Ini Kemampuan Matahari Buatan China dan Negara Lainnya

Fabian Pratama Kusumah . October 18, 2021

Foto: VOI

Teknologi.idMatahari buatan China disebut memiliki kemampuan menyinari negara tersebut selama satu dekade alias 1 dasawarsa (10 tahun).

Akan tetapi tentunya, ini bakal terjadi jika proyek tersebut mendapatkan persetujuan akhir atau dukungan dari pemerintah di bawah kendali Presiden Xi Jinping.

Dilansir South China Morning Post (SCMP), pembangunan reaktor fusi nuklir diperkirakan rampung pada awal 2030 mendatang, jika pemerintah Beijing mendukungnya.

Hal tersebut dikemukakan Profesor Song Yuntao kepada media lokal pada konferensi pengendalian karbon di Beijing.

Teknologi fusi, yang dikenal sebagai matahari buatan, disebut dapat menyediakan pasokan energi bersih tanpa akhir dengan mensimulasikan fusi nuklir di matahari.

Rencana ini membawa serta tantangan yang ada yakni mengendalikan gas yang sangat panas, hidrogen, dengan suhu di dalam reaktor yang diperkirakan mencapai atau melebihi 100 juta derajat Celcius.

Reaktor fusi China bukan yang pertama di dunia, ada pula konstruksi yang hampir selesai pada Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (ITER) di Prancis selatan, yang dapat menyala pada 2025.

Namun setelah beberapa kali penundaan, setelah dimulai sejak dimulai pada tahun 2007, ITER menjadi proyek ilmiah internasional termahal dalam sejarah.

Proyek ini menelan biaya antara US$ 45 miliar hingga US$ 65 miliar atau setara dengan Rp 644-929 triliun (kurs Rp 14.300/US$), dan China menjadi salah satu negara yang terlibat di dalamnya.

Baca juga: Seluruh Desa ini Dibangun dengan Printer Cetak 3D

Meskipun gagasan matahari buatan membuahkan hasil untuk pertama kalinya, pembakaran yang dihasilkannya tidak dapat menghasilkan energi yang cukup untuk produksi listrik, seperti yang diinginkan oleh reaktor China.

Pada bulan Mei, perangkat simulasi di Hefei menghasilkan plasma yang menyala pada 150 juta derajat Celcius yang dipertahankan pada tingkat yang stabil selama lebih dari 100 detik, dan menjadi sebuah rekor dunia.

Para ilmuwan membatasi gas panas dengan medan magnet yang sangat kuat yang dihasilkan oleh superkonduktor.

Song mengatakan tujuan proyek China berikutnya adalah meningkatkan waktu pembakaran menjadi 400 detik kemudian 1.000 detik.

(fpk)

Share :