Viral Ramalan Bumi Hilang Gravitasi 12 Agustus 2026, Fakta atau Sekadar Hoaks?

Algis Akbar . January 22, 2026


Foto: harapanrakyat.com

Teknologi.id – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh narasi mengejutkan yang menyebutkan bahwa Bumi akan mengalami fenomena langka berupa hilangnya gravitasi secara total. Kabar yang beredar luas di platform TikTok dan X ini mengklaim bahwa pada 12 Agustus 2026, seluruh benda di permukaan planet akan melayang selama tujuh detik. Sontak, informasi tersebut memicu beragam reaksi netizen, mulai dari kekhawatiran hingga rasa penasaran mengenai kebenaran narasi tersebut secara saintifik.

Narasi viral tersebut sering dikaitkan dengan fenomena keselarasan planet atau peristiwa kosmik tertentu yang jarang terjadi. Namun, di tengah pesatnya penyebaran informasi digital, penting bagi masyarakat untuk membedakan antara fenomena sains nyata dengan rumor yang tidak memiliki dasar ilmiah. Sejumlah literatur ilmiah dan otoritas antariksa pun memberikan penjelasan mendalam untuk meluruskan simpang siur isu hilangnya gravitasi Bumi tersebut.

Menelusuri Asal Usul Kabar Hilangnya Gravitasi Selama Tujuh Detik

Kabar mengenai hilangnya gravitasi Bumi pada pertengahan 2026 sebenarnya bukanlah isu baru. Pola penyebaran berita semacam ini kerap berulang di internet dengan mengubah tanggal kejadiannya.

Narasi ini biasanya menyebutkan bahwa pada momen tertentu, gravitasi akan menjadi nol atau Zero G, sehingga manusia bisa merasakan sensasi melayang seperti astronot. Klaim tersebut sering dibumbui saran agar masyarakat melakukan lompatan pada jam tertentu guna merasakan efeknya.

Secara teknis, gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang dihasilkan oleh massa suatu benda. Bumi memiliki massa sangat besar yang secara konstan menghasilkan gaya tarik terhadap segala sesuatu di permukaannya.

Baca juga: Teknologi Pemetaan Bumi: Membaca Jejak Letusan Kimberlit Lewat Data Digital

Untuk membuat gravitasi menghilang, diperlukan perubahan drastis pada massa Bumi atau hukum fisika alam semesta, yang secara ilmiah mustahil terjadi mendadak. Fakta menunjukkan bahwa gravitasi bukanlah sesuatu yang bisa dimatikan layaknya aliran listrik.

Fenomena yang sering disalahartikan penyebar hoaks adalah peristiwa konjungsi planet. Memang benar pada waktu tertentu posisi planet akan berada dalam satu garis lurus.

Namun, tarikan gravitasi dari planet lain seperti Jupiter atau Mars terhadap manusia di Bumi sangatlah kecil. Kekuatan gravitasi Bumi jauh lebih dominan, sehingga keselarasan planet tidak akan pernah bisa membuat benda di permukaan Bumi melayang secara tiba-tiba.

Gravitasi dan Hukum Fisika

Foto: internasional.republika.co.id

Hingga saat ini, tidak ada satu pun lembaga antariksa kredibel, termasuk NASA maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang mengeluarkan peringatan terkait hilangnya gravitasi pada 12 Agustus 2026.

Para ilmuwan menegaskan bahwa gravitasi Bumi bersifat permanen selama Bumi masih memiliki massa dan inti yang berputar. Prediksi mengenai hilangnya gaya tarik ini murni merupakan pseudosains yang dibuat demi meningkatkan keterlibatan (engagement) media sosial melalui konten sensasi.

Jika menilik sejarah internet, hoaks serupa pernah populer pada 2014 dan 2015, dikenal dengan sebutan "Zero G Day". Saat itu, sebuah cuitan memanipulasi identitas akun resmi menyebutkan ada momen langka yang membuat gravitasi melemah.

Baca juga: Bukan Letusan Biasa! Erupsi Kimberlit Bawa Berlian ke Permukaan Bumi

Namun, pada tanggal yang ditentukan, tidak ada kejadian melayang yang terbukti. Hal ini membuktikan bahwa 12 Agustus 2026 hanyalah target baru informasi palsu yang menargetkan ketidaktahuan masyarakat akan prinsip dasar fisika.

Para ahli astronomi menjelaskan bahwa fenomena astronomi nyata pada 12 Agustus 2026 adalah Gerhana Matahari Total yang melintasi wilayah Samudra Arktik hingga Spanyol.

Peristiwa gerhana matahari adalah fenomena optik saat Bulan menutupi cahaya Matahari, dan sama sekali tidak berkaitan dengan perubahan gaya gravitasi. Fokus para ilmuwan pada tanggal tersebut adalah melakukan observasi korona matahari, bukan bersiap menghadapi hilangnya daya tarik Bumi.

Isu Gravitasi Nol

Kesimpulannya, kabar mengenai Bumi yang akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026 adalah tidak benar atau hoaks. Tidak ada mekanisme alamiah yang memungkinkan hal tersebut terjadi dalam skala planet. Stabilitas gravitasi Bumi tetap terjaga dan tidak akan terpengaruh oleh posisi planet atau tanggal tertentu dalam kalender.

Masyarakat dihimbau untuk selalu mengedepankan verifikasi fakta dan tidak mudah percaya pada konten dengan judul bombastis tanpa bukti riset yang sah. Pastikan untuk selalu merujuk pada sumber berita teknologi dan sains terpercaya guna mendapatkan informasi akurat mengenai fenomena alam semesta.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(AA/ZA)

Share :