Pertamina & Gojek Uji 5 Stasiun Tukar Baterai Motor Listrik

Annisa Fadillah . December 15, 2020

Foto: CNN Indonesia

Teknologi.id - Diketahui jika kajian lanjutan dalam rangka studi proyek 'pilot commercial' untuk kendaraan listrik sedang disipakan oleh Pertamina dan Gojek. Sebagai tahap awal, proyek pilot commercial ini dilakukan di area Jabodetabek. Baik Pertamina maupun Gojek menargetkan percobaan awal ini untuk rampung secepatnya pada tahun 2021.

Jika nantinya pilot commercial dipandang memiliki prospek ekonomis bagi kedua belah pihak, maka ada kemungkinan bagi mereka untuk melebarkan sayap proyek ini ke kota ataupun daerah lain di Indonesia. Dilansir dari Liputan6, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan bahwa kajian ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada 21 April 2020.

Baca Juga: Fakta Video Viral Dinosaurus Turun dari Truk di Magetan

Untuk tahap awal studi ini, Pertamina dan Gojek menguji 25 sepeda motor listrik dengan 5 stasiun penukaran baterai yang berlokasi di wilayah Jakarta Pusat. Untuk lokasinya sendiri antara lain; Pool Gojek Petojo, Olimart MH Thamrin, SPBU Mangga Besar (31.107.03), SPBU Cikini (31.103.03), dan SPBU Abdul Muis (31.102.02).

"Pertamina menyadari bahwa kendaraan listrik merupakan tantangan sekaligus memberikan peluang bagi pengembangan portofolio bisnis perusahaan di masa depan. Untuk itu, kami berupaya untuk menjawab tantangan dengan mulai mempersiapkan diri masuk di dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai tindakan antisipasi transisi energi yang akan terjadi," jelas Fajriyah dalam siaran persnya.

Untuk melancarkan proyek ini, Fajriyah mengaku membutuhkan support dari segala pihak agar studi ini dapat selesai pada akhir Desember 2020, sesuai dengan yang direncanakan. Studi ini diharapkan dapat digunakan untuk mencari model usaha dan pelaksanaan proyek pengisian daya ataupun penggantian baterai bagi kendaraan listrik. Pihaknya juga menyebutkan bahwa kendaraan seperti ini tergolong ramah lingkungan, sehingga bisa menurunkan emisi gas rumah kaca.

"Pertamina memerlukan dukungan penuh dari seluruh stakeholder baik dari pemerintah, lembaga riset, pelaku bisnis dan pemangku kepentingan lainnya dengan turut berpartisipasi dalam penyediaan infrastruktur kendaraan ramah lingkungan yang dapat menurunkan emisi gas rumah kaca,” pungkas Fajriyah.

Baca Juga: Anjing-anjing Ini Dilatih untuk Mendeteksi Bau Covid-19

(af)

Share :