Teknologi.id - Perubahan iklim adalah isu yang semakin mendesak di abad ke-21, dan temuan terbaru dari penelitian iklim memberikan peringatan yang lebih menakutkan. Para ilmuwan baru-baru ini mengungkapkan bahwa mega El Nino, fenomena iklim ekstrem yang mengingatkan kita pada peristiwa "Great Dying" 252 juta tahun lalu, bisa menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup kehidupan di Bumi. Dengan ancaman seperti ini, banyak yang bertanya-tanya: Apakah kita sedang menuju kepunahan massal yang serupa dengan yang terjadi pada akhir periode Permian?
Apa Itu Mega El Nino?
Mega El Nino adalah fase ekstrem dari siklus El Nino, sebuah pola cuaca yang memengaruhi suhu permukaan laut dan cuaca global. Fenomena ini mengakibatkan suhu lautan yang sangat tinggi, yang kemudian mempengaruhi pola cuaca di seluruh dunia. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science menunjukkan bahwa mega El Nino yang terjadi pada akhir periode Permian menyebabkan perubahan iklim drastis yang mengakibatkan kepunahan massal hampir seluruh kehidupan di Bumi.
Kaitan Dengan Kepunahan Massal
Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan
internasional, termasuk Paul Wignall dari University of Leeds dan Yadong Sun
dari Universitas Geosains China, mega El Nino pada akhir periode Permian memicu
"Great Dying"—peristiwa kepunahan terbesar dalam sejarah Bumi. Pada
saat itu, lebih dari 90% spesies laut dan darat musnah. Kenaikan suhu yang
ekstrem, disertai dengan banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan, memusnahkan
hampir semua bentuk kehidupan.
Baca juga: Metode Canggih Ilmuwan AS: Prediksi Gempa Bumi Akurat hingga 40 Hari Sebelum Terjadi
Dampak Mega El Nino pada Masa Kini
Para peneliti kini memperingatkan bahwa efek dari mega El
Nino serupa bisa kembali mempengaruhi Bumi. Dengan meningkatnya konsentrasi
karbon dioksida di atmosfer akibat aktivitas manusia, kita berpotensi
menghadapi situasi yang mirip dengan kondisi ekstrem yang menyebabkan kepunahan
di masa lalu. Fenomena El Nino saat ini menunjukkan tanda-tanda peringatan yang
mengkhawatirkan, seperti perubahan suhu global yang cepat dan cuaca ekstrem.
Paul Wignall menekankan bahwa krisis kepunahan berbasis iklim ini bukan hanya soal pemanasan, tetapi juga bagaimana iklim merespons perubahan tersebut. Jika iklim terus-menerus mengalami fluktuasi ekstrem, banyak spesies mungkin tidak mampu beradaptasi dengan cepat, sehingga meningkatkan risiko kepunahan.
Bagaimana Mega El Nino Mengubah Iklim
Mega El Nino mempercepat kenaikan suhu global dan
menyebabkan perubahan drastis dalam pola cuaca. Selama periode tersebut, suhu
di daratan naik sangat cepat, melampaui batas toleransi termal sebagian besar
spesies. Lautan yang awalnya terlindung dari perubahan suhu ini juga mulai
terkena dampak, mempengaruhi ekosistem laut dan memusnahkan kehidupan laut.
Yadong Sun menjelaskan bahwa suhu yang meningkat dengan cepat menyebabkan banyak spesies tidak dapat beradaptasi atau bermigrasi cukup cepat untuk bertahan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa kecepatan perubahan iklim dapat menjadi faktor kunci dalam krisis kepunahan, dengan spesies yang tidak dapat beradaptasi cepat menjadi yang paling rentan.
Relevansi Dengan Krisis Ekologi Saat Ini
Penelitian ini memberikan contoh penting tentang bagaimana
dinamika iklim dapat mempengaruhi keseimbangan ekologi di Bumi. Dalam konteks
krisis ekologis saat ini, temuan ini menggarisbawahi perlunya tindakan segera
untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan memperlambat perubahan iklim. Para
ilmuwan seperti Alfio Alessandro Chiarenza dari University College London
menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana perubahan
iklim ekstrem mempengaruhi spesies dan ekosistem.
Baca juga: Iklim Mulai Kacau, 15.000 Ilmuan Teriak Bumi Akan Segera Kiamat
Tindakan yang Perlu Diambil
Menghadapi ancaman mega El Nino dan dampaknya pada iklim
global memerlukan upaya kolektif untuk mengatasi perubahan iklim. Ini termasuk:
- Mengurangi Emisi Karbon: Mengurangi jejak karbon kita melalui energi terbarukan dan efisiensi energi adalah langkah penting untuk memitigasi perubahan iklim.
- Menjaga Ekosistem: Melindungi dan memulihkan ekosistem alami, seperti hutan dan terumbu karang, dapat membantu memperkuat daya tahan spesies terhadap perubahan iklim.
- Penelitian dan Adaptasi: Melakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak perubahan iklim dan mengembangkan strategi adaptasi untuk membantu spesies beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Temuan tentang mega El Nino dan dampaknya pada kepunahan
massal memberikan peringatan serius tentang potensi risiko perubahan iklim yang
ekstrem. Dengan memahami sejarah iklim dan kepunahan, kita dapat lebih baik
mempersiapkan diri untuk tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan.
Tindakan segera dan upaya kolektif adalah kunci untuk mencegah skenario
kepunahan massal dan melindungi kehidupan di Bumi.
Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang ancaman mega El Nino dan pentingnya tindakan untuk mengatasi perubahan iklim. Dengan memperhatikan temuan ini, kita dapat lebih siap menghadapi tantangan yang akan datang dan bekerja menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(emh)