Seorang investor membuka aplikasi investasi ketika pasar sedang bergerak cepat.
Harga saham berubah. Informasi pasar diperbarui. Investor mengambil keputusan, memasukkan jumlah pembelian, lalu menekan tombol “Buy”.
Bagi pengguna, proses tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa detik.
Namun, beberapa detik itu bergantung pada rangkaian teknologi yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat di layar. Aplikasi harus dapat diakses, data perlu tersedia, sistem harus merespons, dan berbagai komponen teknologi di belakangnya perlu bekerja secara konsisten.
Dalam layanan investasi digital, pengalaman pengguna tidak berhenti pada tampilan aplikasi dan kelengkapan fitur. Ada faktor lain yang sama pentingnya: reliability.
Di balik konteks inilah peran IT operations menjadi menarik untuk diperhatikan. Salah satu profesional yang kini berada di area tersebut adalah Andi Wahyuna, S.T., Head of IT Operation and Support BNI Sekuritas sejak Maret 2026.
Dari Satu Tombol Menuju Sistem yang Kompleks
BNI Sekuritas resmi meluncurkan New BIONS by BNI Sekuritas pada 5 Mei 2025 sebagai pengembangan platform digital trading perusahaan.
New BIONS menghadirkan sejumlah fitur yang dirancang untuk mendukung aktivitas investor, mulai dari Trading Ideas, Trending & Gainer, Automatic Order, Fast Order, hingga Stock Favorite.
Platform tersebut juga memberikan akses terhadap berbagai instrumen investasi dalam ekosistem digital BNI Sekuritas.
Bagi investor, fitur-fitur tersebut memberikan kemudahan untuk mencari informasi dan melakukan aktivitas investasi.
Namun, coba melihatnya dari perspektif teknologi.
Automatic Order, misalnya, memungkinkan transaksi saham dijalankan berdasarkan kondisi seperti harga, gain/loss, atau waktu yang sebelumnya telah ditentukan pengguna.
Artinya, sebuah fitur yang terlihat sederhana di layar memiliki ketergantungan terhadap sistem yang harus dapat menjalankan instruksi sesuai kondisi yang telah ditentukan.
Fast Order membawa tantangan lain: pengalaman transaksi dirancang menjadi lebih praktis dan cepat.
Semakin tinggi ekspektasi pengguna terhadap kecepatan sebuah layanan, semakin kecil pula toleransi mereka terhadap gangguan.
Di sinilah pengalaman digital mulai bertemu dengan operational reliability.
Ketika Pasar Bergerak, Teknologi Tidak Boleh Sekadar “Berfungsi”
Platform investasi berbeda dari banyak aplikasi digital sehari-hari.
Pengguna tidak sekadar membaca konten atau menggulir halaman. Mereka menggunakan platform untuk mengambil keputusan finansial dan melakukan aktivitas transaksi.
Kondisi pasar juga tidak selalu bergerak dengan intensitas yang sama.
Ketika volatilitas meningkat atau sebuah peristiwa besar memengaruhi pasar, perhatian investor dapat berubah dengan cepat. Dalam kondisi seperti itu, performa, kapasitas, monitoring, dan kesiapan sistem menjadi semakin relevan.
Karena itu, pertanyaan penting bagi sebuah platform investasi bukan hanya:
“Fitur apa yang tersedia?”
Tetapi juga:
“Apa yang terjadi ketika banyak pengguna membutuhkan fitur tersebut pada saat yang sama?”
Pertanyaan kedua membawa pembahasan dari product development menuju IT operations.
Andi Wahyuna dan Perjalanan dari Programmer ke Operations
Perjalanan profesional Andi Wahyuna membuat konteks tersebut menarik.
Sebelum bergabung dengan BNI Sekuritas, kariernya telah berlangsung lebih dari 17 tahun di bidang teknologi.
Laporan Tahunan PT Asuransi Bintang Tbk tahun 2020 mencatat bahwa Andi merupakan lulusan Universitas Gunadarma. Ia pernah bekerja di PT Asuransi Cigna Indonesia pada 2007–2008 sebelum bergabung dengan PT Asuransi Bintang Tbk pada November 2008 sebagai Analyst Programmer.
Kariernya kemudian berkembang hingga menjabat sebagai Operation and ICT Vice President di perusahaan tersebut.
Jejak tersebut memperlihatkan perubahan lingkup pekerjaan yang menarik.
Dari programming menuju tanggung jawab teknologi yang semakin luas.
Berdasarkan profil profesional publiknya, pengalaman Andi kemudian mencakup berbagai area teknologi, sebelum pada Maret 2026 ia bergabung dengan BNI Sekuritas sebagai Head of IT Operation and Support.
Posisi tersebut ditempatinya hampir satu tahun setelah New BIONS diluncurkan.
Artinya, menarik untuk melihat perannya bukan dengan mengatribusikan pembangunan New BIONS kepadanya, tetapi melalui pertanyaan yang berbeda: apa yang dibutuhkan ketika sebuah platform digital sudah menjadi bagian penting dari aktivitas bisnis dan penggunanya?
Fitur Bisa Dilihat, Reliability Tidak
Ketika sebuah perusahaan meluncurkan fitur baru, pengguna dapat langsung melihat perubahannya.
Tampilan baru terlihat.
Menu baru terlihat.
Fitur baru dapat dicoba.
Reliability berbeda.
Pengguna hampir tidak pernah melihat monitoring system, database, network, incident response, disaster recovery, capacity management, atau berbagai komponen lain yang bekerja di belakang sebuah layanan.
Namun, pengguna akan segera menyadari ketika salah satunya bermasalah.
Inilah paradoks IT operations.
Ketika semuanya berjalan dengan baik, pekerjaannya hampir tidak terlihat.
Ketika sesuatu berhenti bekerja, keberadaannya menjadi sangat penting.
Pada platform yang berhubungan dengan aktivitas finansial, kondisi tersebut membuat reliability bukan sekadar persoalan teknis di belakang layar.
Reliability menjadi bagian dari pengalaman produk.
Dari Data Center hingga Business Continuity
Pengalaman Andi sebelum berada di BNI Sekuritas juga memberikan konteks terhadap persoalan tersebut.
Kariernya berkembang dari pengembangan sistem menuju area yang berkaitan dengan operasi dan pengelolaan teknologi.
Area seperti infrastructure, data center, disaster recovery, IT security, service management, dan governance memiliki satu kesamaan: sebagian besar tidak menjadi fitur yang dipromosikan kepada pengguna.
Namun, komponen-komponen tersebut membantu sebuah layanan digital tetap dapat digunakan secara berkelanjutan.
Sebuah sistem tidak cukup hanya berhasil dibangun.
Sistem juga harus dapat dioperasikan, dipantau, diamankan, dipulihkan ketika terjadi masalah, dan dikembangkan ketika kebutuhan bisnis berubah.
Pada titik inilah perbedaan antara membangun aplikasi dan mengoperasikan layanan digital menjadi semakin terlihat.
New BIONS sebagai Studi Kasus yang Menarik
New BIONS memberikan contoh menarik tentang bagaimana sebuah produk investasi digital dapat berkembang menjadi ekosistem dengan berbagai kemampuan.
Investor dapat memperoleh Trading Ideas dari riset BNI Sekuritas, melihat saham yang sedang bergerak melalui Trending & Gainer, menggunakan Fast Order untuk proses transaksi yang lebih praktis, hingga mengatur Automatic Order berdasarkan kondisi tertentu.
Semakin banyak kemampuan yang tersedia, semakin banyak pula interaksi teknologi yang harus dikelola.
Karena itu, inovasi produk dan operational excellence tidak seharusnya dipandang sebagai dua dunia yang berbeda.
Produk menjawab pertanyaan:
Apa yang dapat dilakukan pengguna?
Operations menjawab pertanyaan lain:
Bisakah pengguna tetap melakukannya ketika layanan benar-benar dibutuhkan?
Keduanya membentuk pengalaman digital yang sama.
Reliability Adalah Bagian dari Produk
Ada satu pelajaran penting dari perkembangan layanan keuangan digital: reliability bukan hanya urusan infrastruktur. Reliability adalah bagian dari produk.
Pengguna tidak perlu mengetahui di mana server berada, bagaimana database direplikasi, bagaimana monitoring dilakukan, atau bagaimana skenario pemulihan sistem dirancang.
Yang mereka rasakan jauh lebih sederhana.
Apakah aplikasi dapat digunakan?
Apakah layanan merespons?
Apakah fitur bekerja ketika dibutuhkan?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut pada akhirnya bergantung pada sistem yang kompleks di belakangnya.
Perjalanan Andi Wahyuna dari Analyst Programmer hingga berada pada posisi Head of IT Operation and Support menunjukkan bagaimana pekerjaan teknologi berkembang ketika ketergantungan bisnis terhadap sistem digital semakin besar.
Sementara itu, perkembangan New BIONS menunjukkan sisi lainnya: platform investasi terus menghadirkan semakin banyak kemampuan kepada pengguna.
Ketika keduanya dilihat bersama, muncul satu gambaran penting mengenai transformasi digital.
Inovasi tidak berhenti ketika sebuah fitur berhasil diluncurkan.
Tantangan berikutnya justru dimulai setelahnya: menjaga teknologi tersebut tetap dapat bekerja ketika ribuan keputusan pengguna bergantung padanya.
Karena ketika seorang investor menekan tombol “Buy”, yang bekerja bukan hanya sebuah tombol.
Ada seluruh ekosistem teknologi di belakangnya

Tinggalkan Komentar