah menjalani serangkaian uji coba awal di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung. Dalam skenario pengujian tersebut, robot ini berhasil melakukan pengantaran barang dari laboratorium otonom menuju pos keamanan dengan performa navigasi yang stabil. Meskipun menunjukkan hasil yang cukup baik dalam mengikuti rute dan menghindari hambatan, BRIN menyatakan bahwa penyempurnaan lanjutan pada sisi keandalan sistem dan responsivitas sensor masih terus dilakukan sebelum benar-benar siap dilepas secara komersial.

Ke depannya, DELL-E diproyeksikan tidak hanya sebagai alat pengantar barang mandiri, tetapi juga menjadi bagian integral dari ekosistem smart city di Indonesia. Pemanfaatan robot layanan seperti ini diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi robotika yang lebih luas di berbagai sektor industri nasional, serta mengurangi ketergantungan pada teknologi impor.

“Sebagai inovasi robotika yang dikembangkan di dalam negeri, DELL-E diharapkan dapat memperkuat kemandirian teknologi nasional di bidang logistik cerdas,” pungkas Roni.

Kehadiran DELL-E membuktikan bahwa riset mendalam dapat melahirkan solusi teknologi yang mampu menambah nilai kualitas kehidupan manusia dengan cara memperlancar arus barang di lingkungan hunian dan kerja modern.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(yna/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar