
Foto: Britannica
Teknologi.id - Di tengah dominasi smartphone yang semakin canggih, muncul fenomena menarik dari kalangan Gen Z. Alih-alih terus bergantung pada ponsel pintar, sebagian dari mereka justru mulai beralih ke perangkat yang lebih sederhana. Tren ini bukan sekadar gaya hidup, tetapi juga bentuk respons terhadap kelelahan digital yang semakin dirasakan.
Salah satu gadget yang kembali naik daun adalah iPod, pemutar musik legendaris dari Apple. Perangkat yang sempat dianggap usang ini kini kembali ramai dibicarakan, terutama di media sosial dan komunitas teknologi.
Baca juga: Ahli Saraf Sebut IQ Gen Z di Bawah Milenial Akibat Doomscrolling dan Malas Membaca
Kembali Populer Setelah Lama Menghilang
iPod pertama kali diperkenalkan pada 2001 dan langsung menjadi revolusi dalam cara orang menikmati musik. Pada masanya, perangkat ini memungkinkan pengguna menyimpan ribuan lagu dalam satu genggaman. Namun, popularitasnya meredup setelah kemunculan iPhone dan layanan streaming musik. Kini, lebih dari dua dekade setelah peluncurannya, iPod kembali menarik perhatian.
Bukan Sekadar Nostalgia
Meski terlihat seperti tren nostalgia, fenomena ini ternyata memiliki alasan yang lebih dalam. Banyak pengguna muda merasa lelah dengan kehidupan digital yang serba terhubung. Smartphone menghadirkan notifikasi tanpa henti, algoritma media sosial, hingga tekanan untuk selalu online.
Menurut analis teknologi musik Emily White, iPod menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki perangkat modern saat ini: kesederhanaan. Tanpa koneksi internet, tanpa notifikasi, dan tanpa iklan, pengguna bisa fokus menikmati musik tanpa gangguan.
Bagi sebagian Gen Z, hal ini justru menjadi “kemewahan baru”. Mereka bisa menikmati momen tanpa distraksi, sesuatu yang semakin sulit didapatkan di era digital saat ini.
Media Sosial Ikut Mendorong Tren
Menariknya, tren ini juga berkembang pesat di platform media sosial. Tagar terkait iPod telah digunakan dalam jutaan unggahan, sementara video tutorial untuk memperbaiki atau memodifikasi perangkat tersebut banyak ditemukan di YouTube.
Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya menggunakan teknologi terbaru, tetapi juga mulai mengeksplorasi kembali perangkat lama dengan cara yang lebih kreatif. Bahkan, iPod kini dianggap sebagai simbol gaya hidup minimalis digital.
Kualitas Audio Jadi Nilai Tambah

Foto: Apple
Selain faktor gaya hidup, kualitas suara juga menjadi alasan utama kembalinya iPod. Berbeda dengan smartphone yang memiliki banyak fungsi, iPod dirancang khusus sebagai pemutar musik. Menurut teknisi perangkat Apple Michael Rosenberg, komponen dalam iPod dioptimalkan untuk menghasilkan audio yang lebih jernih, terutama saat digunakan dengan headphone kabel.
Hal ini membuat pengalaman mendengarkan musik terasa lebih “murni” dibandingkan melalui smartphone. Ia bahkan menceritakan pengalaman unik ketika seorang remaja datang ke tokonya hanya untuk membeli iPod. Alasannya sederhana: ingin mendengarkan musik tanpa gangguan pesan, panggilan, atau media sosial.
Simbol Perlawanan terhadap Overload Digital
Fenomena ini bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan terhadap dunia digital yang semakin padat. Gen Z, yang tumbuh bersama internet, justru mulai mencari cara untuk “lepas sejenak” dari konektivitas tanpa batas.
Menggunakan iPod atau perangkat serupa memberi mereka kendali lebih besar atas waktu dan perhatian. Tidak ada algoritma yang mengatur apa yang harus didengar, tidak ada notifikasi yang mengganggu fokus.
Baca juga: TWS Mulai Ditinggalkan? Alasan Earphone Kabel Jadi Tren Lagi
Apakah Tren Ini Akan Bertahan?
Meski belum bisa dipastikan apakah tren ini akan bertahan lama, satu hal yang jelas: ada perubahan cara pandang terhadap teknologi. Tidak semua orang lagi mengejar perangkat dengan fitur paling lengkap. Sebaliknya, sebagian mulai menghargai perangkat yang sederhana namun fungsional.
Kembalinya iPod menjadi bukti bahwa teknologi lama pun masih memiliki tempat, terutama ketika menawarkan pengalaman yang tidak bisa diberikan oleh perangkat modern. Pada akhirnya, tren ini menunjukkan bahwa di era serba digital, kesederhanaan justru menjadi sesuatu yang semakin dicari.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)