Barunastra ITS Juara Dunia RoboBoat 2026 di AS, Kalahkan MIT dan Kampus Global

Wildan Nur Alif Kurniawan . March 02, 2026


Foto: BARUNASTRA ITS ROBOBOAT TEAM

Teknologi.id – Tim mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mencatatkan prestasi gemilang di level internasional dengan meraih gelar juara pertama dalam ajang International RoboBoat Competition (IRC) 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Florida, Amerika Serikat, dan mempertemukan inovator-inovator muda dari berbagai universitas teknologi terkemuka di dunia.

Kemenangan ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam pengembangan teknologi Autonomous Surface Vehicle (ASV) atau kapal tanpa awak. Dalam persaingan yang ketat tersebut, delegasi Indonesia berhasil mengungguli puluhan institusi kawakan dunia, termasuk Massachusetts Institute of Technology (MIT) dari Amerika Serikat, Queen's University, hingga Georgia Institute of Technology.

Dominasi Mutlak dan Gelar Grand Champion

Keikutsertaan Tim Barunastra ITS dalam IRC 2026 tidak hanya sekadar partisipasi, melainkan sebuah dominasi. Tim asal Surabaya ini sukses menyapu bersih seluruh kategori utama yang dipertandingkan. Prestasi tersebut membawa mereka menyandang predikat sebagai Grand Champion, sebuah gelar tertinggi bagi tim yang mampu menunjukkan performa terbaik secara konsisten di setiap lini penilaian.

Secara spesifik, Barunastra ITS berhasil mengamankan posisi pertama pada kategori Autonomy Challenge serta kategori Design and Documentation. Tidak berhenti di situ, kualitas pengerjaan teknis mereka juga diakui secara khusus oleh dewan juri melalui penghargaan Best Technical Design Report. Penghargaan ini diberikan atas laporan teknis yang dinilai paling komprehensif dan memiliki standar kualitas unggul dibandingkan 36 tim pesaing lainnya yang berasal dari 10 negara di benua Amerika, Eropa, dan Asia.

Baca juga: Karya Mahasiswa UI: Kacamata AI untuk Pelari Difabel, Raih Global Ambassador!

Keunggulan Teknologi Kapal Tanpa Awak (ASV)


Foto: Instagram/@its_campus

Fokus utama dalam International RoboBoat Competition adalah pengembangan Autonomous Surface Vehicle (ASV). Teknologi ini merujuk pada kapal tanpa awak yang dirancang untuk mampu bergerak dan menjalankan misi secara mandiri tanpa campur tangan manusia secara langsung di atas kapal. Keberhasilan pengoperasian kapal ini bergantung sepenuhnya pada integrasi sistem sensor yang canggih, pemrograman kendali kapal yang presisi, serta algoritma navigasi yang kompleks.

Kapal yang dikembangkan oleh Tim Barunastra diuji kemampuannya untuk beroperasi di perairan terbuka. Penilaian mencakup efisiensi sistem navigasi dalam membaca medan, performa operasional mesin dan kemudi, hingga ketangguhan perangkat lunak dalam memproses data dari lingkungan sekitar secara real-time. Keberhasilan ITS dalam kategori ini membuktikan bahwa teknologi kapal otonom hasil karya mahasiswa Indonesia telah mencapai standar global yang mampu bersaing dengan universitas riset terbaik dunia.

Simulasi Tanggap Bencana dalam Autonomy Challenge

Kategori Autonomy Challenge pada tahun 2026 mengusung tema yang sangat relevan dengan isu kemanusiaan, yakni "Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief". Tema ini mensimulasikan kondisi pelabuhan yang hancur setelah diterjang bencana alam. Kapal otonom ditantang untuk melakukan tindakan pemulihan dan bantuan secara mandiri melalui serangkaian misi yang sangat teknis.

Terdapat enam misi utama yang harus diselesaikan oleh kapal tanpa awak Barunastra ITS dengan akurasi tinggi:

  1. Evacuation Route & Return: Kapal harus melakukan navigasi melalui gerbang merah dan hijau yang ditentukan sebagai jalur evakuasi awal.

  2. Debris Clearance: Melakukan pemindaian area perairan untuk mendeteksi penyintas (survivor) sekaligus bermanuver menghindari objek berbahaya di antara puing-puing bangunan.

  3. Emergency Response Sprint: Menguji kecepatan kapal dalam kondisi darurat dengan mengikuti petunjuk dari penanda visual.

  4. Supply Drop: Melakukan pengiriman bantuan logistik dan air ke kapal target dengan tingkat presisi penempatan yang tinggi.

  5. Navigate the Marina: Mencari lokasi sandar yang aman di dermaga dan melakukan proses docking (bersandar) sesuai dengan prioritas yang ditunjukkan oleh indikator.

  6. Harbor Alert: Kapal harus merespons sinyal darurat berbasis suara, yang mengharuskan sistem menghentikan misi yang sedang berjalan dan berpindah ke zona aman secara otomatis.

Rangkaian misi ini menguji kemampuan kecerdasan buatan (AI) kapal dalam mengambil keputusan cepat di tengah situasi yang berubah-ubah, yang merupakan aspek krusial dalam operasi penyelamatan di dunia nyata.

Baca juga: Sejarah! Sistem Autoland Berhasil Daratkan Pesawat Saat Darurat Tanpa Pilot

Kekuatan Dokumentasi dan Kolaborasi Multidisiplin

Selain keunggulan di lapangan, kemenangan Barunastra ITS dalam kategori Design and Documentation menunjukkan ketelitian tim dalam aspek administratif dan manajerial. Penilaian pada kategori ini meliputi keseluruhan proses perancangan, mulai dari konsep desain awal, hasil pengujian di laboratorium, hingga dokumentasi dalam bentuk video pengembangan dan situs web resmi tim. Laporan teknis yang disusun oleh tim ini menjadi rujukan kualitas bagi peserta lainnya.

Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah dari kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan ITS. Delegasi yang berangkat ke Florida terdiri dari mahasiswa lintas departemen, mulai dari Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Telekomunikasi, Teknik Informatika, hingga Teknik Sistem Perkapalan dan Teknik Perkapalan.

Di balik layar, pengembangan kapal ini juga didukung secara penuh oleh anggota tim dari berbagai departemen lain seperti Teknik Sipil, Teknik Komputer, Teknik Elektro Otomasi, Teknik Mesin, Teknik Transportasi Laut, dan Sistem Informasi. Sinergi antara pakar mekanik, ahli sistem kendali, dan pengembang perangkat lunak inilah yang menjadi kunci utama Barunastra ITS mampu mengalahkan dominasi universitas-universitas besar dunia dalam ajang International RoboBoat Competition 2026.



Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(wn/sa)

Share :