
Foto: Polytron EV
Teknologi.id – Pasar kendaraan roda dua bertenaga listrik di Indonesia kini memasuki babak baru yang jauh lebih menantang. Tidak lagi sekadar memproduksi skuter komuter ringkas berkecepatan rendah untuk rutinitas jarak dekat, jenama elektronik lokal kebanggaan Tanah Air, Polytron, kini merangsek masuk ke segmen skutik premium (maxi-scooter) kelas atas melalui peluncuran Polytron Fox-500.
Kehadiran model flagship ini langsung menyedot perhatian masif dari publik otomotif berkat desainnya yang sangat "gahar", dimensi bongsor yang mengintimidasi, serta performa mesin buas yang digadang-gadang setara dengan daya jelajah skutik bensin berkapasitas 250cc. Bagi Anda yang mendambakan tunggangan niremisi tanpa harus mengorbankan kecepatan ekstrem dan kebanggaan berkendara, berikut adalah bedah spesifikasi lengkap dari Polytron Fox-500.
Dapur Pacu Bertenaga Ekstra dan Efisiensi Baterai

Foto: Polytron EV
Spesifikasi mekanis di atas kertas menjadi magnet dan nilai jual utama dari Polytron Fox-500. Meninggalkan stigma motor listrik yang pelan dan lemah di tanjakan, Fox-500 dipersenjatai dengan dinamo penggerak sentral (mid-drive motor) berdaya konstan 5.000 Watt. Saat pengendara memuntir tuas gas secara penuh (full throttle), motor ini sanggup memuntahkan tenaga puncak (peak power) hingga 14.700 Watt atau setara dengan 19,7 tenaga kuda (HP). Kombinasi luapan tenaga dan torsi instan khas kendaraan listrik ini memampukan Fox-500 melesat hingga mencapai angka kecepatan maksimal (top speed) 130 km/jam.
Sebagai penyuplai energi utamanya, Polytron membenamkan paket baterai berteknologi Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) dengan kapasitas yang tergolong masif di kelasnya, yakni 3,89 kWh (72V 54Ah). Dalam kondisi daya penuh (100%), skuter berbodi gambot ini diklaim memiliki jarak tempuh operasional (range) hingga 130 kilometer, sebuah figur yang sangat ideal untuk melibas rute komuter membelah kemacetan ibu kota maupun perjalanan lintas kota antarprovinsi.
Proses pengisian dayanya pun dirancang agar tidak merepotkan pengguna. Menggunakan on-board charger bawaan berkapasitas 900 Watt, proses isi ulang baterai dari kondisi kosong hingga penuh sempurna hanya membutuhkan durasi pengisian sekitar 4 hingga 5 jam menggunakan instalasi listrik rumahan standar.
Baca juga: Polytron Rilis Fast Charging Portabel 25A untuk Motor Listrik, Harga Rp3,8 Juta
Desain Agresif, Kaki-kaki Kokoh, dan Ruang Bagasi Ekstra
Secara arsitektur visual, Fox-500 dengan sangat jelas mengadopsi bahasa desain maxi-scooter yang identik dengan siluet tajam, bodi melar yang aerodinamis, dan tameng depan (fascia) yang sangat garang—langsung mengingatkan kita pada aura rival bensinnya seperti Yamaha XMAX atau Honda Forza. Kesan futuristik ini makin dipertegas oleh sistem pencahayaan proyektor Full LED yang dipadukan harmonis dengan garis Daytime Running Light (DRL).
Kenyamanan bermanuver dan peredaman guncangan juga mengalami revolusi signifikan. Alih-alih menggunakan peredam kejut ganda (dual shockbreaker) seperti adiknya, Fox-R, varian puncak Fox-500 ini telah mengadopsi suspensi belakang tunggal (Monoshock) dan garpu teleskopik di depan. Konfigurasi ini memberikan stabilitas rebah yang jauh lebih presisi saat bermanuver di tikungan tajam. Komponen kaki-kaki ini dipadukan dengan velg paduan aluminium berukuran 14 inci yang dibalut ban tapak lebar (ukuran 110/70 di roda depan dan 140/60 di roda belakang), lengkap dengan sistem pengereman cakram ganda untuk deselerasi maksimal.
Dari sisi fungsionalitas harian, bodinya yang membesar dialokasikan dengan sangat cerdas untuk menghadirkan ruang bagasi bawah jok dengan volume 35 liter—kapasitas yang dengan mudah menelan sebuah helm full-face beserta jas hujan dan barang bawaan esensial lainnya.
Teknologi Canggih: Dari Cruise Control hingga Rem Regeneratif Pintar
Menyandang predikat skutik premium, Polytron Fox-500 menjejalkan sejumlah instrumen berkendara canggih yang jamak ditemukan pada mobil listrik modern:
Kendali Jelajah (Cruise Control): Fitur mewah ini memungkinkan pengendara mengunci kecepatan kendaraan secara konstan (aktif pada rentang kecepatan 5–80 km/jam). Anda bisa mengistirahatkan pergelangan tangan pada tuas gas saat melaju di rute lurus bebas hambatan.
Sistem Pengereman Regeneratif (3-Level): Teknologi pintar yang merubah energi kinetik dari putaran roda yang terbuang saat pengereman menjadi daya listrik untuk mengecas baterai secara mandiri. Tersedia tiga tingkatan kepakaan (Rendah, Sedang, dan Tinggi) yang bekerja secara simultan dengan tuas rem.
Tiga Mode Berkendara Adaptif: Pengendara memiliki kebebasan mengatur kurva lonjakan tenaga melalui mode Eco (fokus pada penghematan daya baterai), Drive (seimbang untuk meliuk di perkotaan), dan Sport (membuka seluruh keran tenaga untuk akselerasi instan).
Sistem Kunci Pintar (Smart Key System): Pengoperasian nir-kunci otomatis yang telah terintegrasi dengan modul alarm anti-maling dan fungsi pelacakan kendaraan (find my vehicle).
Baca juga: Indonesia Kembangkan Baterai Sodium, Solusi Murah untuk Kendaraan Listrik
Komparasi Harga dan Inovasi Skema Kepemilikan Baterai (BaaS)
Untuk penetrasi pasar di wilayah DKI Jakarta, Jabodetabek, Banten, dan Jawa Tengah, Polytron Fox-500 secara resmi dibanderol dengan harga On The Road (OTR) di angka Rp43.000.000. Label harga ini dinilai sangat merusak harga pasar (disruptive) jika disandingkan langsung dengan skutik premium berbahan bakar minyak di kelas 250cc yang saat ini valuasinya sudah menembus rentang Rp60 juta hingga Rp70 jutaan.
Sebagai manuver bisnis yang mengamankan purnajual, Polytron tetap mempertahankan model Sewa Baterai (Battery-as-a-Service / BaaS) untuk lini tertingginya ini. Pemilik kendaraan diwajibkan menyetorkan biaya berlangganan baterai sebesar Rp200.000 per bulan. Sebagai kompensasi atas biaya tersebut, Polytron memberikan garansi baterai seumur hidup (lifetime warranty). Ini berarti, jika kapasitas maksimal daya baterai menurun drastis seiring intensitas pemakaian selama bertahun-tahun, pihak Polytron akan menggantinya dengan unit modul baterai yang benar-benar baru secara cuma-cuma, menghapus tuntas rasa khawatir konsumen terhadap biaya pergantian baterai listrik yang terkenal sangat mahal.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)