
Foto: Identitas
Teknologi.id – Fenomena Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang akrab disebut Paylater, kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Kemudahan "beli sekarang, bayar nanti" memang menawarkan fleksibilitas finansial, terutama di tanggal tua. Namun, di balik kenyamanan tersebut, tersimpan risiko besar yang sering diabaikan pengguna: keamanan data pribadi.
Kasus kebocoran data dan pencurian identitas (identity theft) yang berujung pada tagihan fiktif kian marak terjadi. Para penjahat siber kini tidak lagi hanya mengincar uang secara langsung, melainkan data diri Anda—mulai dari NIK, foto KTP, hingga nomor ponsel—untuk digunakan membobol akun Paylater atau mengajukan pinjaman ilegal atas nama Anda.
Agar kemudahan transaksi tidak berubah menjadi mimpi buruk finansial, berikut adalah panduan komprehensif untuk melindungi benteng data pribadi Anda saat menggunakan layanan Paylater.
1. Benteng Pertama: Kenali dan Hindari Phishing
Ancaman terbesar bagi pengguna Paylater bukanlah peretas canggih yang masuk ke server perusahaan, melainkan teknik manipulasi psikologis atau phishing. Penipu sering kali menyamar sebagai Customer Service (CS) resmi Paylater, mengirimkan pesan via WhatsApp atau email yang terlihat sangat meyakinkan.
Modus Operandi: Pesan biasanya berisi ancaman bahwa akun Anda akan diblokir, iming-iming kenaikan limit kredit instan, atau hadiah palsu. Tujuannya satu: membuat Anda panik atau tergiur sehingga mengklik tautan (link) berbahaya.
Langkah Pencegahan: Jangan pernah klik tautan dari nomor atau email yang tidak dikenal. Ingat, penyedia layanan Paylater resmi tidak pernah meminta data sensitif seperti kode OTP, PIN, atau password melalui pesan pribadi atau telepon. Jika ragu, hubungi call center resmi yang tertera di aplikasi, bukan nomor yang menghubungi Anda.
Baca juga: Kenapa Data di RI Sering Bocor? Komdigi: Infrastruktur Usang Jadi Pintu Masuk Hacker
2. Kunci Ganda: Aktifkan Fitur Keamanan Berlapis
Mengandalkan password standar seperti "123456" atau tanggal lahir di tahun 2026 adalah tindakan bunuh diri digital. Sistem keamanan aplikasi Paylater saat ini sudah sangat canggih, namun sering kali fitur tersebut tidak diaktifkan oleh pengguna karena alasan "ribet".
Wajib Biometrik: Aktifkan fitur login menggunakan sidik jari (fingerprint) atau pemindaian wajah (face ID). Ini mempersulit orang lain untuk mengakses akun meski mereka tahu password Anda.
Two-Factor Authentication (2FA): Pastikan fitur verifikasi dua langkah aktif. Dengan fitur ini, setiap kali ada upaya login di perangkat baru, sistem akan meminta kode verifikasi yang dikirim ke nomor HP atau email Anda. Jangan pernah bagikan kode ini kepada siapapun, bahkan kepada orang yang mengaku petugas.
3. Pilih Legalitas, Tolak Ilegalitas
Hingga Januari 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memberantas ribuan aplikasi pinjaman online dan Paylater ilegal. Namun, aplikasi baru terus bermunculan dengan nama yang mirip dengan aplikasi resmi.
Cek Legalitas: Sebelum mengunduh dan mendaftar, pastikan penyedia layanan Paylater tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK. Aplikasi legal memiliki kewajiban hukum untuk melindungi data konsumen dan memiliki standar keamanan siber yang ketat.
Risiko Aplikasi Ilegal: Aplikasi bodong tidak hanya mengenakan bunga mencekik, tetapi juga sering kali menyedot seluruh data kontak di ponsel Anda untuk digunakan sebagai alat teror saat penagihan.
4. Verifikasi Informasi Secara Mandiri
Di era deepfake dan manipulasi AI, suara dan pesan bisa dipalsukan. Jika Anda menerima notifikasi aneh—misalnya tagihan untuk barang yang tidak pernah Anda beli atau peringatan keamanan—jangan panik.
Cross-Check: Tutup pesan tersebut, lalu buka aplikasi Paylater Anda secara langsung untuk mengecek notifikasi resmi di dalam aplikasi (in-app notification). Jika tidak ada notifikasi di sana, besar kemungkinan pesan sebelumnya adalah penipuan.
5. Jaga Kebersihan Jejak Digital
Sering kali kebocoran data terjadi karena kelalaian pengguna sendiri di media sosial atau percakapan sehari-hari.
Stop Umbar Data: Jangan pernah memposting foto KTP, tiket pesawat (yang memuat data paspor/KTP), atau tangkapan layar akun Paylater Anda di media sosial.
Hati-hati WiFi Publik: Hindari melakukan transaksi finansial atau membuka aplikasi Paylater saat terhubung ke WiFi gratisan di kafe atau tempat umum. Peretas bisa dengan mudah menyadap lalu lintas data di jaringan yang tidak aman. Gunakan paket data seluler pribadi Anda untuk transaksi.
Baca juga: Data Kamu Pernah Bocor? Cek Cara Hapus Jejak Digital di Google Hingga Media Sosial
Mengapa Ini Penting?

Foto: Acer Corner
Data pribadi Anda adalah aset paling berharga di dunia digital. Jika jatuh ke tangan yang salah, pemulihan nama baik dan catatan kredit (SLIK OJK) bisa memakan waktu bertahun-tahun. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda tidak hanya mengamankan uang Anda, tetapi juga masa depan finansial Anda.
Jadilah pengguna cerdas yang tidak hanya menikmati kemudahan, tetapi juga waspada terhadap setiap potensi ancaman.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)