Anti Budaya Kerja Lembur, Ritel China Ini Izinkan Karyawan Cuti Saat Tak Bahagia

⁠Adimas Herviana . January 28, 2026

Foto: Ajaib

Teknologi.id - Budaya Kerja Keras Berbanding dengan Kebijakan Cuti Tidak Bahagia Pang Dong Lai. Budaya kerja di China dikenal ketat dengan jam kerja panjang yang sering kali menekan kesejahteraan karyawan. Di tengah pola tersebut, Pang Dong Lai, jaringan ritel besar di China, menghadirkan kebijakan yang berbeda. Perusahaan ini memberi hak cuti hingga sepuluh hari bagi karyawan yang merasa tidak bahagia atau tidak memiliki motivasi bekerja. 

Kebijakan yang Mengubah Cara Pandang

Kebijakan “Cuti Tidak Bahagia” yang diterapkan Pang Dong Lai menjadi langkah berani dalam dunia kerja. Memberikan hak cuti hingga sepuluh hari bagi karyawan yang merasa tidak sehat secara mental atau kehilangan motivasi bukan hanya sekadar tambahan fasilitas, melainkan pengakuan bahwa kesehatan psikologis sama pentingnya dengan produktivitas. Yu Donglai menegaskan bahwa manajemen tidak boleh menolak pengajuan cuti, karena penolakan dianggap sebagai pelanggaran. Hal ini memperlihatkan komitmen perusahaan untuk menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar retorika. 

Kritik terhadap Budaya Kerja Panjang 

Budaya kerja di China sering dikaitkan dengan jam kerja panjang yang menekan kesejahteraan individu. Yu Donglai menilai praktik tersebut tidak etis karena mengurangi kesempatan karyawan untuk berkembang di luar pekerjaan. Kritik ini mencerminkan pandangan yang lebih progresif, bahwa keberhasilan perusahaan tidak harus dibangun di atas pengorbanan berlebihan dari tenaga kerja. Dengan menolak pola kerja yang menekan, Pang Dong Lai menempatkan dirinya sebagai contoh perusahaan yang berani melawan arus dominan.

Baca juga: Kenapa SmartPhone dari China Mulai Melemah dibanding Pesaingnya? Berikut Faktanya!

Jam Kerja Sehat dan Hak Karyawan

Di bawah kepemimpinan Donglai, Pang Dong Lai menetapkan jam kerja tujuh jam sehari, libur akhir pekan, cuti tahunan 30–40 hari, serta tambahan lima hari saat Tahun Baru Imlek. Kebijakan ini memberi karyawan ruang untuk beristirahat, beraktivitas di luar pekerjaan, dan menjaga keseimbangan hidup. Filosofi ini menegaskan bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari lamanya jam kerja, tetapi dari kualitas tenaga kerja yang sehat dan bersemangat. Dengan waktu istirahat yang cukup, karyawan lebih mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan, sementara perusahaan tetap tumbuh secara stabil.

Dampak terhadap Karyawan dan Bisnis

Kebijakan “Cuti Tidak Bahagia” membawa dampak yang nyata bagi karyawan Pang Dong Lai. Dengan adanya kebebasan untuk mengambil cuti ketika merasa tidak sehat secara mental, karyawan merasa lebih dihargai dan memiliki kendali atas keseimbangan hidup mereka. Hal ini menciptakan rasa aman psikologis yang penting dalam lingkungan kerja modern. Dukungan luas dari masyarakat dan warganet menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak hanya relevan secara internal, tetapi juga diapresiasi sebagai langkah progresif di tengah budaya kerja yang ketat.

Dari sisi bisnis, kebijakan ini tidak mengurangi produktivitas. Pang Dong Lai tetap mencatat pertumbuhan positif dengan penjualan mencapai 17 miliar yuan dan keuntungan lebih dari 800 juta yuan pada tahun 2024. Fakta ini memperlihatkan bahwa kesejahteraan karyawan justru memperkuat kinerja perusahaan. Karyawan yang merasa dihargai dan memiliki ruang untuk beristirahat lebih mampu memberikan kontribusi yang konsisten dan berkelanjutan.

Filosofi Bisnis yang Berorientasi pada Pelanggan

Selain fokus pada kesejahteraan karyawan, Pang Dong Lai juga menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas. Setiap toko dirancang dengan detail yang memperhatikan kebutuhan beragam. Troli belanja khusus lansia dengan tempat duduk dan sandaran tangan, stroller untuk keluarga dengan bayi, hingga lemari khusus hewan peliharaan lengkap dengan pendingin dan tempat minum adalah contoh nyata bagaimana perusahaan memikirkan kenyamanan pelanggan. 

Baca juga: Harga Produk Xiomi Siap-Siap Naik Harga, Kenapa Bisa?

Paradigma Baru dalam Dunia Kerja

Kebijakan “Cuti Tidak Bahagia” menjadi simbol perubahan paradigma kerja di China. Di tengah budaya kerja yang menuntut produktivitas tinggi, Pang Dong Lai menunjukkan bahwa kesejahteraan mental karyawan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis. Prinsip ini memberi inspirasi bagi perusahaan lain untuk meninjau ulang praktik kerja yang terlalu menekan. 

Paradigma baru ini menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari angka produktivitas, tetapi juga dari kualitas hidup tenaga kerja. Dengan memberi ruang bagi karyawan untuk beristirahat ketika tidak bahagia, Pang Dong Lai memperlihatkan bahwa kesejahteraan mental adalah bagian penting dari strategi bisnis.

Kesejahteraan sebagai Kunci Pertumbuhan

Langkah Pang Dong Lai memperlihatkan bahwa keberhasilan bisnis tidak bergantung pada jam kerja panjang semata. Keseimbangan hidup karyawan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan memberi ruang bagi karyawan untuk beristirahat, perusahaan membuktikan bahwa kesejahteraan mental bukan penghalang produktivitas, melainkan pendorong utama keberhasilan jangka panjang.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(dim/sa)




Share :