Digital Bridge: Strategi Yungki Prabowo Setelah KB Bank Mengganti Core Banking

imaduddin . November 05, 2026


Mengganti core banking adalah salah satu proyek paling berisiko di dunia perbankan. Core banking adalah sistem inti yang mencatat semua rekening, saldo, transaksi, dan pinjaman nasabah. Jika sistem ini bermasalah, hampir semua layanan bank ikut terganggu.

KB Bank, bank milik KB Financial Group asal Korea Selatan, menyelesaikan penggantian sistem intinya pada 2025 dengan pendekatan big bang, yaitu memindahkan sistem inti sekaligus, bukan bertahap. Sistem barunya bernama NGBS (Next Generation Banking System). Setelah fondasi itu berdiri, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana membangun layanan baru di atasnya dengan cepat. Direktur IT & Operations KB Bank, Yungki Prabowo, menjawabnya dengan konsep digital bridge.

Apa Itu Digital Bridge

Dalam wawancara dengan CNBC Indonesia pada September 2026, Yungki menjelaskan pendekatannya:

"Kita bangun peripheral satelite, yang disebut digital bridge."

Dalam pemahaman tim riset Sagara Technology, digital bridge adalah lapisan layanan di sekitar core banking yang bisa bergerak lebih cepat daripada sistem inti itu sendiri. Core banking tetap menjadi pusat pencatatan yang stabil dan dijaga ketat, sementara produk dan fitur baru dikembangkan di lapisan sekitarnya. Dengan cara ini, inovasi tidak harus menunggu perubahan di sistem inti yang berisiko tinggi.

Alasan di balik pendekatan ini juga disampaikan dengan lugas. Menurut Yungki, tidak mungkin sebuah bank membuat produk baru jika teknologinya tertinggal. Dalam laporan yang sama, KB Bank juga menyatakan bahwa transformasi digitalnya tidak mengorbankan manusia.

Dari Membangun ke Merawat dan Mempercepat

  • Investasi capex untuk NGBS dan IT mencapai sekitar Rp1,2 triliun.
  • Untuk 2026, KB Bank menyiapkan capex IT sekitar Rp200 miliar, dengan fokus yang bergeser ke pemeliharaan platform dan percepatan digitalisasi.
  • Per Juni 2026, total aset KB Bank mencapai Rp93,01 triliun, tumbuh 11,22% secara tahunan.

Angka Rp1,2 triliun adalah total investasi untuk NGBS, sedangkan Rp200 miliar adalah anggaran satu tahun, sehingga keduanya tidak untuk dibandingkan langsung. Namun arahnya jelas: fase membangun fondasi sudah lewat, dan fase memanfaatkannya sudah dimulai.

AI yang Diperluas Secara Bertahap

KB Bank sudah memakai AI untuk membaca laporan keuangan dengan teknologi OCR, menganalisis mutasi rekening koran, mendeteksi fraud, dan mendukung analisis kelayakan kredit UMKM, KPR, serta kredit pensiunan. Perluasannya dilakukan bertahap, setelah kesiapan infrastruktur dan tata kelola data dinilai memadai.

Direktur Wholesale KB Bank, Widodo Suryadi, menyebut adopsi AI sebagai keniscayaan, dengan catatan bahwa keberhasilannya tidak diukur dari seberapa masif penerapannya. Pendekatan bertahap ini sejalan dengan logika digital bridge: fondasi dan data harus siap lebih dulu, baru inovasi dibangun di atasnya.

Pekerjaan Engineering Setelah Go-live

Go-live sistem inti baru bukan garis akhir. Menurut pandangan tim riset Sagara Technology, strategi seperti digital bridge memunculkan kebutuhan engineering yang spesifik:

  • Integrasi dan API: membangun lapisan penghubung antara core banking dan kanal digital.
  • Pengujian otomatis: memastikan setiap perubahan di lapisan luar tidak mengganggu sistem inti.
  • Data engineering: merapikan dan memanfaatkan data hasil migrasi untuk analitik dan AI.
  • Keandalan sistem: menjaga performa dan stabilitas sistem baru di beban nyata.

Setelah proyek besar selesai, anggaran biasanya lebih ramping, padahal pekerjaan untuk memanfaatkan sistem baru justru menumpuk. Tim yang dibentuk untuk proyek migrasi juga belum tentu punya kapasitas atau keahlian yang tepat untuk fase berikutnya. Tim riset Sagara Technology menyebut jarak ini execution gap.

Penutup

Banyak bank di Indonesia sedang atau akan mengganti core banking-nya. Pendekatan digital bridge yang disampaikan Yungki Prabowo memberi satu pelajaran penting: nilai sistem inti baru baru benar-benar terasa ketika ada lapisan yang memungkinkan inovasi bergerak cepat di atasnya. Bank yang mampu mengubah fondasi baru menjadi fitur yang dirasakan nasabah akan mendapatkan hasil penuh dari investasinya.

Sumber referensi

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar