Chao Gao dan Kredivo: Seberapa Jauh Algoritma Memahami Risiko Kredit?

Shandy Satria . November 04, 2026


Ketika keputusan kredit semakin banyak ditentukan oleh data, tantangan terbesar bukan sekadar mengetahui siapa yang layak mendapatkan pinjaman, tetapi bagaimana memahami risiko di balik setiap keputusan.

Di tengah pertumbuhan industri Buy Now, Pay Later (BNPL) dan pembiayaan digital, teknologi kecerdasan buatan (AI) serta analisis data menjadi semakin penting. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan dokumen pendapatan atau riwayat kredit konvensional. Mereka perlu membaca berbagai pola perilaku untuk memperkirakan kemampuan dan kemungkinan seseorang dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Di sinilah peran teknologi menjadi menarik untuk dibahas melalui perjalanan Kredivo dan kepemimpinan teknologinya, Chao Gao.

1. Dari Data Menjadi Keputusan Kredit

Salah satu tantangan terbesar dalam pembiayaan digital adalah keterbatasan informasi. Tidak semua calon peminjam memiliki riwayat kredit panjang atau dokumentasi keuangan yang lengkap. Jika hanya mengandalkan metode penilaian konvensional, perusahaan berpotensi melewatkan calon pengguna yang sebenarnya memiliki kemampuan membayar.

Kredivo mengembangkan pendekatan credit scoring berbasis AI dan machine learning untuk menjawab tantangan tersebut. Teknologi ini memungkinkan perusahaan menggabungkan data tradisional dan alternatif, membaca rekam jejak digital, serta memproses verifikasi calon pengguna secara real-time.

kontan.co.id+2

Artinya, algoritma tidak sekadar membaca angka pendapatan atau jumlah pinjaman sebelumnya. Sistem juga berupaya mengenali pola yang dapat membantu memperkirakan perilaku pembayaran seseorang.

Namun, semakin banyak data yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap tata kelola data, keamanan informasi, dan ketepatan model analisis.

2. Ketika Kecepatan Harus Berjalan Bersama Mitigasi Risiko

Dalam layanan BNPL, kecepatan persetujuan menjadi salah satu daya tarik utama. Pengguna mengharapkan proses pengajuan yang sederhana dan keputusan yang cepat. Namun, bagi perusahaan, setiap persetujuan kredit juga membawa risiko finansial.

Karena itu, penilaian risiko tidak berhenti ketika akun pengguna berhasil diverifikasi. Kredivo juga menerapkan pemantauan pada tingkat transaksi untuk mengidentifikasi indikasi penipuan (fraud) dan aktivitas yang tidak wajar.

Pada 2023, Kredivo mengungkapkan penggunaan AI dan machine learning dalam proses penilaian kredit serta pemantauan risiko. Perusahaan menyebut pendekatan tersebut membantu menjaga rasio kredit bermasalah atau NPF di bawah 5% pada periode yang diberitakan.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa teknologi kredit yang baik bukan hanya mampu mempercepat persetujuan, tetapi juga harus mampu mengenali kapan sebuah transaksi perlu dibatasi atau ditolak.

3. Peran CTO dalam Membangun Ekosistem Kredit Digital

Sebagai CTO Kredivo, Chao Gao membawa pengalaman di bidang rekayasa perangkat lunak dan pengembangan teknologi. Sebelum bergabung dengan Kredivo, ia pernah memegang posisi CTO di Imprint dan Engineering Director di Grab.

Dalam ekosistem fintech, tantangan kepemimpinan teknologi tidak hanya terletak pada pengembangan algoritma. CTO juga perlu memastikan bahwa model analitik dapat diintegrasikan ke dalam sistem produksi, memiliki skalabilitas, dan mampu bekerja secara konsisten ketika volume pengguna serta transaksi meningkat.

Kebutuhan tersebut tercermin dari pengembangan tim data science dan machine learning Kredivo, yang mencakup pemodelan risiko kredit, deteksi fraud, hingga pengelolaan portofolio pembiayaan.

Pada akhirnya, algoritma memang dapat membantu perusahaan membaca risiko dengan lebih cepat dan terukur. Namun, keputusan kredit yang bertanggung jawab tetap membutuhkan kombinasi antara kualitas data, ketepatan model, pengawasan manusia, dan tata kelola yang kuat.

Bagi Chao Gao dan Kredivo, tantangan sesungguhnya bukan sekadar membuat algoritma yang mampu memprediksi siapa yang akan membayar. Lebih dari itu, bagaimana membangun teknologi yang mampu memperluas akses kredit tanpa mengorbankan keberlanjutan bisnis dan kepercayaan pengguna.

#ChaoGao #Kredivo #FintechIndonesia #CreditScoring #ArtificialIntelligence #MachineLearning #BigData #CreditRisk #BuyNowPayLater #DigitalLending #FinancialTechnology #RiskManagement #SagaraTech #TechnologyLeadership

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar