7 Ilmuwan Nuklir Iran Tewas dalam Serangan Israel, Ini Daftarnya

Wildan Nur Alif Kurniawan . March 04, 2026


Foto: istickphoto

Teknologi.id – Ketegangan antara Israel dan Iran terus mewarnai dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Selain konfrontasi secara terbuka, perseteruan kedua negara ini juga melibatkan operasi intelijen jangka panjang yang menargetkan sektor-sektor strategis, salah satunya adalah program nuklir Teheran.

Strategi Israel untuk menghambat kemajuan program nuklir Iran tidak terbatas pada sabotase infrastruktur fisik semata. Intelijen Israel secara sistematis juga menargetkan sumber daya manusia, yakni para akademisi dan pakar nuklir yang menjadi otak di balik pengembangan teknologi tersebut.

Ada tujuh ilmuwan dan petinggi strategis nuklir Iran yang tewas akibat operasi dan serangan Israel, dengan mayoritas korban tewas dalam gelombang serangan yang terjadi pada pertengahan 2025. Berikut adalah daftar ketujuh pakar tersebut:

Baca juga: Iran-Israel Memanas, 'Imam Mahdi' Trending di X dan Google Trends: Tanda Kiamat?

1. Fereydoon Abbasi-Davani


Foto: REUTERS

Fereydoon Abbasi-Davani merupakan figur sentral dalam pengembangan nuklir Iran. Ia adalah seorang insinyur nuklir, anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan mantan Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) periode 2011–2013. Abbasi tewas dalam serangan udara pada 13 Juni 2025.

Rekam jejaknya sangat panjang; ia pernah selamat dari upaya pembunuhan pada tahun 2010. Pada 2012, Abbasi secara terbuka menyatakan bahwa Iran pernah memberikan informasi yang tidak akurat kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan pihak Barat. Langkah tersebut ia sebut sebagai taktik untuk melindungi program nuklir negaranya dari pantauan asing.

2. Saeed Borji


Foto: Wikipedia

Borji adalah fisikawan dan insinyur nuklir yang bernaung di Universitas Shahid Beheshti (SBU). Kepakarannya berfokus pada riset sistem persenjataan dan bahan peledak. Ia disebut pernah menjadi penasihat dalam lingkaran Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan (SPND). Karena perannya yang dinilai vital, nama Borji telah masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat sejak 2019. Ia tewas terbunuh di kawasan Absard pada 13 Juni 2025.

3. Ahmadreza Zolfaghari Daryani


Foto: OMMCOM News

Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Nuklir di Universitas Shahid Beheshti (SBU), Zolfaghari memiliki keahlian khusus di bidang fisika reaktor dan siklus bahan bakar nuklir. Posisi akademisnya menjadikan Zolfaghari sebagai salah satu pilar penting dalam mendidik generasi baru ilmuwan nuklir Iran. Ia turut menjadi korban tewas dalam serangan pada bulan Juni 2025.

4. Abdolhamid Minouchehr


Foto: Tehran Times

Minouchehr menjabat sebagai Kepala Fakultas Teknik Nuklir di institusi yang sama dengan Zolfaghari, yakni Universitas Shahid Beheshti (SBU). Ia dikenal luas sebagai pakar di bidang teknik nuklir tingkat lanjut. Minouchehr tewas bersamaan dengan rekan-rekannya dalam operasi militer Israel pada 13 Juni 2025.

5. Mohammad Mehdi Tehranchi


Foto: Wikipedia

Tehranchi adalah Presiden Islamic Azad University sekaligus Profesor di Universitas Shahid Beheshti. Keahliannya berada di ranah fisika teoretis dan material magnetik. Sebagai akademisi senior yang memiliki pengaruh luas, Tehranchi pernah memberikan paparan khusus mengenai kebijakan sains nasional langsung di hadapan Pemimpin Tertinggi Iran pada tahun 2018. Ia meninggal dunia dalam serangan udara tahun lalu.

6. Seyyed Amir Hossein Faqhi


Foto: WANA News

Berbeda dengan beberapa ilmuwan lain yang risetnya bersinggungan dengan teknologi pertahanan, Faqhi adalah pakar yang meneliti aplikasi medis dari teknologi nuklir. Ia menjabat sebagai Deputi di Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) dan juga aktif sebagai dosen di SBU. Faqhi tewas dalam serangan yang terjadi pada 13 Juni 2025.

7. Akbar Motlebizadeh


Foto: Radio Free Europe

Motlebizadeh merupakan ilmuwan nuklir dengan latar belakang teknik kimia serta riset terkait sistem persenjataan dan bahan peledak. Pada tahun 2019, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya atas dugaan keterlibatan dengan Proyek AMAD. Meski pemerintah Iran secara konsisten membantah tuduhan bahwa mereka sedang mendesain detonator nuklir, nama Motlebizadeh tetap menjadi target operasi. Ia tewas dalam insiden serangan pada pertengahan tahun 2025.

Baca juga: Siaran TV Iran Diretas: Tampilkan Pidato Trump dan Netanyahu Saat Pertandingan Bola

Rangkaian peristiwa yang menewaskan para ahli ini dinilai berpotensi menghambat laju regenerasi pakar nuklir di Iran. Insiden ini juga kembali memanaskan hubungan geopolitik antarnegara dan secara signifikan meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.



Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(wn/sa)

Share :